Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta Penyakit Meningitis yang Diderita Glenn Fredly

Glenn Fredly. Dok. Liputan.com.

Publik bertanya-tanya, sejak kapan musisi gaek Glenn Fredly mengidap penyakit yang merenggut nyawanya pada Rabu (8/4) malam kemarin. Tidak ada yang tahu persis.

Namun menurut pengakuan keluarga, penyakit itu dideritanya sudah lama. Namun agar terlihat baik, sang maestro berupaya menyembunyikannya. Setidaknya selama satu bulan terakhir baru legenda musik dari tanah Maluku itu membuka riwayat penyakitnya kepada keluarga.

Kondisi Glenn drop selama tiga hari terakhirsebelum ia meninggal, namun ia masih bisa berinteraksi sampai akhirnya wafat. Ia bahkan sempat menjalani rekaman di Narasi Room bersama Najwa Shihab pada pekan lalu.

Hal kemudian terjadi, Glenn mengalami puncak kesakitannya dan meminta untuk dirawat di Rumah Sakit Setia Mitra, Cilandak, Jakarta Selatan, pada Selasa (7/4). Sehari berada di RS, Glenn harus menghembuskan napas terakhir karena tak bisa lagi tertolong.

Persis pada sekitar pukul 18.47 WIB di hari Rabu, pelantun lagu "Januari" itu menghadap Bapa setelah ia berjuang melawan penyakit akut yang dideritanya. Baik meningitis maupun ginjal. Sakit yang terakhir diketahui telah diidapnya sejak lama sekali.

Pada Kamis (9/4) siang jenazahnya dimakamkan di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan. Tidak banyak keluarga, sahabat dan rekan-rekannya yang mengikuti upacara pemakanan lantaran virus Corona.

Apa Itu Meningitis

Lantas, apa sebenarnya meningitis yang begitu ganas menyerang Glenn, yang bagi Presiden Jokowi tidak hanya seorang musisi, tapi juga aktivits itu?

Dihimpun dari berbagai sumber, meningitis merupakan infeksi pada sekitar otak dan sumsum tulang belakang. Kemunculan penyakit ini biasanya muncul lantaran infeksi pada cairan meninges (selaput membran yang melapisi sistem saraf pusat).

Meningitis meningokokus adalah penyakit infeksi yang dapat menyebabkan masalah serius pada tubuh. Meningitis berpotensi besar mengakibatkan kerusakan otak hingga kematian.

Menurut Columbia Neurology, meningitis adalah infeksi dan radang selaput (meninges) yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang.

Penyakit ini dapat disebabkan oleh reaksi terhadap obat-obatan tertentu atau perawatan medis, penyakit radang seperti lupus, beberapa jenis kanker, atau cedera traumatis pada kepala atau tulang belakang.

Namun yang menjadi penyebab paling umum adalah infeksi oleh virus, bakteri, parasit, atau jamur. Cara penyebarannya, seperti dikutip dari Healthline, paling sering disebabkan oleh jenis bakteri yang bernama Neisseria Meningitidis.

Sekitar satu dari sepuluh orang dapat memiliki kuman tersebut di hidung atau tenggorokan tanpa memiliki gejala penyakit. Orang-orang yang sudah terinfeksi berpotensi untuk kemudian disebut sebagai pembawa (carrier) yang dapat menginfeksi orang lain. Seperti virus Corona.

Orang yang rentan dan terpapar oleh bakteri ini dapat mengembangkan infeksi yang menyebabkan meningitis. Infeksi tersebut selanjutnya akan mempengaruhi jaringan halus yang membungkus otak dan sumsum tulang belakang.

Jaringan halus dan tipis itu yang disebut meninges. Meningitis meningokokus adalah infeksi serius pada meninges dan cairan serebrospinal. Peradangan dan pembengkakan pada jaringan tersebut yang kemudian dapat memberikan tekanan berbahaya pada otak atau sumsum tulang belakag.

Cara Penularan dan Pencegahan

Ada empat cara penularan penyakit meningitis, yaitu 1) Berciuman dengan mulut yang terbuka, 2. Berbagi makanan atau peralatan dengan orang lain, 3) Batuk, dan 4) Bersin.

Sementara cara pencegahannya dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain:

Pertama, vaksinasi. Hal ini penting untuk membentuk sistem kekebalan terhadap bakteri yang menyebabkan meningitis meningokokus.

Pakar kesehatan merekomendasikan vaksinasi rutin terhadap empat dari lima serogroup (kelompok berdasarkan antigen yang dihasilkan) penyakit meningokokus utama (A, C, W dan Y) yaitu pada usia 11-12 tahun dan dengan tambahan booster pada usia 16 tahun.

Orang dewasa muda yang berusia antara 16 hingga 23 tahun juga harus mulai bertanya mengenai vaksinasi serogroup B.

Vaksin yang ada saat ini dapat mencegah sebagian besar jenis meningitis paling umum. Orang yang tidak divaksinasi dan terinfeksi meningitis harus segera berobat ke dokter.

Umumnya, dokter akan meresepkan antibiotik profilaksis. Antibiotik tersebut dapat mencegah penyakit menular pada orang yang baru saja terpapar.

Kedua, pentingnya menjaga kebersihan karena meningitis menyebar melalui kontak dengan air liur atau sekresi hidung orang yang terinfeksi. Oleh karena pastikan barang-barang yang digunakan bersih dan terhidar dari kuman.

Ketiga, hindari hal-hal yang mengandung air luir. Kita dianjurkan untuk tidak boleh berbagi makanan atau minuman di dalam wadah yang sama dengan orang lain. Selain itu, hindari berciuman dengan mulut terbuka bersama orang yang terinfeksi.

Nah, demikian gaes fakta mengenai penyakit meningitis yang sudah merenggut nyawa, bukan hanya Glenn, tapi sebelumnya ada Olga Syaputra. Virus ini cara penyebarannya melalui medium cair.*

Posting Komentar untuk "Fakta Penyakit Meningitis yang Diderita Glenn Fredly"