Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haru, Paskah 2020 Begitu Sederhana

Selamat merayakan Paskah 2020. Foto: tribunnews.com.

Jakarta -- Paskah 2020 dijalani Umat Kristen tidak seperti biasanya. Tidak ada jabat tangan erat. Tidak ada pesta ria. Ucapan 'selamat' dilakukan satu-satunya lewat media sosial dan internet.

Sungguh, ada ruang kosong yang belum sepenuhnya terisi di dalam hati. Ada kerinduan terpendam yang tak bisa diungkapkan hanya dengan ucapan 'selamat' di dunia maya.

Virus corona yang saat ini sedang memukul dunia seolah mengikat tangan dan kaki umat manusia untuk berjalan dan menemui Tuhan mereka di tempat ibadah (Gereja).

Akhirnya, satu-satunya jalan terbaik, umat Kristen saat ini berdoa dan makan paskah bersama keluarga di rumah. Ini mengingatkan kita pada paskah perdana umat Israel ketika hendak keluar dari tanah Mesir puluhan abad silam. Perayaan agung tahun ini menjadi begitu sederhana.

Ini sungguh-sungguh merupakan 'sayur pahit' yang harus diterima umat Kristen di seluruh dunia. Perasaan kacau, galau, dan haru, menjadi bumbu yang harus ditelan mereka di malam nan agung.

Banyak umat Kristen yang menyatakan kaharuannya karena ini merupakan pertama kali dalam sejarah umat manusia, di mana Paskah tidak dirayakan di gereja-gereja.

Namun mereka tetap ikhlas karena kondisi dunia yang begitu mencekam dan menakutkan. Dalam iman mereka percaya, semuanya akan berlalu.

Apresiasi Menag

Menanggapi kondisi ini, Menteri Agama Fachrul Razi memberikan apresiasi kepada otoritas Gereja dan umat Kristen seluruhnya yang telah terlibat dalam upaya menekan transmisi virus corona dengan tidak melakukan ibadah Paskah di Gereja.

Ini menunjukkan bahwa umat Kristen sungguh-sungguh berkomitmen untuk mentaati himbauan pemerintah dan mau menggelar Paskah 2020 secara sederhana.

"Saya mengapresiasi Gereja dan umat Kristiani atas perayaan Paskah 2020 yang digelar secara sederhana, sesuai anjuran Pemerintah dan protokol kesehatan, di tengah pandemi Covid-19," kata Fachrul dalam keterangannya, Sabtu (11/4).

Mantan Jenderal itu pun mengajak seluruh umat Kristiani untuk melawan wabah ini sebagaimana keyakinan bahwa Yesus Kristus telah menderita, wafat dan bangkit dari kematian.

Ia berharap, meski Paskah 2020 dilakukan secara amat sederahana, umat Kristen mampu memaknai keyakinannya akan kebangkitan Yesus Kristus dan mengimplementasikannya untuk meningkatkan kualitas beragama dan kerukunan antarsesama di Indonesia.

Di akhir pernyataannya, ia mengucapkan selamat Paskah 2020 bagi umat Kristen Indonesia yang akan merayakannya mulai malam ini hingga esok, Minggu 12 April 2020.

"Saya ucapkan Selamat Paskah 2020 kepada umat Kristiani di seluruh Indonesia. Salam tangguh. Indonesia Maju. Selamat Paskah 2020," ungkapnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo mengucapkan selamat merayakan Jumat Agung kepada umat Kristen Indoensia dalam sebuah unggahan di akun media sosialnya.

Dalam unggahan di hari Jumat (10/4) itu, Jokowi menyelipkan pesan tentang kedisiplinan dan kesabaran kepada masyarakat untuk menangkal virus Corona yang kini melanda umat manusia.

"Kita akan melaluinya dengan segenap kesabaran, kedisiplinan, dan tetap saling mengasihi," ungkapnya.*

Posting Komentar untuk "Haru, Paskah 2020 Begitu Sederhana"