Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paus Fransiskus: Doa adalah Napas Iman di Masa Sulit

Paus Fransiskus. Dok. Vatican Media.

Paus Fransiskus mengundang semua orang Kristen untuk menjangkau Allah dengan doa dan untuk bertahan dalam perjalanan imannya ketika mengalami masa sulit seperti saat ini.

Hal itu disampaikannya dari Perpustakaan Istana Apostolik selama Audiensi Umum mingguan yang disiarkan langsung pada Rabu (6/5).

Berbicara di hadapan para hadirin, Paus Fransiskus dalam kesempatan itu mengambil inspirasi dari episode Injil Markus 10:47 tentang Bartimeus, seorang pengemis buta dari Yerikho yang dapat melihat lagi setelah membuat pengakuan iman kepada Yesus.

Dalam permenungannya, Paus Fransiskus merenungkan bacaan Injil itu dan menggambarkan doa sebagai "nafas iman, seruan yang timbul dari hati orang-orang yang percaya pada Tuhan.

Paus mengatakan bahwa meskipun Bartimeus buta, tapi ia sadar bahwa Yesus sedang mendekati dan bertelut dalam berseru, "Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!"

Paus menjelaskan bahwa dengan menggunakan satu-satunya senjata yang dimilikinya, suaranya, dan mengabaikan banyak orang yang mencela dia dan mengatakan kepadanya untuk diam, dia berteriak "Anak Daud", membuat pengakuan iman kepada Yesus sang Mesias.

Doa pengemis buta itu menyentuh hati Tuhan, kata Paus, dan Bartimeus dapat melihat lagi yang berarti bahwa "gerbang keselamatan terbuka untuknya."

"Ini menunjukkan bahwa iman adalah seruan agar keselamatan menarik belas kasihan dan kuasa Allah," kata Paus, menunjukkan bahwa bukan hanya orang Kristen yang berdoa tetapi semua pria dan wanita yang mencari makna dalam perjalanan duniawi mereka.

Sewaktu kita melanjutkan peziarahan iman kita, Paus melanjutkan, semoga kita “selalu bertekun dalam doa, terutama di saat-saat tergelap kita, dan memohon kepada Tuhan dengan keyakinan:“ Yesus, kasihanilah aku. Yesus, kasihanilah kami!"

Paus menambahkan bahwa doa "menemukan asal-usulnya di bumi, dari humus -- dari mana kata "rendah hati". Kerendahan hari menunjukkan kehausan kita yang terus menerus akan Allah."

Selanjutnya, Paus mengakan bahwa "iman adalah tangisan". Sebuah jeritan yang lahir dari kerendahan hati untuk diselamatkan.

Paus menggambarkan tangisan itu “sebagai suara yang mengalir keluar secara spontan tanpa ada yang memerintahkannya; sebuah suara yang mempertanyakan arti perjalanan kita di sini, terutama ketika kita menemukan diri kita dalam kegelapan dan kita berseru, "Yesus, kasihanilah aku! Yesus, kasihanilah kami semua!"

Paus Fransiskus mengakhiri katekese dengan mencatat bahwa "semuanya berdoa dan memohon agar misteri belas kasihan dapat menemukan penggenapannya." (Vaticannews)*

Posting Komentar untuk "Paus Fransiskus: Doa adalah Napas Iman di Masa Sulit"