Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paus Fransiskus: Hanya karena Seniman Kita Memahami Injil

Pasus Fransiskus. Dok. BBC.

Paus Fransiskus memimpin Misa pada hari Kamis (7/5) dari Minggu Keempat Paskah.

Selama perkenalannya, Paus mengalihkan pikirannya ke para seniman yang mengatakan bahwa kemarin ia menerima surat dari sekelompok dari mereka untuk berterima kasih atas doanya:

“Saya ingin meminta Tuhan untuk memberkati mereka karena melalui seniman kita memahami keindahan, dan tanpa keindahan kita tidak dapat memahami Injil,” kata Paus.

Di akhir Audiensi Umum pada hari Rabu (6/5) tentang tema doa, Paus berkata, “Adalah para seniman yang sering menginterpretasikan keluhan diam yang membebani setiap makhluk dan diekspresikan terutama di dalam hati pria dan wanita, untuk mausia adalah seorang pengemis di hadapan Tuhan."

Dalam homilinya di hari Kamis, Paus mengomentari perikop dari Kisah Para Rasul (Kis 13, 13-25). Di dalamnya, Paulus, setelah tiba di Antiokhia di Pisidia, pergi ke sinagoga dan menceritakan sejarah bangsa Israel dan memberitakan Yesus, Juruselamat kita.

"Ketika Paulus menjelaskan doktrin baru, dia berbicara tentang sejarah keselamatan," katanya.

Itu karena, lanjut Paus, sebelum Yesus ada sejarah anugerah, pemilihan, ada Kovenan.

"Tuhan memilih Abraham dan berjalan bersama umat-Nya," katanya, menyoroti sejarah panjang Allah dengan umat-Nya.

Paulus, kata Paus, tidak memulai dengan Yesus, ia mulai dengan sejarah, karena "Kekristenan bukan hanya sebuah doktrin, tetapi sebuah sejarah yang mengarah pada doktrin ini."

Dia menjelaskan bahwa Kekristenan tidak hanya terdiri dari prinsip-prinsip etika dan moral, dan bahwa seseorang bukan seorang Kristen hanya karena visi etikanya: "Kekristenan lebih dari itu."

Jika kita tidak memiliki kesadaran ini, kesadaran untuk menjadi bagian dari suatu umat, kata Paus, kita akan menjadi orang Kristen ideologis, tetapi bukan orang Kristen sejati.

Paus Fransiskus menyesalkan fakta bahwa sering kali kita jatuh ke dalam keberpihakan ini. Dia mengutuk dimensi "elitis" yang dia katakan sangat menyakitkan bagi orang-orang Kristen yang menyebabkan mereka kehilangan rasa memiliki terhadap umat Allah.

Paus kemudian mengundang umat beriman untuk selalu sadar menjadi bagian dari suatu umat, untuk menyampaikan sejarah keselamatan kita, untuk melestarikan memori umat Allah.

"Penyimpangan yang paling berbahaya dari orang-orang Kristen adalah kurangnya ingatan untuk menjadi bagian dari suatu umat," kata Paus.

Menurut Paus, umat ​​Allah berjalan di belakang sebuah janji, sebuah perjanjian, bahwa mereka tidak membuat tetapi bahwa mereka menyadarinya.

"Kita adalah umat Allah yang beriman dan suci, yang secara keseluruhan memiliki rasa iman dan tidak dapat salah dalam keyakinannya," katanya. (Vaticannews)*

Posting Komentar untuk "Paus Fransiskus: Hanya karena Seniman Kita Memahami Injil"