Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Gereja Katolik Batasi Umat yang Misa Natal


Otoritas Gereja Katolik mengeluarkan rekomendasi pembatasan umat yang misa pada perayaan Natal 2020 dan tahun Baru 2021. Umat yang mengikuti dibatasi hingga 20 persen.

Hal itu disampaikan Sekjen Keuskupan Agung Jakarta, Romo Vincentius Adi Prasojo awal pekan ini seperti ditayangkan Youtube BNPB di Jakarta.

Selain pembatasan jumlah umat, Gereja Katolik juga mempersingkat durasi perayaan misa dari biasanya menjadi lebih pendek. Sementara, perayaan tetap mengikuti protokol kesehatan.

"Untuk peribadatan ada dua melalui online maupun offline. Bagi umat yang datang untuk offline, pertama dia harus terdaftar secara online, mengikuti protokol menggunakan masker dari rumah, di tempat ibadah sampai pulang tidak boleh lepas masker," kata Romo Vincent Senin (21/12).

Romo Vincent menegaskan, Gereja Katolik pun akan memastikan para pelayan peribadatan sehat dan bebas COVID-19 dengan tes yang ada.

Untuk durasi ibadah, kata dia, dari biasanya dua jam, kini maksimal hanya satu jam. Sementara, jumlah jemaah 20 persen dari kapasitas, dan mengikuti protokol kesehatan.

"Jadi peraturan tetap sama, kapasitas juga tetap sama 20 persen dari jumlah umat yang bisa hadir. Kalau Kemenag memberikan 50 persen, kami agak hati-hati lagi 20 persen. Tidak boleh lebih," katanya.

Untuk menghidnari kerumunan, Romo Vincent mengimbau agar pada perayaan dan silaturahmi pada Natal dilakukan dengan menggunakan virtual saja guna menghindari adanya kontak fisik.

"Silaturahmi Natal antarkeluarga tetap di rumah saja, kalau perlu online saja. Dan itu persiapan yang terus kami lakukan, termasuk dalam hal tracing dengan pendaftaran online," pintanya.*

Posting Komentar untuk "Gereja Katolik Batasi Umat yang Misa Natal"