Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KWI: Umat Katolik Diminta Taati Protokol Kesehatan pada Pilkada 2020

Mgr. Vincetius Sensi Potokota, Pr.
Mgr. Vincentius Sensi Potokota, Pr.
 

Komisi Kerasulan Awam (Kerawam) KWI mengimbau Umat Katolik sebagai pemilih agar menggunakan hak politiknya secara benar, bijak dan cerdas dalam Pilkada serentak 2020. 

Selain itu, memahami tata cara pemungutan suara di tengah pandemi Covid-19, mengenal calon kepala daerah yang akan dipilih dan menentukan pilihan berdasarkan hati nurani.

"Umat Katolik diharapkan mematuhi Protokol Kesehatan, lebih-lebih saat memberikan hak suaranya di Tempat Pemungutan Suara (TPS). Memakai masker yang benar, menjaga jarak aman saat bertemu dengan orang lain, dan rajin mencuci tangan dengan air yang mengalir atau dengan hand sanitizer," ujar Ketua Kerawam Mgr. Vincensius Sensi Potokota melalui keterangan tertulisnya, Jumat (4/12).

Uskup Agung Ende itu juga mengimbau umat Katolik menolak segala bentuk permainan politik kotor seperti politisasi SARA dan bantuan sosial, politik uang, ujaran kebencian, berita bohong, dan ajakan untuk melakukan tindak kekerasan, yang sangat bertentangan dengan nilai-nilai luhur demokrasi. 

Umat Katolik, sambungnya, harus memilih calon kepala daerah yang berjiwa Pancasilais artinya mereka memiliki wawasan kebangsaan yang memadai, menerima pluralisme, berlaku adil terhadap semua agama, suku, dan golongan.

"Para calon kepala daerah itu mempunyai keberanian untuk melawan berbagai bentuk ekstrimisme, premanisme, dan intoleransi yang sering membuat kehidupan masyarakat semakin berat," tuturnya.

Kepada para calon kepala daerah, Uskup Sensi meminta hendaknya mengedepankan budaya berpolitik yang bermartabat dengan berkompetisi berdasarkan kapasitas dan program kerja yang mampu memberikan solusi terhadap berbagai persoalan yang ada di daerahnya serta memberi contoh yang baik dalam mentaati protokol kesehatan.

Untuk penyelenggara dan pengawas, lanjutya, hendaknya menggunakan alat pelindung diri (APD) yang memadai sesuai dengan protokol kesehatan, memegang teguh undang-undang dan peraturan yang berlaku, menegakkan kode etik penyelenggaraan dan pengawasan, profesional, netral, serta adil.

"Umat Katolik pada khususnya, dan masyarakat pada umumnya diharapkan turut menciptakan suasana damai dan aman, serta memastikan bahwa pilkada benar-benar berjalan langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil dan sehat sampai tahapan pilkada selesai," ujarnya.

Pilkada 2020 sendiri akan diselenggarakan pada 9 Desember 2020. Pesta demokrasi berlangsung di 270 tempat, meliputi 9 provinsi, 34 kota, dan 224 kabupaten di tengah pandemi Covid-19. (Okezone)*

Posting Komentar untuk "KWI: Umat Katolik Diminta Taati Protokol Kesehatan pada Pilkada 2020"