Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pater Peter C. Aman OFM Tutup Usia

 


Sebuah kabar mengejutkan datang dari tarekat Fransiskan Indonesia. Pater Dr. Peter C. Aman, OFM dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (15/12), sekiranya pukul 20.55 WIB. Pater Peter meninggal dalam usia 59 tahun.

Menurut keterangan Provinsial OFM Indonesia Pater Mikael Peruhe, OFM, Pater Peter meninggal di Rumah Sakit Panti Rapih Yogyakarta, sewaktu-waktu setelah menjalani perawatan. 

"Pada pukul 20.55 WIB, di IGD Pihak RS Panti Rapih, sdr. Peter menghembuskan napas terakhir," kata Pater Mikael dalam keterangannya.

Pater Mikael menceritakan, almarhum menarik napas terakhir setelah menjalani terapi akupuntur rutinan pada Selasa sore. Beberapa saat setelah akupuntur, almarhum mengalami sesak napas.

Menurut pihak RS Panti Rapih, kematian almarhum ada kaitan dengan penyakit Broncopnemon, yang ada hubungan dengan suspect Covid-19, dengan riwayat post stroke dan hipertensi.

Sebelumnya, Pater Peter dirawat di RS Carolus Jakarta dan Elisabeth Semarang, sejak jatuh sakit pertama kalinya di Februari 2020 lalu. Pater Peter diketahui menderita sakit stroke.

Setelah dirawat dengan cukup baik di kedua rumah sakit, Peter kemudian beristirahat di Biara OFM St. Boneventura Yogyakarta. 

Karena sakit, Dosen Teologi Moral Kristiani STF Driyarkara itu pun berhenti mengajar dan fokus pada upaya pemulihan sakitnya.

Beberapa saat setelah berita kepergiannya, umat Katolik pun Indonesia mendoakan almarhum agar mendapatkan tempat yang layak di sisi Tuhan. Melalui unggahan di media sosial, umat Katolik mengingat kembali jasa dan peran kenabian almarhum di bidang lingkungan.

Pater yang diketahui pernah menjabat sebagai Ketua JPIC OFM Indonesia, sebuah lembaga dari sayap Ordo Fransiskan yang konsen pada bidang lingkungan hidup. 

Berbagai masalah lingkungan telah difasilitasi selama masa kepemimpinan almarhum. Salah satunya adalah masalah privatisasi di Taman Nasional Komodo, serta berbagai masalah lain di Indonesia.

Pater Peter juga merupakan salah satu pakar teologi yang cukup disegani di Indonesia. Pandangannya selalu relevan dengan konteks gereja Indonesia.

Bagi Pater Peter, Gereja Indonesia saat ini ditantang untuk menjadi warga masyarakat dalam memperjuangkan kebersamaan dan merawat Pancasila, demi mewujudkan keluarga bangsa Indonesia atas dasar Pancasila Dengan demikian Gereja akan tetap relevan.

Pater Peter juga mengajak Gereja untuk keluar menebarkan kasih sayang tulus bagi masyarakat Indonesia, di tengah realitas masyarakat yang semakin eksklusif berdasar agama atau kepercayaan. 

Untuk itu Gereja Katolik ditantang untuk mengintegrasikan semangat dialog dalam kebijakan pastoral dan formasi tenaga pastoral ke depan.Nilai-nilai Pancasila, yang memang sejalan dengan nilai-nilai Kristiani, dapat dinaikkan dalam pastoral dan refleksi teologis.

Tidak lupa pula, ia meminta para gembala Gereja diharapkan menjadi promotor utama untuk mendekatkan Gereja dengan masyarakat, agar Gereja tidak berkemampuan eksklusif, tetapi hadir dalam gerakan afirmatif melalui aksi sosial. 

Kerja sama dengan pemerintah, pemimpin-pemimpin masyarakat/adat dan agama menjadi pilihan penting untuk pemimpin Gereja, katanya. Memajukan peran masyarakat awam, terutama tokoh-tokoh adat, yang sebenarnya masih membutuhkan sentuhan Gereja, menurutnya juga penting.

Selamat jalan Pater. RIP.

Posting Komentar untuk "Pater Peter C. Aman OFM Tutup Usia"