Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Paus Fransiskus Ajak Dunia Hormati HAM Mereka yang "Tidak Terlihat"

 

Paus Fransiskus. Foto: Istimewa.

Paus Fransiskus menyampaikan pesan khusus pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia Sedunia pada 10 Desember 2020. Melalui akun Twitter-nya, Paus Fransiskus meminta segenap umat manusia berkontribusi terhadap penghormatan dan perlindungan HAM di dunia.

Paus Fransiskus terutama mengajak umat beriman untuk tidak hanya menghormati HAM sesama manusia yang kelihatan, tetapi juga mereka yang "tidak terlihat". Mereka yang "tidak terlihat" ini adalah kelompok rentan sebagaimana merujuk pada Injil Matius 25:35-36.

"Masing-masing terpanggil untuk berkontribusi dengan keberanian dan tekad untuk menghormati hak asasi manusia setiap orang, terutama mereka yang "tidak terlihat": mereka yang lapar dan haus, yang telanjang, sakit, asing atau ditahan (Mat 25,35-36)," tulis Paus di akunnya, Kamis (10/12).

Seperti dilaporkan Tirto, adapun Hari HAM 2020 mengambil tema "Recover Better - Stand Up for Human Rights". Tema ini diambil dengan melihat kondisi pandemi Covid-19. 

Fokus dari tema ini adalah mengajak dunia mampu berkembang lagi lebih baik dan memastikan HAM terpenuhi selama pandemi sebagai bagian dari upaya pemulihan. 

Selain itu, diperlukan untuk menciptakan standar hak asasi manusia dalam mengatasi ketidaksetaraan, pengucilan, dan diskriminasi yang terjadi selama Covid-19.

PBB dalam sebuah publikasi menulis bahwa pada momentum ini, setiap pelaku pembangunan harus memerhatikan HAM. Pasalnya, martabat manusia yang dilindungi akan mampu mendorong pembangunan tersebut.

Sementara itu, krisis Covid-19 telah menyebabkan naiknya kemiskinan, ketidaksetaraan, diskriminasi, dan kesenjangan lainnya. Oleh karena itu, melalui tema Hari HAM hari ini diharapkan mulai tumbuh kepedulian terhadap hak asasi manusia agar segera pulih dari krisis yang ada.

Penetapan Hari HAM 10 Desember diawali dengan diadopsinya Deklarasi Hak Asasi Manusia diadopsi dalam Majelis Umum PBB di tahun 1948. 

Dua tahun kemudian, majelis mengeluarkan resolusi 423 (V) untuk mengadopsi bahwa setiap 10 Desember diperingati sebagai Hari HAM. Tujuannya untuk menetapkan standar hidup bersama bagi semua orang di seluruh belahan dunia yang menjadi hak setiap individu.

Deklarasi ini kemudian mendorong semua negara anggota PBB bersama-sama berjuang menuju standar hidup yang dimaksud dalam deklarasi bagi rakyat di lingkungan mereka.

Deklarasi ini juga dinilai sebagai standar pencapaian bersama untuk semua orang dan bangsa. Dalam deklarasi dijabarkan beragam hak dan kebebasan fundamental yang menjadi hak setiap orang. Dengan demikian, HAM itu melekat dalam kehidupan manusia sehari-hari.*

Posting Komentar untuk "Paus Fransiskus Ajak Dunia Hormati HAM Mereka yang "Tidak Terlihat""