Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sulut Gairah Wisata Berbasis Budaya

Taman Mini Indonesia Indah. Foto: Tirto.

Sektor pariwisata diharapkan kembali menggeliat usai pandemi virus corona (Covid-19) mereda. Sebab sejak awal diterapkan pembatasan perjalanan internasional dan domestik, pariwisata langsung tertidur. Semua pelaku wisata dan agen perjalanan terpukul karena kehilangan pekerjaan.

Hingga akhir tahun ini, grafik penularan Covid-19 masih terus meningkat; belum ada tanda-tanda melandai. Semua orang pun tak dapat berbuat banyak selain menunggu virus yang muncul pertama kali di Wuhan, China, ini pergi. Syukur-syukur, dengan adanya vaksin, virus ini bisa diobati.

Dengan meredanya virus ini, pariwisata di Indonesia diharapkan bisa kembali bergairah. Terutama dengan adanya penemuan spot-spot baru destinasi wisata domestik.

Sandiaga Uno, salah satu pengusaha nasional dan pelaku usaha kreatif, menyampaikan di Indonesia masih banyak spot-spot wisata yang belum dimanfaatkan potensinya. Sejatinya, sektor pariwisata bisa menyejahterakan rakyat dan memastikan keberlanjutan ekonomi. 

"Padahal spot-spot itu bisa dikelola untuk membuka lapangan kerja, serta meningkatkan penghasilan masyarakat sekitarnya," kata Sandi di Jakarta, Sabtu (12/12). 

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mendukung rencana pemerintah menciptakan 10 Bali Baru. Namun, Indonesia tidak bisa hanya mengandalkan pada 10 Bali Baru saja, melainkan harus ada 100 destinasi lainnya yang berbasis kebudayaan. 

Menurut Sandi, potensi ekonomi pariwisata berbasis budaya perlu dibangun menjadi industri. Nantinya, industri pariwisata dapat membuka lapangan kerja dan menggerakkan ekonomi rakyat. 

"Karena di sisi budaya, di sisi seni tidak ada robotika, tidak ada artificial intelligence atau machine learning yang dapat bersaing dengan kekuatan kita dalam ekonomi berbasis budaya ini," ujar Cawapres 2019-2024 itu. 

Sandi optimistis dengan perkembangan pariwisata berbasis budaya di Tanah Air. Ia mendukung pemerintah lebih berperan dalam mengelola potensi-potensi di daerah. 

"Saya pikir kita bisa memiliki masa depan yang sangat seru di industri pariwisata, jika kita fokus pada jenis pariwisata berbasis budaya ini," pungkasnya.

Potensi budaya untuk dikembangkan berupa wisata warisan budaya dan sejarah, wisata belanja dan kuliner, serta wisata kota dan desa memang menjanjikan. Karena wisata berbasis budaya ini berbeda dengan potensi buatan manusia yang fokus pada pengembangan wisata MICE, wisata olahraga, dan objek wisata yang terintegrasi.

Kekayaan budaya harus dimanfaatkan secara baik demi menggerakkan sektor ekonomi kreatif yang berdampak langsung terhadap masyarakat.

Orang-orang dari luar negeri pun penasaran dengan keunikan budaya Indonesia. Tidak heran banyak sekali objek wisata budaya di Indonesia yang ramai dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia. Di destinasi wisata ini bisa didesain sedemikian agar tampak Instagramable agar bisa menarik lebih banyak turis milenial.

Wisata Budaya Populer

Dilansir dari berbagai sumber, ada banyak destinasi wisata berbasis budaya yang populer di Indonesia:

1. Pura Tanah Lot Bali

Pura Tanah Lot merupakan salah satu destinasi wisata budaya di Bali yang selalu ramai dikunjungi wisatawan, baik lokal maupun mancanegara. Di tempat ini ada dua pura yang berada diatas batu besar. Kedua pura tersebut adalah pura laut yang dijadikan tempat pemujaan dewa penjaga laut.

Selain karena pura yang indah, wisatawan yang datang ke sini juga suka dengan panorama alamnya. 

Di sana, ombak begitu besar dan jika mengenai batu, maka obak akan terpecah dengan sangat indah. Wisatawan juga banyak yang datang dengan tujuan untuk menikmati matahari tenggelam (sunset).

Lokasi Pura Tanah Lot ini adalah di Beraban, Kediri, Tabanan Bali. Dari pusat Kota Tabanan, lokasinya berjarak sekitar 13 kilometer ke arah selatan. 

Di sana juga ada Budaya Odalan yang diperingati setiap 210 hari sekali oleh masyarakat sekitar.

2. Candi Borobudur, Jawa Tengah

Candi Borobudur merupakan sebuah candi dari peninggalan Buddha di Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini berbentuk stupa dan menurut sejarah dibangun oleh penganut Buddha Mahayana pada abad ke-8 masehi.

Borobudur adalah mahakarya Buddha di Indonesia dengan teknik arsitektur yang megah dan bersahaja di Pulau Jawa. Di sana, wisatawan bisa melihat kekayaan lokal megalitik punden berundak.

Bangunan ini sudah menjadi salah satu Situs Warisan Dunia Unesco dan pernah menjadi satu dari 7 keajaiban dunia. 

Selain sebagai tempat wisata, Candi Borobudur masih sering dijadikan tempat ziarah keagamaan. Salah satunya dalam memperingati hari Trisuci.

3. Candi Prambanan, Sleman

Candi Prambanam juga disebut sebagai Candi Roro Jonggrang. Candi ini juga populer, sama seperti Candi Borobudur. Destinasi wisata Prambanan dibangun pada abad ke-9 masehi. Lokasinya ada di Prambanan, Sleman, tepatnya 17 kilometer dari pusat kota Yogyakarta.

Candi Prambanan juga termasuk Situs Warisan Dunia UNESCO. Candi Prambanan juga dicanangkan sebagai candi hindu terbesar di Indonesia. Di kancah internasional, candi ini dicanangkan sebagai candi termegah di Asia Tenggara.

Saat ini Candi Prambanan semakij mudah dijangkau, bahkan oleh transportasi umum. Lokasinya berada di pinggir jalan utama dan sangat mudah didatangi.

4. Pura Luhur Uluwatu, Bali

Pura Luhur Uluwatu di Bali merupakan salah satu pura yang cukup terkenal dan banyak dikunjungi wisatawan. 

Pura ini berada di ujung barat daya Pulau Bali dan berdiri di atas anjungan batu karang yang tinggi. Pura ini berbatasan langsung dengan laut.

Pura ini adalah jenis Pura Sad Kayangan yang dipercaya sebagai penyangga dari 9 mata angin oleh masyarakat Hindu di Bali. Lokasinya ada di Desa Pecatu, Kuta, Badung, Bali.

Selain karena puranya, lokasi ini menjadi populer karena dibawahnya ada Pantai Pecatu yang memiliki ombak besar dan sering dijadikan lokasi Selancar (surfing) kelas dunia. 

5. Istana Tirta Gangga, Bali

Istana Tirta Gangga sebenarnya adalah bekas istana kerajaan seperti Taman Sari water castle di Yogyakarta. Lokasinya ada di bagian timur Pulau Bali, yaitu di 5 kilometer dari Karangasem Bali.

Tirta Gangga menjadi terkenal dan sangat populer karena istana air ini merupakan salah satu taman air yang dimiliki oleh Kerajaan Karangasem. Wisatawan banyak yang datang untuk belajar sejarah.

Di Istana Air Tirta Gangga ink wisatawan bisa melihat labirin kolam dan air mancur yang dikelilingi oleh taman dan tanaman yang rimbun. Ada juga komposisi patung yang sangat pas dengan air.

6. Kapal Karam USS Liberty, Bali

Kapal Karam USS Liberty di Bali sebenarnya merupakan sebuah kapal perang akibat Perang Dunia II yang karam pada tahun 1942. Perairan di sekitar kapal karam ini akhirnya populer dan menarik perhatian wisatawan karena ditumbuhi oleh karang warna warni.

Karang warna waeni inilah yang menjadi tempat tinggal bagi banyak biota laut. Keindahan ini cukup unik dan memiliki nilai sejarah tinggi. Sehingga banyak wisatawan yang mampir dan mencoba menyelam di sana.

Karang di kapal karam ini banyak didatangi penyelam dari mancanegara yang penasaran dengan bangkai kapal dan keindahan biota lautnya. Bagaimana, tertarik untuk belajar sejarah di bawah laut? Coba saja datang ke sana.

7. Masjid Raya Baiturrahman, Banda Aceh

Salah satu wisata budaya adalah wisata religi. Dan bicara soal religi agama Islam di Indonesia, mungkin Aceh lah yang paling kuat menjalankan agama Islam. Salah satu wisata religi di Aceh yang fenomenal adalah Masjid Raya Baiturrahman.

Sebenarnya masjid ini adalah masjid Kesultanan Aceh yang dibangun pada tahun 1022 masehi oleh Sultan Iskandar Muda Mahkota Alam. Bangunan megah ini adalah miniatur Taj Mahal. Lokasinya ada di pusat Banda Aceh.

Sebagai tempat bersejarah, yang Masjid Raya Baiturrahman dijadikan sebagai tempat wisata yang memiliki keindahan arsitektur indah dengan ukirannya yang menarik dan halaman yang luas. Masjid ini juga menjadi saksi bisu bencana dahsyat tsunami Aceh yang tetap berdiri tegak.

8. Pura Tirta Empul, Bali

Pura Tirta Empul yang berada dk Bali ini adalah sebuah pura Hindu. Lokasi tepatnya ada di Kecamatan Tampaksiring, Kabupaten Gianyar Bali.

Pura ini terkenal dengan air sucinya. Air suci ini digunakan oleh orang-orang Hindu yanh mencari penyucian diri.

Pura ini dibangun pada tahun 962, yaitu pada masa Wangsa Warmadewa. Di sisi kiri pura terdapat sebuah vila modern. 

Pada awalnya vila ini dibangun untuk kunjungan Presiden Soekarno yang direncanakan terjadi pada 1954. Sekarang vila digunakan sebagai lokasi istirahat bagi tamu penting.

9. Pura Besakih, Bali

Pura Besakih adalah sebuah komplek pura yang merupakan pusat dari seluruh pura yang ada di Bali. Lokasinya berada di Desa Besakih, Kecamatan Rendang, Kabupaten Karangasem, Bali.

Diantara banyaknya pura yang terdapat di komplek Pura Besakih, ada satu pura terbesar yaitu Pura Penataran Agung. Pura Penataran Agung inilah pusat dari pura di seluruh komplek Pura Besakih.

Selain dijadikan sebagai tempat beribadah, Pura Besakih ini dijadikan objek wisata. Saat ini lokasi ini sedang diusulkan menjadi Situs Warisan Dunia UNESCO karena sudah cukup populer dan banyak dikunjungi wisatawan dari berbagai penjuru dunia.

10. Istana Maimun, Medan

Isatana Maimun merupakan sebuah Istana Kesultanan Deliyang di Medan. Istana ini juga merupakan ikon wisata Medan yang cukup populer.

Bangunan dari istana inj didesain berdasarkan corak Arsitektur Italia. Pemrakarsa pembangunan istana ini adalah Sultan Deli, yaitu Sultan Mahmud Al Rasyid pada tahun 1891.

Area bangunan memiliki luas sekitar 2.772 meter persegi. Istana ini terdiri dari 30 ruangan yang terbagi ke dalam 2 lantai. Ada 3 bagian dari istana inj, yaitu bangunan induk, bangunan sayap kiri, dan bangunan sayap kanan. Bangunan ini memadukan banyak unsur kebudayaan, yaitu Melayu (Islam), Spanyol, Italia, dan India.

11. Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta

Taman Mini Indonesia Indah (TMII) berlokasi di kawasan Timur Jakarta. TMII merupakan miniatur Indonesia, lengkap engkap dengan segala anjungan dari tiap-tiap propinsi. Wisatawan yang datang kebanyakan adalah wisatawan lokal.

Berwisata ke TMII bisa menjadi salah satu cara yang tepat untuk mempelajari budaya dari seluruh Indonesia secara praktis. Lewat miniatur-miniatur yang disediakan, wisatawan dapat mempelajari peninggalan sejarah, rumah dan pakaian adat, serta beberapa benda khas suku-suku di Indonesia.

Selain itu, di kawasan TMII juga terdapat beberapa museum yang bisa dikunjungi. Museum tersebut menyimpan benda-benda bersejarah dari seluruh Indonesia.

12. Keraton Yogyakarta, Yogyakarta

Keraton Kasultanan Ngayogyakarta Hadiningrat atau yang biasa dikenal sebagai Keraton Yogyakarta merupakan pusat dari museum kebudayaan Jawa, tepatnya di DI Yogyakarta.

Keraton bukan hanya merupakan tempat tinggal Sultan beserja keluarganya, melainkan juga sejak lama menjadi tempat wisata budaya suku Jawa di Yogyakarta yang tetap lestari hingga hari ink. Keraton Yogyakarta bahkan menjadi tujuan wisata utama para wisatawan Jogja.

Wisatawan yang datang ke sana bisa belajar dan melihat secara langsung tentang kebudayaan Jawa dan sejarah Keraton Yogyakarta dari dahulu hingga hari ini. Keraton Yogyakarta ini berdiri sejak 1755, yaitu setelah perjanjian Giyanti disahkan.

13. Festival Lembah Baliem, Papua

Festival ini adalah festival tahunan khas suku Papua. Festival Lembah Baliem ini diambil dari kepercayaan yang dianut oleh suku-suku setempat. 

Salah satu kepercayaan yang diyakini adalah bahwa perang bukan hanya merupakan sebuah konflik untuk memperjuangkan kepentingan dan kekuasaan belaka, melainkan juga menjadi simbol kemakmuran dan kesuburan.

Hal ini tentu saja bertentangan dengan misi perdamaian. Oleh karena itu, kurang lebih 20 tahun belakangan, pemerintah daerah setempat telah memberikan sosialisasi pada masyarakat sekitar mengenai perdamaian antar suku.

Lalu dibukalah Festival Lembah Baliem. Tujuannya adalah untuk menggantikan perang antar suku, sehingga ritual perang di pedalaman bisa beralih menjadi kesenian yang unik dan indah.

14. Festival Krakatau, Lampung

Festival Krakatau adalah festival rutin tahunan yang diadakan di Lampung. Seperti namanya, Fesitival Krakatau ini diadakan dalam rangka memperingati atau menghargai pulau vulkanik yang terkenal hingga mancanegara, yaitu Pulau Krakatau.

Selama festival, para wisatawan dapat menikmati bermacam-macam pertunjukkan khas daerah setempat. Salah satu pertunjukan dari Lampung yang terkenal adalah Karnaval Topeng Lampung dan atraksi gajah dari Way Kambas.

Jika ingin dapat melihat festival ini, carilah informasinya sebelum berangkat. Biasanya festival diadakan tiap antara bulan Juli sampai Oktober setiap tahunnya.

15. Toraja, Tana Toraja

Kabupaten Tana Toraja merupakan sebuah daerah yang terletak di Provinsi Sulawesi Selatan. Tana Toraja sudah lama menjadi destinasi wisata yang unik di Indonesia.

Wisatawan yang datang bukan hanya wisatawan lokal, melainkan juga wisatawan internasional yang penasaran dengan tradisi adat, arsitektur adat, sampai upacara adat Toraja.

Tana Toraja dihuni oleh Suku Toraja yang mendiami daerah pegunungan. Mereka mempertahankan gaya hidup yang khas. Bahkan mereka juga masih berpegang pada gaya hidup Austronesia yang dekat dengan alam.

Selain itu, ada juga beberapa wisata budaya di Indonesia yang cukup terkenal lain dan populer di masyarakat, seperti:

1. Gunung Bromo, dengan kekayaan budaya dari masyarakat suku Tengger yang masih sering menjalankan ritual adat hingga saat ini.

2. Pulau Komodo, dengan kekayaan khas Indonesia berupa hewan jenis naga yang hanya ada di Indonesia.

3 Lawang Sewu, yang merupakan peninggalan pemerintahan kolonial Belanda dan eksis hingga saat ini.

4. Kota Tua Jakarta, yang merupakan kawasan kota kuno dengan banyak museum dan bangunan kolonial Belanda.

5. Objek wisata ziarah para wali, yang tersebar merata di seluruh penjuru pulau Jawa.

Dengan kekayaan wisata budaya yang tersebar di seluruh tanah air, pemerintah hanya diminta untuk mengelola kawasan wisata agar memberi dampak positif bagi masyarakat. 

Perhatian dan anggaran sangat diperlukan untuk pengelolaan destinasi wisata ini.*

Posting Komentar untuk " Sulut Gairah Wisata Berbasis Budaya"