Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Sementara Sisir Korban Sriwijaya Air, Kopaska Dengar Teriak Minta Tolong

 

Anggota Kopaska mencari korban Sriwijaya Air.

Bukan suatu kebetulan, di tengah upaya pencarian korban kecelakaan Sriwijaya Air SJ-182, tiga personel Komando Pasukan Katak (Kopaska) Koarmada I mengevakuasi nelayan yang meninggal dunia di perairan Kepulauan Seribu.

Peristiwa itu terjadi pada Rabu (13/1) pagi ketika para personel menyisir perairan Kepulauan Seribu, Jakarta.

"Ada tiga personel Kopaska yang mengevakuasi jenazah tersebut," ujar Perwira Staf Operasi Satkopaska Koarmada I, Letkol Laut (P) Mukawat.

Ia mengatakan, personel Kopaska menyisir Pulau Laki dan Pulau Lancang untuk melanjutkan operasi SAR Sriwjaya Air.

Saat melintas di antara Pulau Bidadari dan Pulau Untung Jawa, mereka mendengarkan teriakan minta tolong dari arah kapal nelayan di sekitar lokasi pencarian.

"Saat itu cuaca buruk dengan gelombang besar dan angin kencang," kata Mukawat. "Di kapal itu, mereka menemukan dua nelayan, salah satunya telah meninggal dunia."

Para personel pun melaporkan kepada pimpinan untuk mengevakuasi jenazah sebelum melanjutkan operasi penyelaman pesawat Sriwijaya Air.

"Jenazah lalu dibawa ke pesisir terdekat, yakni Tanjung Pasir, Tanggerang, menggunakan Sea Rider-19," ujar Mukawat. 

Tiba di Tanjung Pasir, jenazah diserahkan kepada komandan pos AL untuk dilakukan penanganan selanjutnya. 

Satu korban selamat diketahui bernama Suryanto (30) dan korban meninggal bernama Rodia (50).

Panglima Komando Armada I Laksamana Muda Abdul Rasyid pun mengapresiasi upaya personel Kopaska yang mengevakuasi nelayan tenggelam di lautan.

"Di sela-sela kegiatan search and rescue (SAR) pesawat Sriwijaya Air, Kopaska masih turut menyelamatkan dua nelayan asal Tanjung Pasir, Tangerang," kata Rasyid.

Ia menambahkan bahwa dua nelayan yang tewas tersebut kemungkinan karena tidak bisa menahan arus air laut.

"Gelombang di sekitar perairan Kepulauan Seribu memang agak tinggi, bisa 2-3 meter sehingga untuk kapal nelayan berukuran kecil berisiko mengalami masalah," ungkapnya (JPNN).*

Posting Komentar untuk "Sementara Sisir Korban Sriwijaya Air, Kopaska Dengar Teriak Minta Tolong"