Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Betrand Peto Bukan Bintang Biasa

Betrand Peto.

Betrand Peto atau yang dikenal dengan sebutan lengkap Betrand Peto Putra Onsu bukanlah bintang biasa.

Remaja yang lahir di Cancar, Manggarai, NTT, 14 Maret 2005 ini adalah seorang penyanyi dan pembawa acara yunior yang paling memukau.

Aura kebintangannya terpancar bukan hanya dari ketampanannya, tapi terlebih karena keunikan suaranya.

Sejak didapuk oleh Ruben Onsu, ayah angkatnya, Betrand Peto kini telah menjelma menjadi salah satu artis remaja paling populer di kalangan masyarakat pencinta musik tanah air.

Akun media sosialnya diikuti oleh jutaan penggemar di seantero pertiwi.

Lebih moncer lagi, penggemarnya hampir ada di seluruh dunia.

Bentrand muncul seperti meteor; tak terduga dan tak diperhitungkan.

Di tangan Ruben Onsu dan Sarwendah, Betrand langsung melejit di belantika musik tanah air, bahkan namanya menenggelamkan musisi-musisi beken yang lebih senior darinya.

Rilis lagu-lagu terbarunya selalu menjadi trending topik di media sosial.

Hampir belum ada penyanyi yunior yang bisa menyaingi popularitas dan kebintangan Betrand Peto.

Bahkan kini Betrand Peto atau akrab disapa Onyo, menjadi ikon beberapa stasiun televisi swasta nasional.

Betrand seolah memiliki privilese pada televisi-televisi tersebut, di mana ia bisa mengeksplorasi kemampuannya dalam menyanyi dengan menyelenggarakan beberapa episode konser tunggalnya.

Barangkali ada hubungan simbiosis antara televisi dan Betrand, tetapi kebintangannya setidaknya telah berdampak positif pada signifikansi rating dan sharing televisi tersebut.

Betrand Peto lahir dari keluarga biasa. Tidak seperti artis-artis lain yang sudah memiliki infrastruktur seni yang memadai sejak masa kecil mereka.

Ia adalah anak kampung, polos dan alami. Sehari-hari ia tampak seperti anak-anak kampung lainnya.

Di kampungnya, Betrand sering membantu neneknya memberikan makanan babi dan menjual ikan. ia terlihat sangat sederhana.

Namun di atas panggung, Betrand menjelma menjadi seorang penyanyi profesional yang mempesona.

Ruben Onsu sering meneteskan air mata haru melihat keterpesonaan Betrand Peto di atas panggung.

Dalam hati, ia selalu menyampaikan terima kasih berlimpah kepada Tuhan, karena ia tidak memilih anak yang salah untuk dijadikan seorang bintang.

Ada satu kata yang senantiasa diungkapkan Ruben Onsu yaitu bahwa "rezeki tidak tertukar".

Ia yakin dan percaya bahwa Betrand merupakan rezeki yang diberikan Tuhan untuknya dan Sarwendah.

Pintu rezeki itu pertama terketuk tatkala ia menyaksikan Betrand menyanyikan lagu "Titip Rindu Buat Ayah" karya Ebiet G. Ade dalam sebuah video amatir.

Serta merta hati Ruben Onsu tersentuh oleh suara dan aura yang ada di dalam diri remaja asal Flores itu.

Barangkali Tuhan telah mengetuk pintu hati Ruben untuk mengasuh dan mendapuk Betrand menjadi seorang penyanyi remaja seperti saat ini.

Itulah yang membuat ayah dua anak itu langsung jatuh hati pada Betrand.

Betrand pun diundang ke acara Brownies (Obrowlan Manis) di Trans TV.

Setelah berhasil menunjukkan kebolehannya, Ruben dan Sarwendah pun meminang Betrand ke orangtuanya untuk dibawa ke Jakarta menjadi putra sulungnya, sehingga diberi nama Betrand Peto Putra Onsu.

Betrand makin terkenal ketika ia berduet dengan Judika menyanyikan lagu "Jikalau Kau Cinta" yang sempat populer di beberapa negara Asia.

Salah satu lagu pertama yang dinyanyikan untuk album solonya adalah "Sahabat Kecil" (2019). Kemudian, menyusul beberapa lagu lain yang selalu menjadi trending di media sosial.

Teranyar, ia merilis lagu berjudul "Sekali Lagi" (2021) yang kemudian mematangkan karir musiknya.

Kini, anak dari Fredy Peto (ayah) dan Maria Oktaviana (ibu) itu sudah mulai terlihat dewasa dan atletis.

Hal yang membuat para penggemar perempuan makin tergila-gila padanya.

Betrand, bukanlah bintang biasa. Ia hanya biasa dalam keseharian, tapi kebintangannya mempesona di atas panggung pertunjukan.

Ia akan terlahir sebagai bintang masa depan musik tanah air.*

Posting Komentar untuk "Betrand Peto Bukan Bintang Biasa"