Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jokowi Minta Umat Kristen Sukseskan Vaksinasi Covid-19

Jokowi menerima suntikan vaksin kedua.

Presiden Joko Widodo menyadari bahwa peran umat beragama di Indonesia dalam menyukseskan program vaksinasi nasional sangatlah penting.

Pemerintah tidak bisa berjalan sendirian dalam memerangi pandemi terbesar dalam sejarah manusia ini, demikian kata Jokowi.

Tidak cukup dengan bekerja keras jika masyarakat tidak mau bergandengan tangan, bersatu hati untuk melawan penularan wabah dari China tersebut.

Karena itu, presiden yang ramah dan rendah hati ini mengajak seluruh umat Kristen untuk turut menyukseskan program vaksinasi Covid -19 yang dicanangkan pemerintah saat ini.

Kepada Persekutuan Gereja-Gereja Indonesia (PGI), misalnya, Jokowi meminta agar ikut mengedukasi masyarakat bahwa vaksinasi menjadi jalan untuk pulih dari pandemi Covid-19.

“Saya mengajak seluruh umat Kristiani dan jajaran PGI, di mana pun berada untuk bersama-sama membantu pemerintah menyukseskan program vaksinasi ini. Ikut mengedukasi masyarakat, memberikan informasi yang benar bahwa vaksinasi akan menjadi salah satu jalan untuk bisa pulih dan bangkit dari pandemi,” ujarnya dalam Sidang Majelis Pekerja Lengkap (MPL) PGI, Senin (25/1).

Jokowi sendiri telah melakukan vaksinasi perdana pada 13 Januari untuk suntikan pertama. Suntikan kedua juga telah dilakukan pada Rabu, 27 Januari.

Ini menjadi bukti bahwa Jokowi begitu mencintai masyarakat Indonesia, yaitu dengan menjadi contoh yang baik bagaimana harus divaksinasi.

Jokowi tidak sendirian, tetapi bersama dengan sederet pejabat tinggi negara lainnya.

Jokowi mau menunjukkan bahwa pejabat negara harus berdiri di depan penderitaan rakyatnya.

Saat ini, pemerintah sudah memesan 426 juta dosis vaksin dari 4 perusahaan dan negara yang berbeda. 

Salah satunya dari perusahaan farmasi asal China, Sinovac-Biotech.

Sebanyak 1,3 juta dosis telah didistribusikan ke seluruh provinsi dan sudah mulai diberikan ke masyarakat, terutama tenaga kesehatan dan pejabat pemerintah.

Selain itu, untuk vaksinasi, pemerintah menyiapkan sekitar 30 vaksinator di 10 ribu Puskesman dan 3.000 rumah sakit di Indonesia.

Secara keseluruhan, vaksin akan diberikan kepada sekitar 181,5 juta masyarakat yang berusia di atas 18 tahun dan tidak menderita penyakit tertentu.

Salah satu penyakit yang tidak bisa menerima vaksin adalah HIV, TBC, asma, diabetes, jantung, paru--paru, termasuk penyintas Covid-19.

Vaksinasi akan diberikan selama dua tahap, yaitu Januari-April 2021 dan Mei 2021-Maret 2022.

Namun Jokowi meminta agar pemberian vaksinasi lebih cepat paling tidak sebelum akhir tahun ini.

Hal itu untuk lebih cepat meredam transmisi virus dan segera berakhirlah pandemi ini.

Namun Jokowi kembali menegaskan bahwa protokol kesehatan harus tetap dilaksanakan meskipun telah mendapatkan vaksinasi.

“Meskipun vaksinasi dilakukan, protokol kesehatan harus tetap diterapkan dengan disiplin. Jangan dianggap remeh," ungkap mantan Walikota Solo.*

Posting Komentar untuk "Jokowi Minta Umat Kristen Sukseskan Vaksinasi Covid-19"