Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

KAE Kembali Tiadakan Misa Mulai 1 Februari

 

Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota.

Uskup Agung Ende Mgr. Vincentius Sensi Potokota menghimbau agar perayaan Ekaristi di Keuskupan Agung Ende (KAE) kembali diberhentikan atau ditiadakan menyusul tingginya penularan Covid-19.

"Imbauan ini dikeluarkan oleh Keuskupan Agung Ende merujuk pada data-data valid dari Satuan Tugas Penanganan Wabah Covid-19 dan mempertimbangkan semua panduan, kebijakan dan imbauan resmi dari para pihak yang berwewenang di wilayah kita," ujar Uskup Sensi.

Wilayah KAE meliputi Kabupaten Ende, Nagekeo, dan Ngada di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Di KAE ada dua kevikepan, yaitu Kevikepan Ende dan Kevikepan Bajawa.

Mengutip Flores Pos, Rabu (27/1), peniadaan misa akan dimulai pada 1 Februari sampai dengan diterbitkannya kebijakan baru.

Dalam surat edaran yang diterbitkan pada Rabu ini, Uskup Sensi meminta agar segenap umat Katolik di KAE menghindari kerumunan. Salah satunya dengan meniadakan perayaan ekaristi.

Uskup Sensi pun meminta agar umat tidak menuntut pelayanan imam di daerah berisiko penularan tinggi.

Untuk para imam, ia menghimbau agar tetap waspada dan taat dengan memberikan teladan yang baik dalam menjalankan protokol kesehatan.

Untuk mengakomodasi kepentingan umat, Uskup Sensi meminta imam wajib merayakan ekaristi harian untuk mendoakan intensi-intensi umat. 

Misa peringatan khusus, misa arwah, ulang tahun, syukuran dapat dirayakan secara terbatas di gereja atau kapela, setelah memastikan adanya jaminan kepatuhan pada prokes oleh semua pihak yang terlibat di dalamnya.

Uskup Sensi hanya meminta imam hanya boleh melayani sakramen Pengurapan Orang Sakit kepada yang membutuhkan dan merayakannya dalam ibadat singkat dengan tetap memperhatikan prokes.

Ibadat pemberkatan jenazah dapat dilayani imam atau katekis/awam terlatih dengan ketentuan khusus, dilaksanakan hanya di rumah saja dan dihadiri oleh keluarga inti (maksimal 20 orang) serta tetap memperhatikan prokes lainnya secara ketat.

Uskup Sensi menegaskan, semua bentuk pertemuan pastoral umat pada semua tingkatan ditiadakan  untuk sementara.

Khusus untuk komunitas seminari dan biara-biara, diizinkan untuk merayakan ekaristi secara amat terbatas atau tidak terbuka untuk umum.

Uskup Sensi menyarankan umat untuk tetap beraktivitas rohani secara mandiri di rumah masing-masing seperti doa pantang puasa, novena, serta membaca dan merenungkan Kitab Suci.

KAE pertama meniadakan perayaan ekaristi pada Maret 2020 lalu.

Kala itu, Uskup Sensi mengeluarkan instruksi pastoral meniadakan semua aktivitas gerejani atau keagamaan yang melibatkan banyak orang selama sebulan, mulai Maret hingga April.*

Posting Komentar untuk "KAE Kembali Tiadakan Misa Mulai 1 Februari"