Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kapolri Bantah Stigma Islam Terkait Aksi Terorisme

Kapolri dan pimpinan Muhammadiyah.

Kapolri Listyo Sigit Prabowo membantah stigma sosial yang menyematkan Islam selalu terkait dengan aksi terorisme.

Menurut mantan Kepala Kabareskrim, stigma yang beredar luas di masyarakat itu tidaklah benar.

Kapolri pilihan Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa tidak ada satu agama pun yang mengajarkan kekerasan, termasuk aksi terorisme.

Sebaliknya, agama selalu mengajarkan toleransi, perdamaian dan persatuan antarsesama umat manusia.

"Jadi, saya sampaikan bahwa dari kemarin bahwa tidak ada agama manapun yang mengajarkan mengenai hal-hal yang sifatnya seperti terorisme dan intoleransi," ungkap Sigit Prabowo saat bersilahturahmi dengan pengurus PP Muhammadiyah di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (29/1).

Sigit Prabowo dilantik Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta pada 27 Januari. Pelantikan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Sesuai visi kepemimpinannya, Sigit Prabowo berjanji akan meningkatkan upaya pencegahan penyebaran ajaran radikalisme di masyarakat. 

Ia menyebutkan, Polri tidak serta merta menghukum para pelaku radikalisme. Namun melalui upaya rehabilitasi, Polri akan membawa mereka kembali ke jalan yang benar.

"Kalau ada saudara-saudara kita yang tersesat dengan hal tersebut. Makanya itu nanti saya sampaikan itu bagaimana kita mencegah dan memperbaiki dengan upaya moderasi dan itu sudah jelas. Kecuali itu sudah melakukan terlalu jauh dan melakukan tindak pidana itu kita akan proses," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengaku mendapatkan banyak masukan. 

Dia menuturkan salah satu masukan berkaitan dengan harapan PP Muhammadiyah agar Polri lebih adil, jujur, dan transparan.

Tak hanya itu, ia juga mengaku sempat membicarakan mengenai isu terorisme dengan pengurus PP Muhammadiyah. 

Dia mengaku sepakat untuk melakukan pendekatan moderasi beragama terkait isu terorisme.

Kapolri menuturkan kedatanganya kali ini sebagai bagian dari silahturahmi kepada salah satu organisasi masyarakat muslim terbesar di Indonesia. 

Polri ingin melakukan banyak kerjasama dengan Muhammadiyah, salah satu organisasi Islam terbesar di Indonesia, selain Nahdatul Ulama.

"Karena memang PP Muhammadiyah sebagai salah satu ormas muslim terbesar yang sudah berdiri sebelum kemerdekaan, yaitu tahun 1912 tentunya adalah kewajiban kami dari kepolisian untuk sowan," ungkapnya.

Sigit Prabowo berharap kerjasama antara Polri dan Muhammadiyah ke depannya terus berkembang dan makin ditingkatkan.

"Banyak hal banyak kegiatan dan banyak program-program yang harus kami laksanakan ke depan yang tentunya kami akan lebih kuat kalau kami dibantu oleh PP Muhammadiyah," katanya. (Bacanews)*

Posting Komentar untuk " Kapolri Bantah Stigma Islam Terkait Aksi Terorisme"