Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Perang Raffi Ahmad vs Ernest Prakasa-Sherina Munaf

Ernest Prakasa dan Raffi Ahmad.

Raffi Ahmad sedang mendapat kecaman keras dari netizen, terutama dari kedua rekan sesama artisnya, Ernest Prakasa (komika) dan Sherina Munaf (aktris/komposer).

Hal itu karena sikapnya yang mengabaikan protokol kesehatan dalam sebuah acara pesta keluarga usai divaksin, Rabu (13/1) malam di sebuah kawasan di Jakarta.

Dalam acara pesta tersebut, ia ditemani beberapa rekan artinya, termasuk istrinya, Nagita Slavina.

Selain itu, ada Anya Geraldine, Gading Marten, Sean Gelael, Uus, Aurélie Moeremans, dan Once Mekel.

Komisaris Pertamina Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok terlihat turut hadir dalam momen tersebut.

Malam itu, Raffi terlihat tak memakai masker, seolah vaksin telah bekerja maksimal melawan infeksi Covid-19, lalu foto bersama dengan teman-temannya.

Perisitiwa tersebut terekam dalam IG Story-nya dan juga IG Story selebgram Anya Geraldine, sebelum dihapus, sesaat setelah netizen berekasi keras atas kejadian itu.

Namun IG Story tersebut terlebih dulu di-screenshoot netizen yang kemudian menjadi viral pada Kamis (14/1) siang. Topik pembahasan #Raffi mencapai 71 ribu kali di Twitter.

Netizen akhirnya mengarahkan kemarahan mereka kepada pemilik RANS Entertainment karena dianggap tidak memberikan sikap etis di depan publik, sebagai bentuk tanggungjawabnya terhadap kepercayaan Jokowi.

Sherina Munaf, misalnya, berekasi keras terhadap sikap Raffi Ahmad yang dianggap menyia-nyiakan kepercayaan pemerintah, terutama Presiden Jokowi.

"Halo Raffi Ahmad, setelah divaksin bukan berarti keluyuran rame-rame dong. Anda dipilih jatah awal-awal vaksin karena followers banyak. Dengan alasan yang sama, tolong berikutnya konsisten beri contoh yang baik. `Please you can do better than this. Your followers are counting on you`," tulis Sherina di Twitter-nya.

Komika Ernest Prakasa pun menyesalkan sikap rekan sesama artisnya itu. Ia menilai, sikap Raffi menegasikan kepercayaan yang telah diberikan orang nomor satu di Indonesia.

"Yup, saya berhasil terlihat tolol. But it`s really not about me. Tindakan Raffi menurut saya keterlaluan dan tidak menghargai keistimewaan yang ia dapatkan," ujarnya.

Sebelumnya, Ernest mendukung upaya Jokowi memanggil Raffi untuk divaksin pertama kali di Istana Negara Jakarta, bersama dengan sejumlah pejabat tinggi negara.

"Saya mendukung Raffi Ahmad divaksinasi duluan. Dia sangat berpengaruh ke masyarakat luas, dan pemerintah butuh meyakinkan masyarakat untuk mau segera divaksin," katanya.

Usai dikritik Sherina dan Ernest, dr Tirta mengaku sudah menghubungi Kepala Satgas Covid-19 Doni Monardo terkait viral Raffi Ahmad menghadiri pesta setelah divaksinasi.

"dr Tirta menyebut masalah ini tengah dibahas pihak Istana bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin," tulis MGT RADIO Bandung lewat akun Twitter-nya.

Setelah ditegur pihak istana dan Satgas Covid-19, Raffi Ahmad pun meminta maaf terkait foto-fotonya yang menjadi viral di media sosial karena melanggar aturan prokes.

Melalui unggahan terbaru di akun Instagramnya, Raffi Ahmad meminta maaf kepada masyarakat Indonesia dan juga Presiden Joko Widodo atas kegaduhan yang terjadi.

Ia pun mengakui kesalahannya yang telah melanggar protokol kesehatan dengan berkerumun dan tidak memakai masker.

"Terkait kejadian tadi malam saya ingin sedikit klarifikasi. Tapi sebelumnya saya ingin minta maaf yang sebesar-besarnya, saya minta maaf kepada bapak Presiden Jokowi, kepada seluruh staf yang ada di sekretariat presiden dan juga sekali minta maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia atas peristiwa tadi malam," kata Raffi Ahmad dalam video unggahannya, Kamis (14/1).

Raffi Ahmad mengatakan bahwa acara yang dihadirinya itu diadakan di kediaman ayah dari salah satu temannya. Dia juga menjelaskan bahwa sebelum masuk ke rumah sudah menjalankan protokol kesehatan.

"Di situ kondisinya juga memang sebelum masuk ke rumahnya mengikuti protokoler. Tapi pas di dalam kebetulan saya lagi makan tidak pakai masker, ada yang foto, tapi apa pun itu saya juga minta maaf karena kejadian ini jadi heboh," terangnya.

Ia mengaku tidak ingin mengecewakan banyak pihak. Apalagi dia juga menjadi orang yang pertama kali mendapatkan giliran vaksin Covid-19 sebagai perwakilan milenial.

"Saya juga tidak ingin mengecewakan banyak pihak. Apalagi kemarin juga saya beruntung banget Alhamdulillah dapat kesempatan untuk divaksin yang pertama," tuturnya.

"Maka dari itu permintaan maaf saya untuk masyarakat Indonesia, untuk pak Presiden, untuk semuanya yang sudah kemarin mempercayai saya," imbuhnya.

Raffi Ahmad juga berterima kasih kepada semua pihak yang telah menegurnya baik melalui sosial media ataupun menghubungi secara langsung.

Ke depannya Raffi berjanji tidak akan mengulangi lagi kesalahannya tersebut dan kembali mengingatkan bagi semua untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dimanapun berada.

"Sekali lagi kita jaga kesehatan yang paling penting kita jaga diri sendiri, keluarga kita dan juga Indonesia," ungkapnya.

Raffi Ahmad diketahui melakukan vaksinasi perdana bersama dengan Presiden Jokowi dan pejabat tinggi lainnya di beranda Istana Negara, Jakarta, Rabu (13/1) pagi.

Acara penyuntikan vaksin disiarkan secara langsung oleh televisi nasional dan Youtube lembaga tinggi negara.

Raffi Ahmad, 33, dipilih untuk mewakili kelompok milenial dalam upaya menarik lebih banyak dukungan menyukseskan program vaksinasi massal.

Melalui unggahan di akun media sosial, ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan Presiden Jokowi dalam kesempatan menerima suntikan vaksina Sinovac.

"Hari ini vaksin perdana Pak Jokowi. Terima kasih atas kepercayaan. Untuk Indonesia tercinta ayo vaksin. Ayo, jangan takut vaksin guys," ujar Raffi seperti terlihat di unggahan Instagramnya, Rabu (13/1), dengan menampilkan foto bersama Presiden Jokowi seusai divaksinasi di Istana Negara, Jakarta.

"Semoga kita sehat selalu dan virus jahat Covid-19 lenyap dari bumi ini dan Indonesia. Dan kalau sudah vaksin, tetap patuhi protokoler kesehatan," tambah presenter yang memiliki pengikut IG terbanyak, 49,4 juta orang.

Selain Ernest Prakasa, banyak pihak yang mendukung keterpilihan Raffi Ahmad sebagai influencer vaksin Covid-19.

Pendiri organisasi nirlaba The Cure For Tommorow Alanda Kariza, misalnya, memandang bahwa keterpilihan Raffi Ahmad sebagai influencer merupakan upaya pemerintah untuk meningkatkan kadar kepercayaan publik terhadap vaksin.

"Sejujurnya, menjadikan Presiden (Jokowi) dan Raffi Ahmad menjadi salah satu yang pertama divaksinasi, disiarkan langsung di TV, adalah langkah yang baik dan sejalan dengan rekomendasi dari `behavioral scientist` untuk meningkatkan penerimaan dan serapan vaksin dalam jangka panjang," ujarnya melalui akun Twitter-nya.*

Posting Komentar untuk "Perang Raffi Ahmad vs Ernest Prakasa-Sherina Munaf"