Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Target 1,5 Juta Wisatawan untuk Labuan Bajo

Pulau Padar. Instagram/cindycinn.

Pemerintah telah mengarahkan perhatiannya untuk Labuan Bajo. Januari tahun lalu, Presiden Joko Widodo menjadikan Labuan Bajo sebagai pariwisata super premium.

Terminologi ini agaknya kurang diterima masyarakat. Pasalnya ambisi Jokowi untuk membangun Labuan Bajo dinilai mengabaikan pelestarian ekosistem alam.

Salah satunya adalah proyek ambisius Jokowi untuk menjadikan Pulau Rinca sebagai Geo Park. Konsep itu dianggap bertentangan dengan upaya konservasi dan pelestarian habitat Komodo.

Tapi bagaimanapun, kita harus bergerak maju. Ada mimpi di depan yang sedang dikejar.

Bagi Jokowi, Labuan Bajo memiliki potensi luar biasa yang harus didorong agar menghasilkan sumber devisa maupun pendapatan bagi masyarakat.

Labuan Bajo tidak boleh kalah saing dengan Bali, yang telah menjadi "surga" bagi wisatawan Eropa.

Dengan optimisme tinggi, Jokowi ingin mendesain Labuan Bajo sebagai pusat pariwisata yang terintegrasi dengan wisata lain di Pulau Flores dan NTT.

Dengan demikian, jumlah wisatawan tiap tahun terus naik dan berdampak pada perbaikan kesejahteraan masyarakat lokal.

Untuk target wisatawan, memang harus dipatok lebih tinggi.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) Shana Fatina misalnya menargetkan 1,5 juta wisatawan berkunjung ke Labuan Bajo setiap tahunnya.

Target tersebut seiring pengembangan Labuan Bajo dengan status 'super prioritas' pada tahun 2019.

Jumlah wisatawan ke Labuan Bajo sejauh ini masih berada di kisaran 250 ribu per tahun.

Untuk mencapai target tersebut, pemerintah butuh empat kali lipat upaya agar bisa mencapai 1,5 juta wisatawan. Ini tentu tidak mudah.

"Kita mau mengejar jumlah kunjungan. Jumlah kunjungan saat ini baru 250.000 wisatawan mancanegara per tahun," kata Shana dalam diskusi virtual bertajuk 'Labuan Bajo, New Bright Future Paradise', yang digelar Garuda Infrastructure, Kamis (28/1).

Dari target 1,5 juta wisatawan, Shana merinci, target untuk wisatawan mancanegara atau asing sebanyak 500.000 orang, sementara wisatawan domestik 1 juta orang.

Target ini memang dibilang terlalu muluk dengan kondisi pandemi yang masih menggelayut di langit pertiwi. Padahal selama pandemi, jumlah wisatawan menurun drastis.

"Pandemi sangat berdampak terhadap wisata di Labuan Bajo," kata Shinta.

Selain menurunnya jumlah kunjungan, pandemi Covid-19 juga mengakibatkan terhambatnya pembangunan infrastruktur di Labuan Bajo yang kini tengah digenjot pemerintah.

Salah satu tujuan pembangunan infrastruktur adalah untuk persiapan pertemuan KTT G20 pada tahun 2023 mendatang.

Jadi, dari yang sebelumnya selalu berpusat di Bali, pemerintah bakal pindahkan venue-nya ke Labuan Bajo. Dengan demikian, arus wisatawan pun ikut berpindah.

Kita berharap, pembangunan Labuan Bajo terus menjadi komitmen pemerintah dan jangan sampai putus di tengah jalan.

Apapun rintangan, pemerintah mesti tetap berpacu demi tujuan yang lebih besar.*

Posting Komentar untuk "Target 1,5 Juta Wisatawan untuk Labuan Bajo"