Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dukun Banyuwangi Gelar Festival Santet

Ilustrasi perdukunan.

Dunia kini makin menjadi-jadi. Virus corona belum hilang, eh muncul lagi kejadian aneh yang lain.

Apakah ini pertanda buruk menuju ambang batas dunia? Atau, apakah ini hari penghakiman atas dunia?

Tidak ada yang tahu.

Tapi peristiwa 'ganjil' ini terjadi di Banyuwangi, Jawa Timur. Mungkin ini pertama kali di Indonesia.

Sejumlah dukun mendeklarasikan berdirinya Persatuan Dukun Nusantara (Perdunu). Acara deklarasi terlaksana di Desa Sumberarum, Kecamatan Songgon, Banyuwangi, Rabu kemarin.

Tujuan didirikannya Perdunu adalah agar masyarakat tak terjerumus dengan aksi dukun abal-abal dan menjerumus kepada penipuan.

Rencananya, Perdunu akan menggelar festival santet di Banyuwangi.

Ketua Umum Perdunu Gus Abdul Fatah Hasan mengatakan, festival santet akan dilakukan pada Bulan Suro atau Muharam tahun ini.

Festival ini akan menjelaskan tentang ilmu-ilmu spiritual yang masih ada di Banyuwangi hingga kini.

"Kita akan menggelar Festival Santet. Banyak macam yang akan kita gelar di festival. Nanti bagaimana pengenalan orang terkena santet atau sihir. Dan juga kita kenalkan destinasi mistis di Banyuwangi," terang Gus Abdul kepada Detik.com.

Tak hanya itu, nantinya juga dikenalkan dengan destinasi mistis di Banyuwangi. Di antaranya Alaspurwo, Rowo Bayu dan Antaboga di Kecamatan Glenmore. Seram ya!

Belum tahu pasti tamu-tamu yang diundang ke festival ini. Atau dukun-dukun dari daerah mana saja yang bakal mempertontonkan kekuatannya.

Tapi jika kamu berkesempatan, silahkan mampir ya. Ini bakal keren sekali!

Apalagi kalian selama ini penasaran dengan wujud dukun itu seperti apa. 

Kan tidak semua dukun itu seram. Ada juga dukun yang cantik.

Melihat langsung, dijamin bakal menjadi pengalaman istimewa seumur hidup.

Tidak ketinggalan, nantinya kamu bisa menyaksikan model atau versi perdukunan dari masing-masing daerah di festival ini.

Dan jika memang ini keren dan mengagumkan, bisa jadi ini peristiwa bukan 'ganjil' lagi kan?

Salah satu kegiatan yang paling dekat dilakukan, kata Gus Abdul, adalah acara doa bersama dan pengobatan gratis. Rencananya digelar akhir bulan ini.

Doa bersama bertujuan agar masyarakat Banyuwangi terhindar dari bahaya. Sedangkan pengobatan gratis dilakukan untuk berbagai macam penyakit.

"Program kerja kita paling dekat adalah doa bersama dan kegiatan pengobatan gratis," ujar Gus Abdul.

Banyuwangi dipilih karena memang daerah ini merupakan salah satu daerah dengan kekuatan dukun terbaik.

Bahkan dukun-dukun dari Dayak (Kalimantan), Pangandaaran (Banten) dan daerah Jawa lainnya mengakui itu.

Dalam mitologi Jawa, ada yang menyebutkan bahwa kepala perdukunan dahulu kala ada di daerah paling timur Pulau Jawa ini.

Kalian tentu ingat kan peristiwa pembunuhan dukun santet di Banyuwangi tahun 1998, yang berlangsung selama 8 bulan, dari Februari-September 1998.

Saat itu, banyak dukun santet Banyuwangi yang dibunuh orang sipil dan orang asing yang disebut "ninja". Motif pembunuhan sampai saat ini belum terungkap.

Kasus pembunuhan itu merupakan salah satu memori masyarakat yang hingga kini tidak terlupakan.

Banyak korban berjatuhan, satu hari bisa mencapai 10 orang korban.

Tragisnya, tidak semua yang dibunuh adalah murni dukun santet, tapi juga orang-orang yang 'dicurigai' memiliki ilmu supranatural.

Selain Banyuwangi, daerah lain seperti Papua, Maluku dan NTT juga disebut-sebut memiliki ilmu perdukunan terkuat.

Di NTT, hampir di setiap kampung memiliki dukun atau orang pintar.

Mereka tidak hanya menyembuhkan orang, tapi ada juga memiliki tujuan jahat yaitu membunuh orang.

Kekuatan untuk membunuh ini biasa disebut suanggi (Ata Polo). Mereka bisa terbang malam hari untuk mencari mangsa yang diincarnya.

Motif pembunuhan mereka bervariasi, tapi mayoritas karena terdorong api cemburu sosial.

Sementara, modus pembunuhan biasanya dengan membuat orang sakit, lalu mati.

Orang yang sakit bisa disembuhkan kecuali dibantu atau diobati oleh dukun lain yang memiliki kekuatan lebih untuk mengusir ilmu santetnya.

Ada beberapa daerah yang memiliki kekuatan santet terkuat, antara lain di Timor, Alor, dan Sumba.

Di Flores juga ada, tapi kekuatan mereka tidak sebanding dengan di daerah itu. Ini kata orang sih. Saya hanya mendengar dari cerita beberapa orang yang bisa dipercaya.

Dengan adanya festival santet di Banyuwangi, apakah nanti dukun-dukun di NTT bisa menyelenggarakan event serupa.

Tentu harapannya agar event itu berguna bagi masyarakat setempat, bukan untuk membahayakannya.*

Posting Komentar untuk "Dukun Banyuwangi Gelar Festival Santet"