Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Haru! Pasien Covid-19 Doakan Mazmur 91 Sebelum Meninggal

Kitab Suci/Ilustrasi.

Tuhan senantiasa hadir dalam setiap kesempatan hidup manusia. Dimanapun dan kapanpun, Ia akan selalu hadir.

Tatkala sedih atau gembira, susah atau senang, sakit atau sehat, Ia tak pernah meninggalkan hamba-Nya.

Demikianlah kira-kria ungkapan iman Maria Natalia Sahertian, seorang pasien Covid-19 asal Maluku.

Ketika jatuh sakit karena terinfeksi Covid-19, perempuan 34 tahun itu selalu percaya akan kasih Tuhan.

Buktinya ia tunjukkan melalui ungkapan imannya yang luar biasa. 

Ketika menghadapi sakratul maut, ia meminta perawat di RSUD Haulussy, Ambon, membacakan ayat Kitab Suci.

Perawat tersebut bernama Gisla Latukolan (32). Maria juga memeluk perawat tersebut erat-erat.

Maria juga meminta Gisla membelai rambutnya, menemani tidur bersama hingga membaca Alkitab.

Kutipan Kitab Suci yang ingin didoakannya adalah Mazmur 91.

Salah satu ayat dalam Mazmur tersebut berbunyi: "Sungguh, Dialah yang akan melepaskan engkau dari jerat penangkap burung, dari penyakit sampar yang busuk" (ayat 3).

"Engkau tak usah takut terhadap kedahsyatan malam, ... terhadap penyakit sampar yang berjalan di dalam gelap" (ayat 5-6).

Selain berdoa dengan Mazmur, Maria juga meminta perawat bernama Eby Lamatokan (30) menyanyikan lagu rohani hingga perlahan-lahan menghembuskan napas terakhir.

Maria diketahui turut bernyanyi lagu rohani tersebut sebelum meninggal.

Maria meninggal di rumah sakit itu pada Selasa (9/2) dini hari.

"Almarhumah sebelum meninggal meminta perawat membaca Mazmur: 91 Dalam lindungan Allah. Almarhumah juga meminta menyanyikan lagu rohani mengantar napas-napas terakhir," kata Lenny Futwembun (30) perawat RSUD Haulussy, Ambon, Kamis (18/2) malam.

Maria dirawat di RSUD Haulussy Ambon dengan gejala komorbid atau penyakit bawaan setelah menjalani pencucian darah sejak Rabu (3/2).

Di sana, ia dirawat selama seminggu di ruang khusus pasien Covid-19.

Seminggu kemudian, penyakit yang dideritanya makin parah.

Mulai Senin (8/2) pukul 22.00 WIT, Maria mulai gelisah di tempat perawatan.

Namun setelah didoakan dan dinyanyikan lagu rohani oleh perawat, hatinya pun tenang dan gembira.

Maria mengaku sedih karena di saat-saat terakhir hidupnya, ia tidak ditemani keluarga (suami dan anaknya).

Hal itu karena protokol kesehatan yang tidak mengizinkan keluarga untuk membesuk pasien Covid-19.

Jenazah Maria pun akhirnya dikebumikan di Taman Corona, Desa Hunuth, Durian Patah, Kota Ambon.

Sebelum dimakamkan, Pastor Pius Titirloloby memimpin doa pelepasan jenazah di mobil ambulans.

Betapa harunya peristiwa yang menimpa Maria.

Peristiwa ini menjadi refleksi bagi iman kita bahwa dalam situasi apapun, kita tetap mengandalkan Tuhan.*

Sumber: CNN Indonesia

Posting Komentar untuk "Haru! Pasien Covid-19 Doakan Mazmur 91 Sebelum Meninggal"