Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Mantan Ketua STFK Ledalero Berpulang, Begini Kesaksian Rektor Unwira Kupang

Pater Servulus Isaak, SVD.

Kabar duka dari tarekat Societas Verbi Divini (SVD) pada Senin (1/2) pagi.

Pater Servulus Isaak, SVD, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Umum Daerah Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT.

"Pater Servulus Isaak, SVD, meninggal dunia hari ini, Senin, 1 Februari 2021 di RSUD Komodo, Labuan Bajo, Manggarai Barat, Flores, NTT. Demikian informasi dari Pater Yosep Bala, SVD, di Labuan Bajo pagi ini," tulis Yohanes Sehandi, Dosen Universitas Flores di akun media sosialnya, Senin.

Mantan Rektor STFK Ledalero Maumere ini dinyatakan meninggal karena terinfeksi Covid-19 sejak tengah bulan ini.

Pater Servulus diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes.

Pada 18 Januari, mantan Provinsial SVD Ruteng ini jatuh sakit dan sempat dirawat di Rumah Sakit St. Rafael, Cancar, Ruteng, Manggarai.

Dalam pemeriksaan di RS Cancar, ternyata mendiang terkonfirmasi positif Covid-19, sehingga harus dilarikan ke RSUD Komodo, Labuan Bajo.

"Setelah bergulat dengan diabetes dan Covid-19, Tuhan menghendaki lain bagi Pater Servulus. Ia memanggil hamba-Nya untuk kembali ke rumah-Nya pada Senin, 1 Februari 2021," ujar Provinsial SVD Ruteng Pater Paulus Tolo SVD kepada Katoliknews.com.

Pihak Provinsialat SVD Ruteng saat ini sedang bernegosiasi dengan Satgas Covid-19 Manggarai Barat dan Satgas Covid-19 Manggarai agar jenazahnya bisa dimakamkan di pemakaman Biara SVD di Kuwu, Manggarai.

Rektor Universitas Widya Mandira Kupang Pater Philipus Tule, SVD, dalam sebuah pernyataan bersaksi bahwa mendiang merupakan salah Saudara dan rekan dosen yang amat terbuka.

Dalam memimpin dan membina tarekat SVD, terutama para konfrater, Pater Servulus selalu bersikap sportif dan tidak mudah menghakimi konfraternya.

Hal itu bisa terlihat dari cara pembinaannya kepada para seminaris di Seminari Menengah Yohanes Berkhmans Todabelu Mataloko dan frater SVD di Seminari Tinggi St. Paulus Ledalero.

Kepada para murid binaannya, Pater Servulus senantiasa menekankan pencaharian spiritualitas untuk menemukan arti panggilan hidup menjadi imam SVD yang setia pada tiga kaul suci dan menekankan kesederhanaan hidup.

"Komitmen misioner selama hidupnya di Lembaga Pendidikan Tinggi SVD (STFK Ledalero dan STKIP Ruteng) dan sebagai pimpinan Provinsi SVD Ruteng, membuka hati dan budi kita para muridnya untuk belajar," ungkap Pater Philipus yang pernah menjadi rekan dosen mendiang di STFK Ledalero.

Pater Servulus pernah mengajar eksgese Kitab Suci di STFK Ledalero, Maumere.

Ketika selesai mengabdi di lembaga pendidikan imam terbesar dunia itu, Pater Servulus melanjutkan pengabdiannya di STKIP Ruteng.

Di kampus yang sudah berubah nama menjadi Universitas Katolik St Paulus Ruteng pada tahun 2019 ini, Pater Servulus mengajar Kitab Suci sejak tahun 2005 sampai dengan 2012.*

Selamat jalan Pater! RIP.

Posting Komentar untuk "Mantan Ketua STFK Ledalero Berpulang, Begini Kesaksian Rektor Unwira Kupang"