Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

10 Fakta Terkait Pelaku Bom Makassar

Polisi melakukan olah TKP/Merdeka.

Fakta-fakta mengejutkan terungkap pasca bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar, Minggu (28/3).

Salah satu fakta mengejutkan adalah terkait pelaku bom bunuh diri.

Dari berbagai sumber tersedia, disebutkan bahwa pelaku bomber adalah sepasang suami-istri yang baru saja menikah 6 bulan lalu.

Keduanya belum memiliki anak. Sang istri diketahui sedang hamil.

Berikut 10 fakta pelaku bom Makassar yang dihimpun dari Detik.com:

1. Pengantin baru

Pelaku pria dalam insiden bom Makassar berinisial L, sedangkan istrinya berinisial YSF.

Mereka baru saja menikah tahun lalu. Dan ternyata, pernikahan mereka disahkan oleh seorang teroris.

Namanya adalah Risaldi, teroris yang ditangkap pada Januari 2021 dan terkait aksi pemboman di Gerjea di Jolo, Filipina pada tahun 2018.

Setelah menikah, mereka belum dikarunia seorang anak.


2. Ikut JAD Kajian Villa Mutiara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menjelaskan bahwa pasutri ini ikut dalam jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD) di Villa Mutiara Makassar.

"Masing-masing perannya bersama dengan L dan YSM, mereka ada dalam satu kelompok Kajian Villa Mutiara namanya," sebut Sigit di Mapolda Sulsel, Senin (29/3).

3. Dibelikan bahan peledak oleh JAD

JAD adalah salah satu organisasi teroris paling berbahaya di Indonesia.

Kelompok teror inilah yang membelikan bahan peledak untuk L dan YSF.


4. Bikin bom via tutorial online

L dan YSF diketahui membuat bom berkat teknologi internet. 

Mereka mengakses tutorial membuat benda berbahaya itu.

Menurut Kepala BNPT Irjen Boy Rafli Amar, pengajar mereka berasal dari luar negeri dengan memanfaatkan platform media sosial.

"Ada informasi ini juga berkaitan dengan online training di media sosial yang dikembangkan oleh mereka. Jadi mereka mengembangkan tata cara pembuatan bahan peledak," ujar Boy.

5. Berusia milenial

L dan YSF adalah pasangan muda. Mereka menikah di usia 25 tahun.

Dari identifikasi Polri, ditemukan bahwa kedua pelaku sama-sama kelahiran tahun 1995.

Artinya, mereka adalah generasi milenial yang terpapar terorisme.

Keduanya berdomisili di Ibu Kota Sulawesi Selatan, Makassar. Kota ini jugalah yang menjadi lokasi sasaran aksi teror mereka berdua.

Adapun mereka tinggal di kontrakan, di Jl Tinumbu, Kelurahan Bunga Ejaya, Kecamatan Bontoala, Makassar.


6. Jualan makanan online

Setelah menikah, pasutri muda ini ternyata membuka usaha jualan makanan online.

Menurut penuturan ibunda YSF, anaknya yang membuatkan makanan lalu diantar oleh menantunya.

"(Kesehariannya) jual online, makanan. Itu suaminya yang antar (pesanan makanan)," kata EM. 

Namun demikian, YSF sebetulnya juga merupakan pegawai swasta.

7. Ibunda jarang bertemu YSF

Ibunda YSF mengaku jarang bertemu dengan anaknya setelah menikah.

Sebelumnya ia terbiasa bertemu dengan putrinya di rumah.

Tapi setelah mereka bergabung dengan JAD, ia tidak lagi melihat batang hidung anaknya.

"Jadi jarang ketemu selama sudah menikah. Biasa ji datang di rumah tapi jarang," kata EM, ibunda YSF.

8. YSF sedang hamil

Perkara hamil atau tidaknya YSF memang belum pasti, namun tanda tanya kehamilan menjadi asumsi yang faktual. Soalnya, asumsi ini juga diperbincangkan oleh orang yang pernah berinteraksi dengan L.

"Ya ada 2 informasi. Ada yang bilang mengandung atau hamil, ada yang bilang nggak," ujar Ketua RT di Kecamatan Bontoala, Nuraeni, di Makassar, Senin (29/3).

"Keluarganya katanya hamil. Tantenya ada yang bilang hamil 4 bulan katanya. Tapi dari orang tuanya katanya tidak ji (hamil)," katanya.

9. Tinggalkan surat wasiat

Sebelum melakukan bom bunuh diri, L sempat meninggalkan surat wasiat kepada orangtuanya. 

Hal ini diungakpkan oleh Kapolri Jenderal Sigit Prabowo.

"Isinya mengatakan bahwa yang bersangkutan berpamitan dan siap mati syahid," kata Sigit.

10. Akan dimakamkan di Maros

Ketua RT di tempat L dan YSF mengontrak, Nuraeni, mengatakan pengantin teroris itu akan dikebumikan di Kabupaten Maros. Saat ini orang tua YSF tengah berada di Maros. 

Adanya informasi ini merupakan fakta, terlepas apakah rencana pemakaman ini akan terealisasi atau tidak.

"Karena langsung dimakamkan di sana, nggak dibawa ke sini. Dua-duanya (L dan YSF dimakamkan di Maros), kan kampung suaminya itu," tutur Nuraeni.

Namun tidak seperti pemakaman jenazah pada umumnya, L dan YSF hanya dimakamkan potongan tubuh mereka akibat ledakan bom.

Sebagaimana terlihat daari video yang beredar, potongan tubuh kedua pelaku berserakan di lokasi kejadian.

Potongan kepala L ditemukan Polisi di atas atap rumah di samping gereja.

Sementara potongan tangan, kaki, dada, dan lainnya berada di sepanjang jalan di depan gereja Katedral.

Akibat bom bunuh diri, sebanyak 20 warga sipil mengalami luka-luka.

Korban dirawat di sejumlah rumah sakit di Makassar dengan biaya ditanggung pemerintah.

Tidak ada korban jiwa dalam insiden itu kecuali kedua pelaku.*

Posting Komentar untuk "10 Fakta Terkait Pelaku Bom Makassar"