Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akhiri Kunjungan, Paus Fransiskus akan Kenang Irak di Hatinya

Paus Fransiskus berdoa di reruntuhan gereja yang dirusak atau dihancurkan oleh ekstremis ISIS, Minggu (7/3)/AFP.

Paus Fransiskus mengakhiri kunjungan bersejarahnya ke Irak pada Senin (8/3) dalam kunjungan internasionalnya selama empat hari di negara itu.

Ini adalah perjalanan ke-33 Paus Fransiskus di luar Italia dan yang pertama dalam 15 bulan terakhir terutama karena Covid-19.

Melakukan kunjunga tanpa hambatan keamanan, Paus Fransiskus menempuh jarak lebih dari 1.400 kilometer di tanah Abraham itu.

Ada banyak agenda Sri Paus selama kunjungan bersejarah kali ini.

Ia melawati berbagai tempat atau situs penting dalam sejarah umat manusia sebagaimana tercatat dalam Kitab Suci.

Sri Paus menyemangati komunitas Kristiani yang populasinya semakin menurun di Irak, dan menjalin keakraban kepada Muslim Syiah dengan bertemu ulama terkemuka Ayatollah Ali Sistani. 

"Dalam waktuku di antara kalian, saya mendengar suara kesedihan dan kehilangan, tetapi juga suara harapan dan penghiburan," ujar Paus Fransiskus, Minggu (7/3).

Paus Frasiskus menambahkan bahwa ia akan senantiasa mengenang Irak dalam karya kepausannya.

"Sekarang waktunya sudah dekat bagi saya untuk pulang ke Roma. Namun, Irak akan selalu bersamaku, di hatiku," ungkapnya.

Pada hari yang sama, Paus Fransiskus juga berdoa di reruntuhan gereja yang dirusak atau dihancurkan oleh ekstremis ISIS sebelum dipukul kalah oleh tentara nasional pada 2017.

Ditempat itu pula, Paus merayakan misa terbuka bersama dengan umat.

Dalam kesempatan itu, Paus memberi dorongan moral untuk orang-orang Kristiani yang menderita trauma.

Diungkapkannya, eksodus umat Kristen tidak hanya merugikan secara individu dan komunitas, tetapi juga masyarakat yang ditinggalkan.

Pada Jumat, ketika pertama kali tiba di Baghdad, Paus menyerukan diakhirinya kekerasan dan ekstremisme di Irak.

Paus juga mendesak para pejabat untuk berbuat lebih banyak guna memerangi korupsi.

Ia menyebut minoritas Yazidi sebagai korban tak bersalah dari kekejaman brutal dan tidak masuk akal ISIS.

Setelah bertemu dengan para pemimpin Muslim dan Kristen, ia menyampaikan khotbah tentang perdamaian dan cara hidup berdampingan selama perang.

Di Mosul, wilayah bekas benteng ISIS yang masih dipenuhi reruntuhan, Paus Fransiskus mengatakan kepada rakyat Irak bahwa "perdamaian lebih kuat daripada perang."

Irak menderita salah urus kronis dan korupsi, dan tingkat kekerasan yang terus-menerus yang sering dikaitkan dengan persaingan antara AS dan Iran di kawasan itu yang telah berlangsung 18 tahun setelah AS menginvasi.

Paus pun menyampaikan, umat Kristiani di Irak memiliki hak untuk terus hidup damai dalam masyarakat.*

Sumber: Ihram.co.id, Kompas.com

Posting Komentar untuk "Akhiri Kunjungan, Paus Fransiskus akan Kenang Irak di Hatinya "