Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Diduga Terjebak dalam Kamar, Suster Maria Tewas Terbakar

(almh.) Sr. Maria, FMM.

Nasib tragis menimpa Sr. Maria Zakaria, FMM, kepala biara Susteran Tarekat Fransiskus Misionaris Maria (FMM).

Pada Kamis (4/3) dini hari, sekitar pukul 02.00 WITA, ia tewas terbakar api di Biara Susteran FMM Watuapi, Desa Totomala, Kecamatan Wolowae, Kabupaten Nagekeo, NTT.

Belum diketahui pasti asal mula api yang membakar saru rumah biara susteran hingga arang itu.

Namun diduga kuat, api tersebut berasal dari kamar Sr. Maria.

Hal itu dituturkan Kepala Desa Totomala Marianus Ngayu, bahwa ketika terjadi kebakaran, Sr. Maria masih berada di kamar.

Karena tidak bisa menyelamatkan dirinya, Sr. Maria pun tewas terbakar.

Menurut Marianus, ada 3 orang suster yang sedang berada di biara pada malam hari itu.

Kedua suster yang berhasil menyelamatkan diri berupaya menolong Sr. Maria.

Namun karena pintu kamar terkunci, keduanya pun tidak bisa berbuat lebih.

Akhirnya, warga yang melihat kobaran api di tengah malam bergegas menuju lokasi kejadian, berusaha mengevakuasi kedua suster.

"Kami panik semua saat dengar informasi suster Maria meninggal. Sedih memang, dia tidak bisa tertolong," ungkap Marianus kepada Kompas.com, Kamis lalu.

Kronologi Kejadian

DIberitakan Kumparan, Suster Hildegardis (28), rekanan Sr. Maria di baira itu menceritakan bahwa malam itu ia sendirian tidur di dapur.

Letak dapur sekitar 50 meter dari tempat kejadian itu.

Sr. Hildegardis mengatakan, pada sekitar pukul 02.00 WITA, ia mendengar suara teriakan minta tolong dari Suster Magdalena. 

Ia pun bangun dan melihat apinya sudah menjalar di atas seng tepatnya di kamarnya korban.

Kemudian ia bersama Suster Magdalena langsung tertuju ke kamar korban. Akan tetapi kamar korban sedang dalam keadaan terkunci. Api pun terus menjalar.

"Kami berusaha membuka pintu kamar tapi tidak bisa buka. Kami pasrah dengan keadaan itu. Karena kami hanya bertiga saja. Mau minta tolong warga tapi jauh dari biara," ujarnya.

Sekitar setengah kemudian, barulah warga setempat baru datang membantu memadamkan api. 

Namun korban tidak bisa tertolong karena sudah terbakar api dalam kamarnya.

Setelah berhasil dievakuasi, jenazah Sr. Maria pun dibawa ke Puskesmas Wolowae untuk dilakukan autopsi.

Sr. Maria diketahui merupakan perintis biara FMM Watuapi pada 2015.

Dua hari sebelum peristiwa naas, Sr. Maria sempat sempat menemui Kepala Desa Totomala dan menitipkan beberapa dokumen biara.

"Saat itu, raut wajahnya lain dari biasanya. Biasanya bikin lucu-lucu dan tertawa. Ternyata itu pertemuan terakhir," cerita Marianus.

Sosok suster Maria dikenal sangat baik dan ramah dengan masyarakat sekitar. Ia biasa berbaur dengan masyarakat.

Selamat jalan Sr. Maria. Doa kami menyertai Suster. RIP.

Posting Komentar untuk "Diduga Terjebak dalam Kamar, Suster Maria Tewas Terbakar"