Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Frater OCD di Kupang Bunuh Diri, Begini Kronologi Lengkapnya!

(alm.) Fr. Karlos, OCD.

Kematian adalah kehendak Tuhan. Tidak ada yang dapat mengingkari.

Kematian adalah sebuah kepastian, sedangkan kehidupan adalah niscaya.

Keduanya bagai dua keping logam yang disediakan Tuhan bagi manusia.

Tidak ada yang mempersoalkan kematian manusia. Isak tangis dan kedukaan hanyalah sementara. Kehilangan adalah selamanya.

Sebagai kehendak Tuhan, kematian dapat terjadi kapan dan di mana saja. Tidak ada yang tahu, kecuali mereka yang telah disebut "anak-anak Allah".

Dengan berbagai cara Tuhan memanggil hamba-Nya, bahkan melalui cara-cara yang tak wajar.

Seperti yang dialami frater dari Ordo Karmel Tak Berkasut (OCD) bernama Redemptus Tangi Kebo.

Ia ditemukan meninggal dunia di kebun Biara Karmel San Juan Penfui, Kupang, Minggu (7/3) pagi.

Frater yang akrab disapa Carlos itu meninggal bunuh diri dengan bergantung diri di pohon kedondong.

Jarak lokasi kejadian ke Biara OCD Kupang sekitar 50 meter.

Karlos adalah mahasiswa semester IV Fakultas Filsafat Universitas Katolik Widya Mandira (Unwira) Kupang.

Tidak ada yang tahu persis kapan ia memutuskan untuk bunuh diri. Tidak ada satupun penghuni biara yang melihat atau menghentikannya.

Barangkali ia bangun pagi-pagi untuk menyembunyikan kenekatannya.

Ini sebuah perisitiwa tragis karena tidak biasanya seorang frater bunuh diri.

Baru pada sekitar pukul 06.00 WITA, anggota komunitas biara menemukan jenazahnya yang tewas tergantung.

Polsek Kupang Tengah pun mendatangi lokasi untuk melakukan penyelidikan. Garis polisi dipasang.

Melansir media lokal, Kapolsek Ipda Elpidus Kono Feka menyebutkan bahwa peristiwa itu pertama-tama diketahui oleh salah anggota komunitas bernama Marsel Rangga.

Ketika sedang melangsungkan misa pagi, suasana dalam kapela begitu gerah. Akhirnya ia membuka jendela.

Ketika melihat keluar, ia melihat frater Karlos tergantung pada pohon kedondong yang tidak jauh dari kapela.

Semua anggota komunitas pun terhentak. Begitu tragisnya frater Karlos menghabiskan hidupnya.

Marsel pun melaporkan kejadian itu kepada Polsek Kupang Tengah.

Dalam olah TKP, polisi tidak menemukan tanda-tanda kekerasan yang ditemukan pada tubuh korban.

Namun untuk memastikan penyebab kematian, jenasah korban dibawa ke Rumah Sakit Titus Uly Kupang.

Hasil pemeriksaan di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan.

Besar dugaan, korban meninggal karena murni gantung diri.

Paman korban, Urbanus Gelu mengaku bahwa korban adalah anak yang periang. Makanya ia sangat heran korban bisa mengakhiri hidupnya dengan cara bunuh diri.

"Saya tidak mengerti sampai bisa jadi seperti ini karena dia periang,” ujarnya kepada Rakyat NTT.

Urbanus menambahkan, korban juga tidak ada riwayat sakit. Bahkan Sabtu (6/3) kemarin, korban bersama dengan anggota komunitas lainnya masih sempat ke sawah.

"Teman-temannya bilang kemarin mereka ke sawah dan kerja ramai-ramai. Tadi malam dia juga masih bermain dengan teman-teman," kata Urbanus. 

Frater Carlos diketahui berasal dari Ruto, Desa Warupele I Kecamatan Inerie Kabupaten Ngada, Flores.

Sebelum meninggal, Frater Carlos ternyata sempat meminta doa dan dukungan dari sanak keluarga dan teman-teman agar panggilannya menjadi imam bisa tercapai.

Permintaan itu ia sampaikan melalui unggahan di akun Facebooknya.

Hal itu ditanggapi oleh netizen secara positif dengan mendoakannya.

Jalan yang dipilih frater Karlos memang tidak biasanya dan mengejutkan.

Sebagai frater, sejatinya, ia masih punya pilihan untuk menyelesaikan masalahnya secara baik-baik.

Di komunitas masih ada pembina (Romo) dan teman frater yang bisa diajak bicara tentang masalahnya.

Adalah keliru jika ia memilih mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri. Dalam ajaran gereja Katolik, hal itu dilarang.

Semoga ini bisa menjadi refleksi bersama untuk membangun komunitas yang menjunjung tinggi persaudaraan dan kekeluargaan.*

3 komentar untuk "Frater OCD di Kupang Bunuh Diri, Begini Kronologi Lengkapnya!"

  1. turut berduka cita atas meninggalnya adek frater carlos..sungguh aku tidak mngenalmu..tapi yakin dn prcayA tuhan telah brsamamu..dan kluarga yg di tinggal di berikan ketabahan dan kekuatan batin dan keikhlassan

    BalasHapus
  2. Smg segala dosanya diampuni dan arwahnya beristirahat dlm damai bersama para kudus di surga. 🙏👼

    BalasHapus