Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

3 Kontroversi Nadiem Makarim Selama Menjabat Mendikbud

Nadiem Makarim.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim sepertinya tidak pernah luput dari kata kontroversi. 

Selama menjabat sebagai Mendikbud, ada beberapa hal kontroversial yang dilakukannya.

Hal ini membuat sejumlah orang mengkhawatirkan kepemimpinannya di lembaga yang mengayomi generasi muda Indonesia itu.

Bahkan, jauh sebelum keterpilihannya sebagai Menteri, banyak pihak sudah meragukan kepiawaiannya dalam memimpin.

Latar belakang sebagai seorang pekerja IT, Nadiem sebetulnya tidak banyak berkecimpung di dunia pendidikan dan kebudayaan.

Sehari-hari, Nadiem lebih fokus mengembangkan sistem informasi di perusahaan startup-nya, Gojek.

Ketika hal kontroversial terjadi lagi baru-baru ini, banyak orang mulai mengaitkannya dengan sosok menteri yang akan di-reshuffle.

Satu hal yang menimbulkan kontroversi baru-baru ini adalah perihal penghilangan nama pendiri NU K.H Hasyim Asyari dalam Kamus Sejarah Indonesia jilid 1.

Nadiem dituduh kelompok Islam telah menghapus nama ulama besar itu.

Meski kita tahu bahwa Kamus Sejarah itu sebetulnya masih draft dan terbit tahun 2017, bukan pada masa kepemimpinan Nadiem.


Berikut, ada 3 hal kontriversial yang dihimpun selama kepemimpinan Nadiem di Kemendikbud.

1.Menghadiri Pelantikan Rektor UI dengan Celana Jeans

Celana jeans memang dapat dikatakan lekat dengan tampilan yang casual dan santai. 

Namun lain halnya jika celana ini digunakan seorang Menteri, dalam pelantikan Rektor UI yang baru.

Pada akhir 2019 lalu, Nadiem menghadiri pelantikan Rektor UI dengan mengenakan celana jeans. 

Sontak banyak kritik berdatangan, karena ia dinilai terlalu santai dan tidak bersikap formal layaknya seorang pejabat pemerintah.

2. Pidato Bahasa Inggris

Dalam beberapa kali pidato, Nadiem juga kerap berbicara dalam Bahasa Inggris ketimbang Indonesia.

Sebagai generasi milenial hal itu wajar, tapi sebagai pejabat publik, Nadiem semestinya wajib menggunakan Bahasa Indonesia.


3. Hilangnya Nama Pendiri NU

Hilangnya nama K.H Hasyim Asyari dalam Kamus Sejarah Indonesia jilid 1 menjadi kontroversi baru-baru ini. 

Publik, utamanya umat NU, menyampaikan keberatan dan kritik atas tidak ditemukannya nama pendiri NU dalam kamus tersebut. 

Padahal sebelumnya nama K.H Hasyim Asyari masuk dalam nama pahlawan nasional.

Sebagai Menteri, Nadiem disalakan karena tidak melakukan monitoring terhadap peredaran buku tersebut.

Tokoh NU, DPR, dan tokoh Islam pun meminta Nadiem menarik kembali buku tersebut dari edarannya.


Meski sering tampil kontroversial, prestasi Nadiem tidak kalah mentereng selama ini.

Ia diapresiasi karena menjalankan pendidikan di tengah kondisi pandemi, memberikan insentif pulsa data dan memastikan keberlanjutan program kampus merdeka.*

Posting Komentar untuk "3 Kontroversi Nadiem Makarim Selama Menjabat Mendikbud"