Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

84 Warga NTT Meninggal Akibat Bencana, 71 Hilang

Kondisi permahan rusak akibat bencana.


Sebanyak 84 orang ditemukan meninggal dunia dalam peristiwa bencana yang terjadi di Provinsi Nusa Tenggara sejak Minggu (4/4).

Sementar itu, 71 orang hilang dan sedang dalam pencarian.

Demikian laporan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) pada Senin (5/4) malam ini.

"Ini suatu angka yang besar sekali. Mari kita berdoa kepada korban yang telah wafat agar mendapatkan tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa dan keluarga diberikan ketabahan," kata Kepala BNPB Doni Monardo pada konferensi pers virtual pada Senin.

Adapun korban terbanyak berasal dari Adonara, Flores Timur dengan sekitar 64 orang meninggal dunia.

Di Lembata, ditemukan 11 orang meninggal dunia, dengan masih banyak yang dinyatakan hilang.

Sisa korban meninggal dunia berasal dari kabupaten lain di NTT yang juga terdampak, antara lain di Kota Kupang, Alor, Sumba Timur dan Sabu Raijua.

Selain itu, kabupaten Ende, Manggarai, Malaka, TTU dan Rote Ndao juga terkena pukulan badai besar.

Doni Monardo mengatakan, langkah awal yang dilakukan tim di lapangan, pemerintah daerah, petugas kesehatan, dan relawan lokal yakni mencari dan menemukan jenazah. 

Selain itu, otoritas melakukan perawatan pada korban luka.



Malam ini, BNPB dan Kementerian Sosial telah menyalurkan sejumlah dukungan logistik ke Pulau Adonara dan Lembata. 

Selain itu, sudah disiapkan sejumlah dapur umum yang dibuka tim di posko-posko pengungsian.

"Transportasi pesawat kargo akan disusulkan besok. Tentu kita akan utamakan di wilayah pengungsian bisa mendapatkan kebutuhan dasar minimal dan dukungan obat-obatan," tutur Doni.

Doni pun memerintahkan jajarannya mengerahkan helikopter menuju lokasi terdampak bencana banjir di kabupaten/kota di NTT.

"Kita sudah memerintahkan untuk mengirimkan helikopter untuk membantu upaya percepatan penanganan banjir di NTT," kata dia.

Ada tiga helikopter yang dikerahkan. Dua helikopter akan digunakan untuk mendistribusikan bantuan logistik di beberapa desa yang terisolasi karena akses jalan tertutup. 

Sementara, satu helikopter lainnya mengangkut tenaga medis ke sejumlah titik posko darurat, selanjutnya digunakan untuk mengakomodasikan para warga yang membutuhkan pertolongan darurat terutama kelompok rentan.


Dipicu Siklon Seroja

BMKG menyatakan bahwa penyebab terjadinya bencana alam banjir bandang di NTT dipicu cuaca buruk akibat badai atau siklon tropis Seroja.

Dampak Siklon Tropis Seroja sangat besar kepada hampir seluruh kabupaten di NTT. Siklon ini menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang yang hebat.

Ada 8 kabupaten yang eskalasi siklon Serojanya berat antara lain Flores Timur, Lembata, Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Sabu Raijua, Sumba Timur, Alor, dan Malaka.



Wakil Gubernur NT Josef A. Nae Soi mengingatkan agar masyarakat menghindari kerumunan demi mencegah kasus Covid-19.

"Kami mengimbau masyarakat menghindari kerumunan supaya tokoh-tokoh masyarakat bisa meminjamkan tempat mereka supaya jangan terjadi eskalasi Covid-19 yang begitu tinggi," paparnya.*

Posting Komentar untuk "84 Warga NTT Meninggal Akibat Bencana, 71 Hilang"