Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kisah Djelita Pamean, Selamat Setelah Dibacok Pria KKB

Djelita Pamean/Tribun.


Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) masih terus bergerilya menakut-nakuti warga Papua, bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan menembak dan membunuh orang-orang yang mereka benci.

Adalah Djelita Pamean, seorang wanita asal Toraja Utara, Sulawesi Selatan, menjadi korban dari tindakan kekerasan KKB.

Djelita adalah adik ipar Oktovianus Rayo, seorang guru yang tewas ditembak KKB di Beoga, Kabupaten Puncak, Papua, pertengahan April.

Djelita selamat dari serangan yang dilakukan KKB setelah bisa melarikan diri usai dibacok oleh seorang anggota KKB yang tak dikenalnya.

Djelita menceritakan bahwa peristiwa pembunuhan itu terjadi ketika dia sedang menjaga kios milik kakak iparnya, Oktovianus.

Tiba-tiba seorang pria yang tidak dikenal menghampirinya dan menanyakan keberadaan Oktovianus.

Kepada pria itu, ia memberitahukan bahwa kakak iparnya sedang tidak ada di rumah, yaitu ke pasar.

"Dia datang cari kakak (Oktovianus), saya bilang tidak ada lagi di pasar, tapi setelah itu ia diam dan terus berdiri di depan kios," kata Djelita kepada Tribun, Selasa (13/4).

Setelah itu, ia tidak lagi menghiraukan keberadaan laki-laki yang diduga anggota KKB itu.

Tak lama berselang, pria tersebut mengambil parang yang ia sembunyikan di belakang bajunya lalu masuk ke dalam rumah.

Tanpa tedeng aling-aling, ia langsung membcaok Djelita yang sedang berada di kios.

Beruntung Djelita cukup siaga sehinga sempat menangkis parang yang diarahkan ke lehernya.

Tapi sial, parang mengenai leher dan telapak tangan sebelah kiri Djelita. 

"Berusaha tangkis tapi memang sudah tidak bisa menghindar, jadi leher dan telapak tangan kena parang," terang Djelita.

Tangan Djelita pun robek dan leher kirinya terluka. Darah pun bersimbah.

Berusaha melepaskan dirinya dari serangan pria KKB, Dhelita berlari menuju rumah seorang guru bernama Piter yang terletak di dekat rumahnya.

Di sana Piter dan teman-teman berusaha menutupi lukanya dengan kain. Tapi tidak tertolong.

Akhirnya ia dilarikan ke Puskesmas terdekat. Di sana lukanya dijahit sekitar 30 kali jahitan. Sementara di tangannya 5 kali jahitan.

"Kalau tangan lima jahitan, yang leher parah kalau tidak salah 30 jahitan," ucapnya.

Djelita mengatakan, ia tidak mengetahui keberadaan pria KKB itu setelah insiden itu.

Ketika ia berlari menuju rumah Piter, ia sempat melihat pria itu berada di rumahnya. Belum pergi.

"Sampai di situ saya sudah tidak tahu pria itu ke mana, karena saat kejadian masih ada di depan rumah, sedangkan saya dibawa ke puskesmas," pungkasnya.*

Posting Komentar untuk "Kisah Djelita Pamean, Selamat Setelah Dibacok Pria KKB"