Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kontroversi DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Melki Laka Lena: Saya Tidak Sendirian

Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena.


Vaksin Nusantara yang dikembangkan mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Pustranto menuai kontroversi di masyarakat.

Vaksin yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dan diujicoba di Indonesia itu diketahui belum memenuhi prosedur dan kaidah yang dilakukan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM).

BPOM menyebutkan bahwa Vaksin Nusantara tidak melewati tahap praklinis, dan belum memenuhi uji klinis tahap II.

Berdasarkan studi vaksin Nusantara, tercatat 20 dari 28 subjek atau 71,4 persen relawan uji klinik fase I mengalami Kejadian Tidak Diinginkan (KTD) dalam grade 1 dan 2.

BPOM telah meminta otoritas terkait agar Vaksin Nusantara diberhentikan sementara dengan tidak melanjutkan ujicoba klinis fase II.

Kendati demikian, tidak sedikit anggota DPR dan pejabat tinggi yang telah menjadi relawan ujicoba klinis Vaksin Nusantara.

Salah satunya adalah Wakil Ketua Komisi IX DPR Melki Laka Lena.

Politisi Partai Golkar asal NTT itu membenarkan bahwa ia telah diambil sampel darahnya di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto pada Rabu (14/4).

Namun Melki tidak sendirianmenjadi relawan ujicoba vaksin Nusantara.

Ia menyebut beberapa nama di Komisi IX yang sepengetahuannya juga turut serta diambil sampel darahnya di RSPAD Gatot Subroto.

"Ada saya, Pak Saleh (Saleh Daulay), Bu Ninik (Nihayatul Wafiroh), Bu Arzeti (Arzeti Bilbina), Bu Saniatul (Saniatul Lativah), Bu Meliyana (Sri Meliyana), Pak Anas (Anas Thahir)," kata Melki kepada Kompas.com, Kamis (15/4) malam. 

Melki menambahkan bahwa nama-nama lainnya di Komisi IX bisa saja bertambah dan akan datang ke RSPAD pada Jumat (16/4/) lalu.

"Yang lain mungkin hari ini atau besok dan seterusnya," ujarnya. 

Namun ia mengaku tak begitu mengetahui daftar lengkap siapa saja anggota DPR yang turut serta dalam kegiatan tersebut.

Sebelum Melki, Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad juga mengaku bahwa dirinya ikut serta diambil sampel darah di RSPAD Gatot Subroto untuk Vaksin Nusantara. 

Dasco mengaku sudah diambil sampel darahnya untuk diolah klinis.

"Jadi rentang waktu tujuh sampai delapan hari, darah yang sudah diambil itu kemudian diproses lalu kemudian dimasukkan lagi ke dalam tubuh kita," kata Dasco di Gedung DPR, Jakarta, Rabu lalu.

Selain anggota DPR, ada pula mantan Panglima TNI Jenderal (Purn) Gatot Nurmantyo yang juga mengikuti kegiatan Vaksin Nusantara.

Gatot mengaku, Terawan menawari dirinya menjadi relawan uji klinis vaksin Nusantara. 

"Begini, saya ini lahir di sini, makan di sini minum di sini, diberi ilmu dan dididik seorang prajurit di bumi Pertiwi. Kemudian ada hasil karya putra Indonesia yang terbaik kemudian uji klinis, kenapa tidak? Apa pun saya lakukan untuk bangsa dan negara ini," kata Gatot di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu.
 
Gatot tak mempermasalahkan meski BPOM belum mengeluarkan izin uji klinis fase II terhadap vaksin Nusantara. 

Selain Gatot, terdapat juga nama mantan Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan mantan Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari yang sudah diambil sampel darahnya.*

Posting Komentar untuk "Kontroversi DPR Jadi Relawan Vaksin Nusantara, Melki Laka Lena: Saya Tidak Sendirian"