Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Muncul Danau di Kupang Pasca Seroja, Ini Penjelasan Pakar

Danau baru di Kupang.


Badai siklon tropis Seroja menerjang NTT pada 2 April lalu memporak-porandakan rumah, jalan, jembatan, dan fasilitas publik lainnya.

Badai Seroja menewaskan 189 warga NTT yang tersebar di beberapa kabupaten/kota. Ada puluhan warga lainnya hilang dari tragedi itu.

Di balik kisah sedih dan memilukan ini, ada sebongkah harapan bagi warga Kupang. Pasca badai Seroja, muncul sebuah danau kecil di kebun sayur seorang warga di kota itu.

Saat ini, warga ramai-ramai mengunjungi danau tersebut untuk mengabadikannya sebagai bagian dari bukti sejarah pasca badai.

Semua orang tentu kagum dengan peristiwa alam yang menakjubkan itu. Di tengah kota karang, sebuah danau muncul tiba-tiba. Ini sungguh sebuah fenomena alam tak biasa.

Peneliti dan Ahli Geologi FMIPA UI Mochammad Prahastomi mencoba menjelaskan fenomena alam itu.

Menurut dia, kemunculan danau di Kupang itu tidak terlepas dari adanya sistem hidrogeologi yang kompleks di daerah batu gamping.

Hidrogeologi merupakan ilmu terapan geologi yang fokus pada pergerakan air tanah dan interaksi air tanah dengan batuan.

Daerah Kupang dan sekitarnya, kata Tomi, secara regional tersusun atas batuan-batuan berumur Plistosen dan batuan berumur Neogen. 

"Batuan berumur Plistosen mendominasi daerah Kupang dan tersusun atas batugamping koral. Batu gamping koral inilah yang biasanya membentuk bentang alam karst di daerah NTT," ujar Tomi, dilansir dari laman ui.ac.id.

Tomi menyebut badai siklon Seroja nampaknya memiliki peranan penting dalam membentuk danau.

Dalam ilmu geologi, danau ini sering disebut dengan danau karst. 

Badai siklon yang terjadi belakangan disertai dengan meningkatnya intensitas air hujan yang akan meresap ke dalam tanah.

"Volume air hujan yang tinggi ini meningkatkan proses erosi dan pelarutan batuan kapur. Air tanah ini dapat muncul ke permukaan sebagai mata air," terang Tomi.

Ia menambahkan, mengapa mata air baru muncul sekarang kemungkinan besar berkaitan dengan adanya pembentukan jalur-jalur baru sungai bawah tanah yang akhirnya terhubung ke permukaan tanah, dipicu oleh badai besar dan curah hujan tinggi di daerah tersebut. 

"Hal ini diperkuat dengan pengamatan debit air yang cukup tinggi di mana dapat mengindikasikan adanya aliran sungai bawah permukaan yang muncul ke permukaan tersebut sebagai mata air," paparnya.

Yang penting dari penjelasan Tomi adalah bahwa danau yang terbentuk biasanya bersifat sementara. 

Hal ini dikontrol oleh aliran air tanah yang muncul ke permukaan tersebut, sehingga jika suplai air bawah permukaan tersebut surut, maka air di danau tersebut juga surut. 

Tomi menyarankan agar perlu kajian lebih dalam terkait manajemen dan evaluasi potensi air tanah di daerah karst yang sangat kompleks. 

Menurutnya, daerah karst ini sangat unik, salah satunya ciri-cirinya adalah terbentuknya goa-goa dan juga sungai di bawah permukaan tanah. 

Goa-goa ini merupakan hasil pelarutan air meteorik yang masuk melalui rekahan di batu kapur. 

Air meteorik ini bisa melarutkan batu kapur disebabkan rendahnya kadar saturasi kapur (CaCO3) dalam air meteorik tersebut. 

Rekahan pada batu kapur tersebut dapat membesar seiring dengan berjalannya waktu. 

"Proses pelarutan yang berlangsung lama tersebutlah yang membentuk goa dan sungai-sungai bawah tanah di lingkungan karst," tukas Tomi.

Ia memandang bahwa danau Baru di Kupang ini bisa dikelola dan dikembangkan dengan baik, dan akan menjadi suatu objek wisata potensial baru yang menyajikan pesona keindahan alam yang eksotis.*

Sumber: Kompas.com.

Posting Komentar untuk "Muncul Danau di Kupang Pasca Seroja, Ini Penjelasan Pakar"