Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

NTT Terpapar Bencana, Kemana Gubernur Viktor Laiskodat?

Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.


Sejak bencana besar menghadang sejumlah daerah di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Minggu (4/4), Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat belum memberikan keterangan apapun kepada masyarakat atau kepada media.

Sebagai pemimpin yang dipilih rakyat, sudah menjadi kewajiban moralnya untuk memberikan arahan, instruksi atau pernyataan terkait dampak bencana terbesar di NTT tersebut.

Seorang gubernur memiliki sumber daya otoritatif untuk menginformasikannya kepada Presiden apa yang terjadi di daerahnya.

Apalagi ini menyangkut hidup orang banyak, yaitu mereka yang pernah rela menceburkan jarinya ke botol tinta untuk memilihnya pada 2018 lalu.
 
Hal mana pernah dilakukan Gubernur Kalimatan Tengah H. Sugianto Sabran kepada Jokowi tatkala banjir melanda provinsi itu Januari lalu.

Gubernur Sabran melaporkan kepada Jokowi bahwa daerah Kalteng sedang terjadi banjir dan butuh penanganan segera. Ia tidak pernah malu dan takut.

Namun sejak bencana melanda wilayah NTT, Gubernur Viktor tidak terlihat. Tidak tahu kemana agenda sang gubernur yang sering mengklaim dirinya sebagai "profesor preman" tersebut.

Malah yang mendampingi Kepala BNPB Doni Monardo bersama rombongan dari pusat dalam kunjungan Senin ini ke Adonara, Flotim, adalah Wakil Gubernur Josef A. Nae Soi.



Agenda sang gubernur patut dipertanyakan. Karena ketika Jokowi mengunjungi Labuan Bajo, gubernur Viktor adalah orang pertama yang menyambut sang presiden wong cilik.

Selama Jokowi datang ke Labuan Bajo, selama itu pula sang gubernur berada di kota paling barat Pulau Flores itu. Ia selalu mendampingi kemana Jokowi pergi ke NTT.

Mirisnya, ketika bencana merenggut nyawa masyarakatnya, ia tidak terlihat seperti pemimpin yang lain.

Pemimpin yang mengayomi, berdiri di depan penderitaan rakyat, dan memfasilitasi bantuan untuk mereka yang terdampak, seperti meninggal, luka-luka, atau mengungsi.

Gubernut Viktor seperti ingin berdiri di belakang layar, menonton penderitaan masyarakatnya yang tak berdaya dan hanya mau dekat dengan orang-orang elit.

Padahal, bencana akibat hujan lebat yang disertai angin kencang telah menyebabkan banjir dan tanah longsor dan merenggut nyawa 84 orang di Adonara dan Lembata.

Di kabupaten lain seperti Kota Kupang, Alor, Sumba Timur, Manggarai, dan lainnya, rumah warga rusak, jembatan terbawa arus banjir, dan jalan serta listrik rusak total.

Apakah sang gubernur sungguh-sungguh membenci masyarakat Flores? 

Kita tidak pernah tahu.



Selama kepemimpinannya, baru sekali ia melakukan safari atau kunker ke Pulau Flores (kecuali Labuan Bajo), yaitu pada pertengahan tahun 2020.

Selain itu, hampir tidak pernah sang gubernur mengunjungi warganya.

Apakah sang gubernur kecil hati karena pada Pilgub 2018 lalu suaranya tergerus di Pulau Flores?

Lagi-lagi kita tidak tahu. Kita hanya curiga.

Dan jika dalam beberapa hari ke depan Gubernur Viktor tidak muncul di depan masyarakatnya, maka tamatlah riwayatnya. Ia harus menguburkan ambisinya untuk maju lagi di bursa Pilgub NTT tahun 2024.

Tidak ada lagi jalan baginya untuk merebut hati masyarakat Flores. Sikap kepemimpinan yang cenderung pro-elit menjadi preseden buruk untuk masa depan kepemimpinannya.

Pantas saja jika sang gubernur selalu menyebut masyarakat NTT sebagai orang bodoh, malas dan miskin, alih-alih ingin menyelamatkan kehidupan ekonomi masyarakat.

Barangkali sang gubernur tidak ingin terjun ke lokasi bencana yang tertimbun lumpur dan kotor. Ia hanya mau menyambut Presiden di karpet merah.

Dari model kepemimpinannya, sebetulnya gubernur yang sering disebut sebagai "mantan penjahat" inipun sangat tidak layak menjadi pemimpin.



Dan untuk keluarga, sanak saudara dan masyarakat terdampak, semoga tetap sabar karena Jokowi telah berjanji akan membantu kita.

Kepada seluruh masyarakat NTT agar tetap waspada dan siaga terhadap segala kemungkinan yang tak terkira di masa depan terkait bencana.

Mari kita tetap berdoa, semoga badai ini cepat berlalu.*

Posting Komentar untuk "NTT Terpapar Bencana, Kemana Gubernur Viktor Laiskodat?"