Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Danau Kelimutu Menyusut 5 Meter, Tanda-tanda Bencana?

Danau Kelimutu Ende/Kompas.com

Danau Tiga Warna Kelimutu di Kab Ende, Pulau Flores dikabarkan menyusut cukup dalam setelah bencana Siklon Tropis melanda wilayah Provinsi NTT awal April lalu. 

Hingga saat ini, permukaan air di kawah Danau Tiga Warga itu menyusut hingga 5 meter.


Danau Kelimutu merupakan salah satu destinasi strategis bagi masyarakat Kab Ende di Pulau Flores, termasuk juga Indonesia dan wisatawan internasional.

Tiap tahun para pelancong berwisata ke Danau Kelimutu untuk merasakan keindahan alam yang luar biasa di antara kawah-kawah gunung yang bertebaran.

Menurut kisah, ada aura mistis yang cukup kuat di Danau Kelimutu. Hal itu bisa terungkap dari pemberian nama kepada tiga kawah di Danau Kelimutu, yaitu Tiwu Atapolo, Tiwu Atambupu dan Tiwu Nuamuri.

Nama-nama ini tidak diberikan sembarangan tapi merujuk pada kepercayaan masyarakat lokal terhadap danau-danau tersebut.

Tiwu Atambupu artinya danau atau kawah tempat arwah orang-orangtua tinggal, sedangkan Tiwu Atapolo artinya tempat para penyihir atau suanggi menetap dan Tiwu Nuamuri artinya tempat arwah orang-orang muda.


Sejak setahun terakhir, permukaan air danau memang terus menyusut. Belum diketahui penyebab menyusutnya air danau yang berada di kawasan puncak gunung Kelimutu, di Kec. Moni, Ende.

Kepala Balai Taman Nasional Kelimutu Agus Sitepu mengatakan kepada Kompas.com, Senin (24/5), penyusutan permukaan air terjadi di Timu Atambupu.

Agus Sitepu mengatakan bahwa pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan  pos pemantauan Gunung Api Kelimutu untuk pengkajian. 

Agus mengatakan, pihaknya belum mengetahui penyebab menyusutnya air di salah satu kawah danau Kelimutu itu.

Dia berharap pos pemantauan gunung api segera melakukan pengkajian terhadap fenomena itu agar penyebabnya bisa diketahui. 

Agus lebih lanjut menjelakan bahwa memang biasa terjadi perubahan warna air danau pada bulan Februai-Maret tiap tahunnya.

Agus menerangkan, perubahan warna umumnya terjadi karena perubahan aktivitas vulkanik, geologi, dan faktor luar, seperti hujan atau matahari yang memengaruhi komposisi kandungan air. 

Danau Kelimutu sendiri berada di gunung Kelimutu yang merupakan salah satu gunung api.

Menurut Agus, perubahan warna Danau Kelimutu sudah terjadi sebanyak 44 kali sejak 1915-2011. 

Danau Tiwu Ata Polo adalah danau yang paling sering mengalami perubahan warna.

Untuk mengantisipasi mengeringnya air di danau kelimutu, masyarakat yang tergabung dalam aliansi 

Perkumpulan Pelaku Pariwisata Moni Kelimutu (P3MK), Kecamatan Kelimutu, mendatangi Kantor DPRD Ende untuk menyampaikan aspirasi terkait berkurangnya debit air di salah satu Danau Kelimutu.

Ketua P3MK, Handrianus Bata, saat mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang gabungan komisi, Senin 24 Mei 2021 mengatakan, debit air di salah satu Danau Kelimutu semakin hari mengalami penururunan cukup drastis.

Melansir Koran NTT, Handiranus menjelaskan, penurunan debit air sudah terjadi sejak dua tahun terakhir. Namun, kali ini mengalami penurunan drastis, bahkan sampai pada dasar danau.

Jika tidak segera menangani masalah tersebut, bukan tidak mungkin, dalam jangka waktu dua tahun ke depan, seluruh air yang ada di ketiga kawah itu habis.

Jika danau tersebut kering, maka akan menyebabkan letusan. Karena gunung Kelimutu merupakan gunung berapi yang masih aktif.

Sementara itu, Ketua DPRD Ende, Fransiskus Taso, menyampaikan, pihaknya segera merekondasikan kepada komisi tiga yang untuk memanggil pihak-pihak terkait, guna mendapat penjelasan.

Dalam waktu dekat DPRD Ende akan memanggil pihak Taman Nasional Kelimutu, Sokoria Geotermal Indonesia (SGI), Badan Fulkanologi, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), dan Dinas Pariwisata Ende untuk mendapat penjelasan terkait dengan turunnya debit air.

DPRD saat ini belum bisa memastikan penyebab terjadinya penurunan debit air tersebut, sebelum dilakukan kajian-kajian ilmiah oleh lembaga-lembaga yang memiliki kompentensi.

DPRD Ende akan terus berupaya agar seluruh pihak agar mampu memberikan penjelasan, dan solusi atas persolan penyusutan air danau.

Menurut kabar yang berbedar, menyusutnya permukaan air di Danau Kelimutu terjadi karena aktivitas pemboran dalam proyek geotermal di Sokoria, Ende.

Sokoria dan Kelimutu merupakan dua gunung di bagian selatan Kab. Ende yang bediri berjejeran.

Diduga bahwa aktivitas pemboran geotermal bisa memicu penyusutan air di danau kelimutu.

Masyarakat diminta waspada dan siaga jika tanda-tanda penyusutan air di danau Kelimutu merupakan akibat aktivitas vulkanik gunung kelimutu.*


Posting Komentar untuk "Danau Kelimutu Menyusut 5 Meter, Tanda-tanda Bencana?"