Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Dicap Kafir, Gus Miftah: Apa Perbedaan Gereja dan Borobudur?

Gus Miftah.

Video ceramah Gus Miftah di Gereja Betel Indonesia Jakarta Utara viral di media sosial.  Atas video itu, ia dicap sebagai orang kafir.

Dengan cap itu, Gus Miftah lantas mempertanyakan: bagaimana dengan orang yang sering masuk Borobudur? Apakah juga dicap kafir.

"Kalau saya masuk gereja dikatakan kafir, maka seberapa banyak orang kafir karena masuk Borobudur? Karena Candi Borobudur itu itu Hindu dan Buddha. Sementara orang Indonesia ketika masuk ke Borobudur bangga selfie-selfie," kata Gus Miftah dalam tausiyah-nya di hadapan sekjen parpol koalisi Jokowi-Ma'ruf Amin, di kantor PDI Perjuangan, Jakarta, Kamis (6/5), melansir Beritasatu.com.

Gus Miftah menjelaskan, ia hadir di gereja itu atas undangan Pendeta Johan melalui Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Kala itu, hadir pula Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang meresmikan gereja.

"Karena acaranya adalah peresmian, bukan peribadatan. Di situ juga ada banyak tokoh agama yang lainnya, yang tergabung dalam FKUB, Forum Kerukunan Umat Beragama," ucapnya.

Gus Miftah mengaku aneh karena dari sekian banyak tokoh yang hadir, hanya ia yang dipermasalahkan.

Padahah Gubernur Anies Basewdan juga memberikan sambutan dalam acara peresmian itu.

"Bahkan sampai hari ini nama saya trending di semua media, trending di twitter nomor 1, bahkan satu menit puisi saya di gereja yang terakhir itu, di Amerika dan di Australia itu di-translate dalam bahasa Inggris. Dan mendapat apresiasi yang luar biasa di luar sana," beber Gus Miftah.

Ulama asal Jawa Timur ini sampai berpikir mungkin karena ia mendukung pemerintahan Joko Widodo makanya dicap kafir.

"Lucunya di Indonesia, saya banyak dicaci maki. Ternyata setelah saya selidiki kesalahan saya, ternyata karena saya sudah kadung terkenal sebagai orang NU dan dukung pemerintah. Itu saja persoalannya," kata Gus Miftah sambil tertawa.

Sebelumnya, Ustadz Abdul Somad juga menyerang Gus Miftah dengan menyebut haram jika kaum Muslim masuk ke gereja.

Menurut UAS, kaum Muslim dilarang masuk gereja karena di sana ada barang berhala. Barang berhala yang dimaksudkan UAS adalah patung Tuhan Yesus dan Bunda Maria.

Namun tidak sedikit juga netizen yang mengajar balik ustadz abal-abal itu. Bagi netizen, Indonesia sudah hidup toleransi dengan sesama kaum beriman. Tidak ada lagi perbedaan.

Sejak dahulu, bahkan para pemimpin Islam dan Kristen sudah saling bersilahturahmi untuk mempererat hubungan keagamaan untuk membangun bangsa yang lebih baik.*

Posting Komentar untuk "Dicap Kafir, Gus Miftah: Apa Perbedaan Gereja dan Borobudur?"