Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kontroversi Miss Universe 2020 Asal Indonesia Sebut Komodo dari Sunda Kecil

Ayu Maulida Putri/Instagram.

Putri Indonesia 2020 Ayu Maulida Putri yang tampil pada ajang Miss Universe 2020 menyebut komodo berasal dari Kepulauan Sunda Kecil, dan bukan dari Manggarai Barat, Flores, NTT.

Pernyataan kontroversial tersebut ditulis Ayu Maulida dalam unggahan di akun Instagramnya, Jumat (14/5) lalu.

"Berasal dari Kepulauan Sunda Kecil di Indonesia selama jutaan tahun, komodo sering disebut sebagai "tautan terakhir ke dinosaurus Prasejarah", tulis Ayu Maulida melalui akun @ayumaulida97.

NTT memang berada di gugusan Kepulauan Sunda Keci, nama yang diberikan Belanda pada masa kolonialisme, untuk menyebut deretan pulau-pulau kecil di timur Pulau Jawa.

Ada tiga provinsi yang berada di kawasan Kepulauan Sunda Kecil, yaitu Bali, NTB dan NTT.

Namun, sebutan "Sunda Kecil" pada masa sekarang tidak lagi relevan karena ketiga provinsi ini sudah diganti dengan sebutan "Bali-Nusa Tenggara" atau Bali-Nusra.

Dengan reptil komodo hanya hidup di Taman Nasional Komodo, Manggarai Barat, maka sudah seharusnya Ayu Maulida menyebutnya "berasal dari NTT". Atau menyebut nama Labuan Bajo, karena sudah begitu populer di kalangan pelancong internasional.

Adapun dalam ajang Miss Universe 2020, Ayu Maulida menampilkan hal yang membuat Indonesia dan NTT khususnya bangga, yaitu mengenakan kostum bermotifkan komodo bertajuk "Komodo Dragon: An Indonesian Prehistoric Heritage". 

Namun sayangnya, langkah Ayu Maulida terhenti di babak 21 besar.

Ayu mengatakan bahwa kostum Komodo merupakan kolaborasi dari desainer Diana M Putri dari Diana Couture dan desainer aksesori Yuling Hoo dan Silvy Prajogo dari Le Ciel Design.

Ayu menjelaskan bahwa kostum tersebut memiliki panjang sekitar 3 meter dan berat sekitar 136 kg.

"Komodo adalah kadal terberat di dunia. Eksistensinya selama jutaan tahun membuat komodo sering disebut sebagai "tautan terakhir dari dinosaurus prasejarah"," tulis Putri Indonesia 2020 ini.

Ayu menjelaskan, Diana Putri memilih Sequin 3D hitam dan emas yang dapat dibalik untuk gaunnya sehingga dapat menciptakan efek mewah, misterius, dan liar, menyerupai kesan seekor komodo. 

Bagian 3D pada dada dan ekor yang dramatis dibuat dari bahan kulit menggunakan metode laser cutting dan diwarnai dengan metode khusus agar menyerupai komodo asli. 

Sementara efek 3D pada ekor ditegaskan dengan boning melalui balen. Untuk menambah kesan elegan, kostum tersebut juga menggunakan dasar korset agar lebih menegaskan sosok Ayu.

Semua manik-manik yang ada pada kostum ini dibuat menggunakan tangan, sementara semua pelat logam dijahit dengan tangan. 

Pemenang Grand Prize Face of Asia 2019 menambahkan, Yuling Hoo dan Silvy Prajogo memilih tiga jenis logam berbeda untuk digabungkan menjadi satu. Jenis logam tersebut adalah rustic gold, tembaga/perunggu, dan black gold untuk menciptakan efek ombre pada gaun. 

Di antara semua aspek rumit dalam gaun ini, aspek mekatronika adalah yang paling rumit, di mana headpiece komodo buatan tangan yang digunakan ayu berkaitan dengan sistem robotik yang menggabungkan motor, sensorik, dan mikrokontroler. 

"Kalung dan sarung tangan yang menyala dibuat dengan pengontrol LED," ungkap Ayu.

Adapun malam final Miss Universe 2020 digelar di Seminole Hard Rock Hotel & Casino di Hollywood, Florida, Amerika Serikat pada Minggu (16/5) waktu setempat, atau Senin (17/5) waktu Indonesia.

Mahkota ajang bergensi ini disematkan kepada Miss Mexico Andrea Meza, menggantikan Miss Universe 2019 Zozibini Tunzi.

Meza, 26, berhasil mengalahkan 73 wanita lainnya. Di posisi kedua adalah Miss Brazil Julia Gama, dan runner-up kedua, Miss Peru Janick Maceta Del Castillo.

Meza tampil menonjol selama pertunjukan hari Minggu, yang dimulai dengan segmen pakaian renang sebelum bagian gaun malam dan pertanyaan wawancara.

Meza yang memiliki gelar di bidang rekayasa perangkat lunak, adalah seorang aktivis hak-hak perempuan. 

Dalam pernyataan terakhirnya, Meza diberi topik tentang mengubah standar kecantikan dan dia memberi jawaban yang menginspirasi.

"Kita hidup dalam masyarakat yang lebih dan lebih dari sekedar maju, dan seiring kita maju sebagai masyarakat, kita juga maju dengan stereotip," katanya.

"Saat ini kecantikan bukan hanya cara kita memandang. Bagi saya, kecantikan tidak hanya memancar dalam jiwa kita, tetapi juga dalam hati kita dan cara kita berperilaku. Jangan pernah mengizinkan seseorang mengatakan kepadamu bahwa kamu tidak berharga," imbuhnya.*

Posting Komentar untuk " Kontroversi Miss Universe 2020 Asal Indonesia Sebut Komodo dari Sunda Kecil"