Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Labuan Bajo Bakal Jadi Kota Pariwisata Masa Depan

Kawasan Marina Labuan Bajo/Net.


Labuan Bajo akan menjadi kota masa depan di Indonesia. Tidak hanya infrastruktur fisik seperti jalan, hotel, marina, terminal, bandara, dan resto yang dipersiapkan, tapi infrastruktur digital juga sedang dibangun di kota paling barat Pulau Flores, NTT ini. 

Kominfo telah meluncurkan jaringan 5G pada Kamis, 27 Mei 2021 di Jakarta, dan mendapuk Labuan Bajo sebagai kota pertama di NTT yang bakal memiliki jaringan 5G bersama dengan beberapa kota industri lain di Indonesia. 




Labuan Bajo memang sedang diarahkan untuk menjadi kota kontemporer di masa depan. Semua gagasan bisnis diramalkan bakal berpusat di Labuan Bajo, selain Bali.

Keindahan alam, budaya dan laut, mempercantik daya tarik Labuan Bajo dan menyulap ibukota kabupaten Manggarai Barat ini layaknya surga yang jatuh ke bumi.

Salah satu tempat yang bisa membuat kamu mengalami pengalaman surga atau pengalaman kontemplasi adalah ketika berada puncak Padar.

Dari atas puncak Padar, kamu tidak hanya sekadar berfoto ria dengan latar belakang lanskap terbaik di muka bumi, tapi kamu bisa merasakan getaran kehadiran kuasa Ilahi diantara jejeran bukit-bukit mungil yang berjejer di depan kamu. Jejeran bukit-bukit itu dengan ombak tipis di bibir pantai, seperti jari-jari dan napas Tuhan yang sedang menopang kamu.

Pulau Padar memang telah menjadi ikon wisata Labuan Bajo selain Komodo. Tempat ini selalu menjadi persinggahan para pelancong yang datang ke Labuan Bajo. 

Rasanya perjalanan kamu kurang lengkap jika kamu belum menaiki tangga-tangga pendek menuju puncak Pulau Padar. Jika kamu ke Pulau Komodo atau Pulau Rinca, kamu akan selalu mampir ke Pulau Padar.

Banyak orang mengatakan Labuan Bajo adalah salah satu tempat terbaik untuk melakukan trekking karena kamu bisa melihat komodo yang hidup di habitat aslinya. Komodo dapat dilihat di Taman Nasional Komodo dan P. Rinca.

Tidak hanya itu. Destinasi pariwisata Labuan Bajo menyajikan eksostisme alam dan laut serta burung-burung yang sangat luar biasa. Di sana kamu tidak hanya bisa melihat reptil purba komodo, tapi juga melihat burung-burung manyar, buaya, dan juga ikan-ikan. Kamu juga bisa bersnorkling atau diving di Pink Beach, atau kamu bisa berenang bareng manta di Loh Liang, TNK.

Selain Manta Point, salah satu pulau yang dapat dikunjungi untuk menyelam dan menikmati pesona bawah laut di Labuan Bajo adalah Pulau Sebayur. Biota lautnya beragam dan memiliki beberapa titik diving dengan keindahan dan karakteristik berbeda-beda.




Labuan Bajo sering disebut sebagai salah satu tempat terindah menikmati sunset atau matahari terbenam. Pengunjung bisa menikmati keindahan matahari terbenam di berbagai tempat seperti di bukit, pantai, dermaga, hotel, cafe atau di atas kapal.

Sungguh, pengalaman berbeda akan kamu rasakan ketika berwisata ke Labuan Bajo. Apalagi tarif penginapan di sana tidak mahal-mahal amat. Dengan uang 100 ribu kamu bisa menginap semalam. Penerbangan langsung dari Jakarta, Bali, atau Surabaya pun tersedia setelah bandara Komodo dinaikkan statusnya menjadi bandara internasional.

Dengan keindahan alam dan kekayaan budaya yang luar biasa, Labuan Bajo tentu memiliki nilai ekonomi yang tak kalah bersaing dengan Bali.

Karena itulah Presiden Jokowi berniat mengangkat nilai ekonomi pariwisata Labuan Bajo menjadi lebih besar sehingga berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat lokal.

Presiden Jokowi sadar bahwa emas yang ada di Labuan Bajo tidak boleh terkubur mati begitu saja, tapi harus diolah dengan cara-cara yang lebih modern sehingga hasilnya bisa dinikmati banyak orang, termasuk wisatawan mancanegara. Dengan makin banyak wisatawan mancanegara, maka sudah pasti pendapatan negara atau pendapatan daerah makin besar.

Ini semua merupakan bukti cinta Jokowi kepada masyarakat NTT. Sejak menjabat sebagai presiden, Jokowi adalah presiden yang paling sering mengunjungi NTT.

Tidak saja Labuan Bajo, di Pulau Timor, Sumba, Adonara, Lembata, dan Flores pada umumnya, Jokowi sudah beberapa kali melakukan kunjungan. Lihat, betapa besar cinta Jokowi pada rakyat NTT.

Pada Januari 2020, Jokowi menjadikan kawasan wisata Labuan Bajo sebagai destinasi wisata superpremium. Wah keren kan. Ini seperti hadiah dari langit.

Menurut Jokowi, konsep pengembangan wisata superpremium ini akan beda dengan konsep wisata reguler. Status super premium membuat Labuan Bajo akan menjadi kota industri wisata masa depan. Salah satunya ingin menjadikan Labuan Bajo nyaman dan aman bagi wisatawan sehingga para pelancong bisa menghabiskan lebih banyak uang untuk berbelanja produk lokal.

Ada lima zona atau kawasan yang ditata dalam pengembangan Labuan Bajo sebagai wisata super premium.

Yang pertama adalah penataan Bukit Pramuka, kemudian penataan Kampung Air, pelabuhan peti kemas dan dermaga penumpang, kemudian penataan kawasan marina, yang terakhir penataan di zona Kampung Ujung.

Jokowi menjelaskan, lima zona ini akan menjadi sebuah ruang publik tidak terputus yang menghadirkan sebuah landscaping yang indah dan menjadi generator penggerak pembangunan serta pusat aktivitas masyarakat di Labuan Bajo.

Jokowi juga telah memerintahkan Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk melakukan pembenahan infrastuktur di Labuan Bajo sejak tahun 2020. Salah satunya adalah pembangunan runway bandara Komodo dan terminal. Anggaran untuk pembangunan mencapai Rp3,5 triliun tahun 2021 ini. Tahun lalu, anggarannya mencapai Rp1,3 triliun.

Presiden Jokowi memang mengerahkan seluruh energinya untuk Labuan Bajo. Jokowi tidak pingin destinasi ini redup dan tenggelam dari destinasi wisata lain di Indonesia seperti Borobudur, Mandalika, Wakatobi, Raja Ampat, Danau Toba dan masih banyak lagi.

Karena itu, Jokowi juga membangun creative hub, yang akan menggarap produk-produk lokal di NTT umumnya seperti tenun, makanan khas, kopi, kerajinan tangan, dan masih banyak lagi.

Rumah kreatif ini sedang dibangun di Puncak Waringin. Dari atas puncak waringin, kamu pun bisa menikmati matahari yang indah pada sore hari dan laut yang tenang di bawahnya serta gemerlap lampu kapal pada malam hari.

Belakangan, konsep super premium memang telah mendapatkan kritikan dari masyarakat. Hal itu karena harga tiket masuk ke Labuan Bajo akhirnya melonjak menjadi 1.000 dolar AS atau sekitar Rp14 juta per orang. Dengan harga sebesar itu, keindahan Labuan Bajo tentu hanya dapat dinikmati oleh kalangan orang-orang berduit saja. Lalu kemana rakyat yang tak punya uang berwisata?

Hal lain yang menjadi awasan masyarakat adalah terkait pengelolaan TNK yang sepenuhnya diberikan kepada pihah swasta. Dengan keberpihakan ke korporasi, kawasan ini akan berubah menjadi lahan eksplorasi ketimbang konservasi, untuk melindungi habitat asli Komodo di dalamnya. 

Diprediksi, reptil komodo suatu waktu akan punah jika kehilangan ekosistem lingkungan yang mendukung keberlangsungan hidupnya.

Meski begitu, pembangunan Labuan Bajo menuju kota pariwista masa depan harus tetap berjalan. 

Pemerintah diharapkan tetap memperhatikan suara masyarakat agar tidak terlindas oleh hiruk pikuk pembangunan. Karena objek dari pembangunan semata-mata adalah masyarakat itu sendiri. 

Gagasan besar untuk membangun Labuan Bajo harus lahir dari visi yang sama untuk memajukan kesejahteraan masyarakat.*



Posting Komentar untuk "Labuan Bajo Bakal Jadi Kota Pariwisata Masa Depan"