Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pria Jakarta Meninggal Usai Divaksinasi AstraZeneca

Proses vaksinasi/Ilustrasi.


Seorang pria muda asal Jakarta dikabarkan meninggal dunia usai menerima vaksin Corona AstraZeneca pada Rabu (5/5) pekan lalu.

Pria bernama lengkap Trio Fauqi Virdaus itu meninggal di Rumah Sakit Rawamangun, Jakarta Timur, tepat sehari setelah ia menerima suntikan vaksin AstraZeneca pada Kamis (6/5).

Berbagai asumsi pun muncul pasca meninggalnya seorang pemuda itu. Proses investigasi masih berlangsung oleh pihak berwenang.

Otoritas resmi pemerintah pun akhirnya turun tangan untuk memberikan penjelasan, terutama berkaitan dengan kronoligi kejadian.

Ketua Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) Prof Hindra Hingky Setiawan menjelaskan, Trio mula-mula menjalani vaksinasi AstraZeneca di GBK pada Rabu pukul 13.30 siang. 

Sesudah menjalani vaksinasi, dia kembali bekerja di kantor, bertempat di Pegadaian Cibubur.

Selama proses observasi 30 menit, setelah divaksin AstraZeneca, tidak ditemukan keluhan apa pun. Gejala mulai muncul saat dia bekerja di kantor. Ia merasa tak enak badan.

Dengan kondisi demikian, Trio lantas tak langsung melapor ke nomor telepon yang tertera di kartu vaksinasi mengenai keluhan itu.

Akhirnya, Trio langsung berinisiatif berobat ke dokter umum. Namun karena dokter langganannya tak masuk praktik, ia pun mengurungkan niatnya untuk berobat lebih lanjut.

"Dia tidak melapor ke tempat vaksin, kan ada nomor telepon kan di belakang kartu itu. Tapi dia mau berobat ke dokter di dokter biasa dia berobat. Jadi pertanyaan saya, apakah dia punya penyakit dokter langganan, kebetulan dokter langganannya nggak praktik, jadi nggak berobat," jelas Prof Hindra, seperti diberitakan Detik.com.

Dalam beberapa jam kemudian, gejala sakit Trio tak kunjung membaik hingga tengah malam. 

Demam yang dirasakan Trio semakin tinggi tapi ia tak kunjung berobat lantaran dokter langganannya sedang tak berpraktik.

Akhirnya, Trio ditangani sementara oleh keluarganya di rumah karena ia sendiri belum berkeluarga.

Setelah dipijit oleh keluarga, Trio pingsan dan akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Rawamangun.

Sesampai di RS, denyut nadi Trio sudah tidak ada, hingga dinyatakan meninggal jam 12 siang.

"Tengah malam dia demam, tinggi, nggak berobat juga, kemudian paginya dia merasa pegal, jadi dipijit, yang bersangkutan belum menikah jadi tinggal serumah dengan keluarga. Setelah dipijat itu pingsan dia, lalu dibawa ke RS di Rawamangun, namun ternyata sampai di RS death on arrival," kata Hindra.

Hindra menambahkan, ada laporan pembekuan darah dari hasil medis sebelum Trio meninggal dunia.

Namun, pihaknya belum memastikan apakah pembekuan darah terjadi sesudah vaksinasi atau bukan.

Prof Hindra mengatakan, pihaknya akan melakukan autopsi untuk mengetahui secara tepat dan akurat penyebab kematian Trio.

Adapun jenazah Trio saat ini sudah dimakamkan keluarganya.

Sementara itu, Juru bicara vaksinasi dari Kemenkes, Siti Nadia Tarmizi, mengatakan kejadian ini sedang dikaji oleh pihak terkait, yaitu Komnas Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI).

Nadia mengatakan Komnas KIPI akan melakukan audit kematian.

Namun, sejauh investigasi berlangsung, tidak ada laporan pembekuan darah pasca vaksinasi AstraZeneca pada tubuh Trio.

Maka dari itu, belum bisa diputuskan apakah penyebab tewasnya Trio adalah vaksin AstraZeneca.

"Untuk mencari keterkaitan kalau demam menggigil itu memang gejala vaksin AstraZeneca, namun tidak menyebabkan kematian, kalau kematian kan blood clot," pungkas Nadia.*

Posting Komentar untuk "Pria Jakarta Meninggal Usai Divaksinasi AstraZeneca"