Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

PUPR Bantu Seminari Todabelu Mataloko Bangun Rusun

Seminari Mataloko/Facebook.

Kementerian PUPR membantu Seminari Menengah St. Yohanes Berchmans Todabelu Mataloko di Kabupaten, Ngada, NTT membangun rusun berserta berbagai fasilitas pendukung dengan anggaran senilai Rp16,78 miliar.

Berdasarkan master plan, rusun Seminari Mataloko akan dibangun secara Single Years Contract (SYC) Tahun 2021 yakni satu tower setinggi tiga lantai. Jumlah hunian terdiri dari 43 unit tipe 24 pendek.

Sementara, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Nusa Tenggara II rencananya akan melengkapi setiap unit hunian dengan meubeler seperti tempat tidur, lemari, meja belajar dan kursi, juga kasur termasuk prasarana, sarana dan utilitas (PSU).

"Kami berupaya memberikan bantuan hunian layak untuk meningkatkan pendidikan di NTT. Salah satunya dengan pembangunan Rusun untuk seminari," ujar Direktur Jenderal Perumahan Kementrian PUPR Ahmad Khalawi, dalam siaran pers, Sabtu (15/5).

Menurut Ahmad, pembangunan rusun akan dilaksanakan secara merata sebagai wujud nyata kehadiran negara dalam menyediakan hunian yang layak bagi seluruh masyarakat Indonesia.

Kepala Balai P2P) Nusa Tenggara II, Yublina D Bunga menyatakan, pembangunan rusun Sekolah Seminari Mataloko ini akan dilaksanakan oleh Balai P2P Nusa Tenggara II dan ditandai dengan pelaksanaan ground breaking di Desa Mataloko, Kecamatan Golewa.

Peletakan batu dilakukan oleh Wakil Gubernur Provinsi NTT Josef Nai Soi, Wakil Bupati Ngada Raymundus Bena, Ketua DPRD Ngada Bernadinus Dhey Ngebu dan Romo Gabriel Idrus di keempat sudut lalu diikuti oleh Kepala BP2P Nusa Tenggara II Yublina D Bunga, Perwakilan dari Kontraktor Penyedia Jasa dari PT Pubagot Jaya Abadi dan Ketua Panitia acara 100 tahun Seminari Berchmans Todabelu di bagian tengah lokasi.

Batu-batu yang digunakan pada acara seremonial ini sebelumnya telah dilakukan ritus adat dan doa pemberkatan terlebih dulu.

Adapun Balai P2P Nusa Tenggara II juga telah melakukan penandatanganan kontrak pada tanggal 15 Maret 2021 dengan PT Pubgot Jaya Abadi sebagai kontraktor pelaksana pembangunan rusun senilai Rp14,7 miliar dan PT Buana Rekayasa Adhigana sebagai manajemen konstruksi senilai Rp898 juta.

Selain itu juga dilakukan penandatanganan kontrak meubelair dengan CV Tiga Dua Satu pada 21 April 2021 lalu senilai Rp1,1 miliar.

Seminari Tertua di Indonesia

Romo Idrus pertama-tama menyampaikan rasa terima kasih kepada Presiden Joko Widodo, Kementrian PUPR, Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Ngada yang telah turut andil dalam upaya permohonan dan pengusulan sehingga sekolah ini bisa mendapatkan bantuan rusun.

Ia menyampaikan bahwa Seminari Mataloko sudah sangat tua dimana sudah berusia sekitar 92 tahun serta merupakan sekolah seminari tertua kedua di Indonesia yang didirikan pada tahun 1912.

"Sekolah ini memang sudah sangat tua dan banyak bangunan yang perlu perbaikan karena tidak layak huni lagi," paparnya.

Wakil Gubernur Josef Nai Soi juga menyatakan pentingnya pembangunan rusun bagi sekolah-sekolah di NTT agar anak-anak didik bisa tinggal dengan baik dan memiliki pengetahuan, kemampuan dan juga sikap yang baik.

"Anak-anak yang bersekolah di madrasah, seminari, sekolah teologi atau sekolah-sekolah berasrama lainnya rata-rata mereka punya sikap yang baik karena di asrama mereka mendapatkan pendidikan budi pekerti. Anak-anak itu punya pengalaman bersosialisasi, bertukar pikiran dan waktu belajar yang lebih banyak dibanding murid sekolah biasa pada umumnya," katanya.

Untuk itu pemerintah sangat mendukung sekolah-sekolah berasrama agar dapat mendidik dan membina murid-murid demi menciptakan sumber daya mnusia yang unggul," imbuhnya.*

Sumber: Beritasatu.com

Posting Komentar untuk "PUPR Bantu Seminari Todabelu Mataloko Bangun Rusun"