Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tragis, Pria di Kupang Membunuh Seorang Gadis, Memperkosa dan Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan

Tim Polda NTT menggiring pelaku menuju Mapolda NTT/Tribun Solo.

Peristiwa kekerasan berujung pembunuhan kembali terjadi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pada Kamis, 20 Mei 2021, Tim Direktorat Reskrimum Polda Nusa NTT berhasil menangkap pria berinisial YT alias (41) karena terlibat dalam pembunuhan terhadap Yuliani Apriani Welkis alias Nani (19), gadis asal Desa Noelmina, Kecamatan Takari, Kabupaten Kupang.

YT diamankan tim Polda NTT di depan sebuah hotel di Jalan Timor Raya, Kota Kupang sekitar pukul 17.00 WITA. Saat itu, pelaku sedang mengendarai dump truk.

Link Youtube: Sadis! Pria Psikopat di Kupang Bunuh Lalu Perkosa Gadis 19 Thn, Mayat Ditemukan Membusuk di Hutan


Adapun mayat korban ditemukan dalam kondisi telah membusuk di hutan setelah dibunuh tersangka.

Sebelum dibunuh, pelaku mengajak korban untuk melakukan hubungan intim. Namun korban menolaknya.

Akhirnya, pelaku membunuh korban dan kemudian memperkosa korban yang sudah tak bernyawa.

Ini bukan pertama kalinya YT melakukan aksi bejatnya. Pada Februari lalu, ia juga membunuh Marsela Bahas, warga asal Kelurahan Oenesu, Kec. Kupang, Kab. Kupang.

Marsela ditebasnya saat perempuan itu menggembalakan ternak sapi di kebun milik mereka.

Sebelum membunuh, YT juga memperkosa Marsela. Mayatnya ditemukan di kebun milik orangtuanya sehari kemudian dalam keadaan telanjang.


Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhiaswanto, dalam jumpa pers di Mapolda NTT, Jumat (21/5) siang mengatakan, YT merupakan warga Camplong, Kecamatan Fatuleu, Kab. Kupang.

Sehari-hari, YT bekerja sebagai sopir mobil dump truk yang mengangkut material bahan bangunan di wilayah Kecamatan Kupang Barat.

Krisna menjelaskan, penangkapan terhadap YT dilakukan setelah Polda NTT melakukan pemeriksaan selama empat hari terhadap sejumlah saksi. 

Selain itu polisi juga melakukan pemantauan melalui kamera CCTV yang terpasang di lokasi indekos korban serta memeriksa ponsel. 

Dalam penangkapan, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah pisau, sandal, pakaian dalam dan beberapa potong pakaian milik korban.

Krisna pun menjelaskan kronologi kejadian mengenaskan itu.

Peristiwa pembunuhan bermula ketika pelaku berkenalan dengan korban melalui Facebook.

Pelaku menawarkan pekerjaan di salah satu toko di wilayah Osmok, Kecamatan Alak, Kota Kupang, dengan iming-iming gaji yang tinggi.

Karena tergiur, korban kemudian menuruti kemauan pelaku untuk dijemput menuju tempat kerja, pada Jumat (14/5) sore.

Pelaku kemudian membawa sepeda motor dan menjemput korban di Jalan Frans Seda, Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, Kota Kupang.

Korban lalu dibonceng menuju ke arah Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang.

Di tengah jalan yang jauh dari permukiman warga, pelaku menghentikan dan memarkir sepeda motor. YT beralasan ingin menemui temannya yang berada di dalam hutan. Saat itu, korban pun mengikuti pelaku dari belakang.

Setibanya di hutan, pelaku meminta korban untuk berhubungan badan, namun ditolak. Korban bahkan hendak melarikan diri.

Akhirnya, pelaku langsung mengambil pisau dan mengancam akan membunuh korban.

YT lalu mencekik dan membuka paksa celana korban. Tapi korban melawan, dengan mencakar leher dan kemaluan pelaku.

Karena mendapat perlawanan dari korban, pelaku kemudian membanting dan menikam korban satu kali di bagian dada sebelah kiri. Korban pun kemudian tak bergerak.

Setelah itu, pelaku memerkosa korban dan mengambil uang Rp 150.000 dan juga ponsel milik korban. Pelaku lalu melarikan diri.


Beberapa hari kemudian, tepatnya pada Senin (17/5) seorang warga asal Kelurahan Batakte, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang bernama Januario Amtiran terkejut lantaran menemukan sesosok jenazah perempuan tanpa identitas di hutan.

Sayangnya, mayat yang ditemukan sudah dalam kondisi hancur, membusuk dan dipenuhi belatung. 

Januario menemukan mayat korban saat melakukan pemetaan lokasi untuk perusahaan PT Dwimukti Graha Elektrindo bersama rekannya Arif Purwanto (38).

Mayat korban terungkap identitasnya, setelah pihak keluarga mengenali jenazah tersebut.

Lantas, jenazah korban dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Kupang lalu kemudian diambil keluarga untuk dimakamkan.

Polda NTT masih mendalami motif pembunuhan ini.  Kasus ini selanjutnya akan diserahkan ke Polres Kupang.*

Disadur dari berbagai sumber



Posting Komentar untuk "Tragis, Pria di Kupang Membunuh Seorang Gadis, Memperkosa dan Mayatnya Ditemukan Membusuk di Hutan"