Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

4 warga Maumere tewas setelah makan ikan buntal campur moke

Ikan buntal dan moke/Kolase.


Kematian yang dialami empat warga Kampung Wairita, Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka sangat mengejutkan masyarakat Flores dan NTT umumnya.

Perasaan haru bercampur duka mendalam tak bisa tertahan. Sangat tidak diduga, mereka begitu cepat meninggal dunia diduga karena keracunan ikan buntal. 

Mereka sempat dirawat di RSUD TC Hillers Maumere, Minggu (27/6) sore, tapi nyawa mereka tak bisa tertolong. Akhirnya pada Minggu malam, mereka menghhembuskan napas terakhir.



Dari informasi yang dihimpun, keempat korban diketahui bernama Bernadus Simon (40), Sirilus Andria (20), Anselmus Labas Lodan (39) dan Frebriyanti Marlina Afia (14).

Selain keempat korban, ada 8 orang lainnya juga dinyatakan keracuman ikan buntal.

Namun setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Maumere satu orang warga sembuh dan 7 lainnnya masih dirawat.

Barangkali mereka selama ini terbiasa makan ikan buntal. Sebagai orang pantai, ikan yang disebut-sebut sangat beracun itu mereka mungkin sudah familiar dan mereka tahun cara mengolahnya.

Tapi, nasib naas menimpa mereka pada Minggu kemarin.

Menghabiskan waktu akhir pekan bersama, mereka duduk bercengkrama di tempat penyulingan moke milik salah satu korban bernama Simon.

Di sana mereka makan ikan buntal sebagai lepeng (makanan suplemen) untuk menemani satu-dua tenggakan arak khas Maumere.



Dari berita yang beredar dan kesaksian warga, ada 20 orang warga yang duduk minum di situ. Cukup lama, dari pagi sampai sore. Tidak tahu berapa botol moke yang dihabiskan.

Salah satu anggota keluarga bernama Maria Sepe menjelaskan bahwa seorang warga bernama Klementinus Oskar pada Sabtu (26/6) malam pergi melaut. Oskar sendiri adalah tetangga Simon.

Dari hasil melaut itu, Oskar mendapatkan banyak ikan, termasuk seekor ikan buntal. Ikan yang berhasil ditangkap ini kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Pada Minggu (27/6) pagi 20-an orang warga duduk berkumpul di rumah Bernadus Simon. Mereka bercengkrama sambil menenggak minuman tradisional moke.

Sudah menjadi kebiasaan orang Maumere ketika duduk berkumpul banyak orang maka wajib menenggak minuman keras. Apalagi dekat dengan tempat penyulingan moke.

Akhirnya, sekitar pukul 14.00 WITA, ada satu korban yang merasakan gejala mual, keram dan gatal pada bibir lalu bengkak. Gejala mulai dirasakan setelah dua jam mereka makan ikan buntal.

Warga sekitar sempat memberikan air kelapa untuk menetralkan dugaan keracunan. Tapi tidak mempan.

Setelah melihat kejadian itu, beberapa orang di situ mulai merasakan hal yang sama. Bahkan, ada yang muntah-muntah. Mereka pun panik.

Melihat kondisi yang semakin parah, akhirnya warga yang lain berinisiatif membawa mereka ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.

Setelah tiba di rumah sakit, 4 orang tidak bisa tertolong lagi alias meninggal. Mereka pun langsung dibawa ke kamar jenazah.

Sedangkan 7 orang sedang dirawat intensif di IGD dan 1 orang lainnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Saat ini, Dinas Kesehatan Sikka bersama Kapolsek Waigete sedang melakukan olah TKP untuk mendapatkan sampel muntahan ikan buntal.*

Posting Komentar untuk "4 warga Maumere tewas setelah makan ikan buntal campur moke"