Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Bara Api Amon-Risma Belum Padam, Ketua DPRD Alor Siram Lagi dengan Bensin

Enny Anggrek dan Amon Djobo/Kolase.


Bara kontroversi pernyataan Bupati Alor Amon Dojob memarahi dan memaki Menteri Sosial Tri Rismaharini dan pejabat Kemensos belum juga reda.

Di saat kontroversi Amon-Risma belum padam, Ketua DPRD Alor Enny Anggrek menyiramnya lagi dengan bensin.

Akibatnya, kontroversi ini pun makin meluas dan panas serta melibatkan lebih banyak pihak untuk menyelesaikannya, salah satunya DPP PDIP, Gubernur NTT dan Kementrian Dalam Negeri.



Dalam pernyataannya, Enny mengatakan bahwa apa yang diucapkan Amon kepada Risma dan pejabat Kemensos sangat jorok dan kasar.

Enny menyinggung ada satu pernyataan Amon yang memaki dengan bahasa setempat yang merujuk pada organ intim seorang perempuan.

"Saya menyesal apa yang disampaikan Pak Bupati kepada Ibu Risma, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena ada kata bahasa sebelum bahasa setan, itu bahasa maki perempuan, sebelum kata setan. Dari itu bahasa yang dikeluarkan oleh bupati itu sangat jorok, jorok!," kata Enny, dikutip Jumat (4/6).

Enny mengatakan perkataan Amon itu sangat tidak baik terhadap jati diri perempuan, khususnya untuk Risma.

"Itu bahasa bisa tujukan karena ada dua perempuan, bisa ke Ibu Risma atau ke saya hingga dalam kondisi ini bahasa maki dia yang jorok itu, karena ada nama Ibu Risma, maka saya sebagai Ketua DPRD memohon maaf atas nama masyarakat Alor," ucap Enny.

Enny mengaku kecewa setelah melihat tayangan video Bupati Amon yang marah kepada Menteri Risma hingga mengusir staf Kemensos yang viral di media sosial.

Menurut Enny, tamu dari Kemensos harusnya diperlakukan secara baik. Pernyataan dalam video tersebut tidak pantas dilihat masyarakat.

"Saya sebagai orang Alor maupun Ketua DPRD melihat tayangan video itu tidak menunjukkan budaya kita sebagai orang Alor yang mempunyai tata krama dalam menerima tamu," kata Enny.



Klarifikasi terkait bantuan

Terkait tudingan Amon mengenai politisasi bantuan PKH, Enny menjelaskan bahwa bantuan dari Kemensos murni merupakan bantuan kemanusiaan untuk korban bencana.

Enny menyebut, saat itu Risma sudah menghubungi Bupati Amon dan Sekda Alor soal bencana yang terjadi.

Namun Bupati Amon tidak bisa dihubungi lantaran nomornya tidak aktif setelah kasus dengan TNI, termasuk juga nomor telepon Sekda Alor.

"Jadi saya luruskan dulu itu bukan bantuan PKH," tegasnya.

Enny mengatakan, pada 5 April, Risma menelponnya untuk meminta bantuan penyaluran bansos korban bencana.

Kepada Risma, Enny mengusulkan bantuan tanggap darurat dari Presiden Jokowi bisa lewat Bulog setempat.

Saat itu, Enny juga meminta bantuan anggota PKH untuk dibagikan secepatnya kepada korban.

"Tidak boleh kita berpikiran negatif, sebagai pejabat kita harus berpikiran netral dalam kondisi ini dalam kondisi darurat, bukan saling komplain," tutupnya.*

Posting Komentar untuk "Bara Api Amon-Risma Belum Padam, Ketua DPRD Alor Siram Lagi dengan Bensin"