Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Buntut Kasus Kepsek SDI Ndora, P2G NTT Minta Evaluasi Dana BOS

Ibu Delfiana Azi meninggal pada Rabu (9/6)/Ist.


Graha Budaya -- Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Provinsi Nusa Tenggara Timur berjanji melakukan evaluasi terhadap program dana Bantuan Operasional Siswa atau Dana BOS pasca kasus yang menewaskan Kepala SDI Ndora di Kabupaten Nagekeo, Rabu (9/6).

Ketua P2G NTT  Wilfridus Kado mengatakan, evaluasi Dana BOS penting dilakukan mengingat kasus yang menimpa mendiang Delfiana Azi (50) sangat tidak biasa dan telah membuat para guru trauma.



Apalagi peristiwa penikamana terhadap almarhumah oleh pelaku (DD) hanya dipicu oleh masalah sepele yang bisa diatasi secara rasional.

WIlfridus mengatakan penikaman diduga terjadi setelah anak pelaku dilarang mengikuti ujian akhir sekolah lantaran belum melunasi uang komite, yang diketahui sebesar Rp1,7 juta.

Menurut Wilfiridus, kasus ini menjadi cermin buram tata kelola pendidikan dan kegagalan negara melindungi tenaga pendidik.

Adapun ketentuan hukum mengenai perlindungan guru diatur dalam UU Nomor 14 tahun 2005 tentang Guru dan Dosen dan Permendikbud Nomor 10 Tahun 2017 tentang Perlindungan Bagi Guru dan Tenaga Kependidikan.



"Kami mendesak Pemkab (di NTT) mengevaluasi skema pengelolaan dana BOS agar tidak lagi mengorbankan siswa dan pendidikan daerah. Jangan sampai peristiwa seperti ini terjadi di daerah lain," tandas Wilfrdus.

P2G NTT pun meminta penegak hukum untuk menegakkan dan memberikan hukuman seadil-adilnya sesuai peraturan yang berlaku terhadap pelaku.*


Posting Komentar untuk "Buntut Kasus Kepsek SDI Ndora, P2G NTT Minta Evaluasi Dana BOS"