Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Curhat Risma: Bupati Amon Ngambek Gegara Bantuan Tidak Disalurkan Lewat Pemkab Alor

Menteri Risma dan Bupati Amon/Kolase.


Graha Budaya -- Video kemarahan Bupati Alor Amon Djobo ke Menteri Sosial Tri Rismaharini dan pejabat Kemensos viral di media sosial.

Diketahui bahwa video tersebut terjadi pada pertengahan April 2021, tapi baru viral pada Selasa, 1 Juni, lalu setelah disebarkan ke grup WhatsApp warga.

Sebelum video ini viral, Bupati Amon sebetulnya sudah meminta maaf kepada Menteri Risma ketika mantan Walikota itu berkunjung ke Alor 4 Mei lalu.



Namun menurut cerita Menteri Risma, ketika berkunjung ke Alor, sebetulnya Bupati Amon sedang tidak ingin berbicara atau bertemu dengannya alias ngambek.

Bupati Amon masih tidak bisa menerima kenyataan bahwa bantuan bencana tidak disalurkan melalui Pemakba Alor tapi melalui Ketua DPRD Alor Enny Anggrek.

Kemudian, ketika rapat virtual dengan Presiden Jokowi beberapa waktu lalu, Bupati Amon justru tambah kecewa soal penyaluran bantuan PKH yang tidak melalui Pemkab Alor tapi melalui DPRD Alor.

Rapat itu dihadiri Gubernur NTT dan bupati serta wali kota di NTT.

Saat rapat, Risma melaporkan kepada Presiden Jokowi bahwa bantuan PKH serta sejumlah bantuan lain telah dikirim ke Alor melalui Ketua DPRD setempat.

Amon pun bingung karena bantuan itu tidak melalui pemerintah daerah.

Risma menjelaskan bahwa bantuan bencana siklon tropis itu sangat dibutuhkan warga terdampak jadi harus disalurkan secara cepat dan tepat sasaran.

Karena itu, bantuan tersebut langsung disalurkan ke warga terdampak, dan bisa melalui pihak manapun.

Ketika menghubungi Bupati Alor dan Pemda Alor, Risma mengatakan bahwa terkendala jaringan sehingga semua elemen Pemda Alor tidak bisa dihubungi.



Risma mengatakan, karena teknis penyaluran bantuan tersebut, Bupati Amon akhirnya marah-marah dan kecewa, sampai akhirnya tidak mau berbicara dengannya.

"Pernah, aku sengaja datang. Sebetulnya sebelum viral. Aku tau dia marah-marah," kata Risma, Jumat (4/6) lalu.

"Aku sengaja datang. Aku mau jelaskan tapi dia nggak mau ngomong sama aku. Dia pidato juga marah-marah," imbuh Risma.

Ketika berkunjung ke Alor, Risma tak sendiri tapi didampingi oleh Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy.

"Aku diajak Pak Menko kesana, kemudian ada dua acara di Pantar. Pertama ada bupati tapi beliau tidak menyapa saya dan saya nggak masalah. Acara kedua beliau meninggalkan tempat. Aku di situ saya sama kapolres dan Pak Danrem.  Saya nggak masalah. Bagiku yang penting warga nggak kelaparan. Sebab, itu tugasku," kata Risma.

Risma mengatakan, Amon terlihat tetap berpegang teguh pada pendiriannya bahwa ia ingin bantuan bencana bisa segera diterima masyarakat. 

"Tapi aku merasa nggak salah. Karena bagi aku bukan satu dua orang, ini masalah perut warga. Kalau mereka kelaparan, terjadi sesuatu, aku yang salah," kata Risma.



Risma menjelaskan bahwa bencana skala nasional menjadi tanggung jawab pihaknya.

"Makanya, secapek apapun, aku usahakan secara fisik aku bisa hadir. Tapi dia (Bupati Amon) nggak nyapa. Ya sudah, aku di sana dengan warganya sampai sore ndak apa-apa," tutup Risma.*

Posting Komentar untuk "Curhat Risma: Bupati Amon Ngambek Gegara Bantuan Tidak Disalurkan Lewat Pemkab Alor"