Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Demi Sekolah, Anak-anak SD Ini Gunakan Keranjang Terbang Seberangi Sungai

Anak-anak SD di Riau seberangi sungai pakai keranjang terbang/Screenshoot.


Graha Budaya -- Kisah perjuangan dan pahit getir anak-anak pelajar di daerah pedesaan untuk bisa mendapatkan hak pendidikan memang tak akan habis-habisnya dibahas.

Seperti yang baru-baru ini terjadi di Riau. Demi bisa sekolah mereka menggunakan keranjang terbang untuk menyeberangi sungai. Videonya viral di media sosial.

Peristiwa itu memang terlihat lucu, tapi jika dikorek fakta ini menunjukkan bahwa masih terjadi kesenjangan akses pendidikan di beberapa daerah di tanah air. Pemerintah pun tidak boleh diam dan lepas tangan.


Terjadi di Kampar Timur, Riau

Dari pemberitaan media, peristiwa tersebut terjadi di Desa Kuntu di Kampar Timur, Riau.

Dari video yang beredar, terlihat tiga murid SD bergelantungan pada 'keranjang terbang' untuk menyeberangi sungai.

Dalam video berdurasi 29 detik itu, tampak tiga murid SD mengenakan seragam merah-putih menarik keranjang bulat.

Keranjang seperti terbuat dari rotan itu diikat ke tali penyeberangan yang melintang dari satu sisi ke sisi lain sungai. 

Ketiga murid SD itu kemudian mengatur posisi untuk menyeberang. Setelahnya mereka mengayunkan rotan dan meluncur menyeberangi sungai bak flying fox.

Sungai yang diseberangi ketiga pelajar tersebut adalah Sungai Siantan.


Dari penelusuran lebih lanjut, diketahui bahwa bukan hanya ketiga siswa SD. Tapi ada juga anak-anak TKK yang menggunakan keranjang terbang untuk bisa nyebran ke tempat mereka sekolah.

Ini seperti kisah Denias di Papua dalam film "Denias Senandung di Atas Awan" atau Lintang di Bangka Belitung dalam novel dan serial "Laskar Pelangi".

Bedanya, Lintang dan Denias berjalan kaki berkilo-kilo meter ke sekolah hanya untuk bisa mendapatkan ilmu dari guru-guru terbaik mereka.

KPAI Turun Tangan

Pasca beredarnya video viral ketiga anak di Riau tersebut, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) pun turun tangan.

"KPAI prihatin dengan kondisi anak-anak yang harus berjuang bahkan bertaruh keselamatan ketika menuju sekolah. Mau menuntut ilmu perjuangannya luar biasa," kata Komisioner KPAI Bidang Pendidikan Retno Listyarti, Jumat (11/6).

KPAI mendorong Pemerintah Desa (Pemdes) bertindak cepat, membangun jembatan menggunakan dana desa.

"Dana desa sangat tepat digunakan untuk membangun fasilitas seperti itu," katanya.

Menurut Retno, pembangunan jembatan itu demi melindungi anak-anak desa di tempat tersebut dari bencana.

"Demi kepentingan terbaik bagi anak, adanya jembatan juga akan membantu kelancaran dan pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut," ujarnya.

Pemda Didesak Temukan Solusi

Sementara itu, Ketua Komisi V DPRD Provinsi Riau Eddy Yatim kaget melihat video viral tiga murid SD menggunakan 'keranjang terbang' demi pergi ke sekolah. 

Dia mendesak pemerintah setempat segera mencarikan solusi terbaik dan cepat untuk mengatasi persoalan tersebut. Jika Pemkab Kampar tidak mampu, dia meminta Gubernur Riau turun tangan.

"Ini kan bukan soal kewenangan lagi, tapi soal pemerintah hadir-tidak di tengah-tengah masyarakat yang membutuhkan," ujar Eddy kepada Detikcom, Jumat.

Senada disampaikan anggota Komisi V Bidang Kesehatan, Pendidikan, dan Kesejahteraan Sosial Ade Hartati. Ade menilai pendidikan tidak dapat berdiri sendiri tanpa dukungan fasilitas.

"Pendidikan tentu tidak bisa berdiri sendiri, dalam arti kata bahwa pendidikan dasar yang menjadi tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota juga harus memiliki kesinambungan dengan jenjang pendidikan menengah," katanya.

Salah satu yang terpenting, kata Ade, adalah soal akses dan sarana pendukung untuk bisa menempuh pendidikan, sehingga tak ada anak putus sekolah.

"Baik itu dari segi akses dan kesiapan sarana-prasarana pendidikan dasar. Sinergisitas antara kabupaten kota dan provinsi, bahkan pemerintah pusat, tentu diperlukan untuk menekan angka putus sekolah," tandasnya.*

Posting Komentar untuk "Demi Sekolah, Anak-anak SD Ini Gunakan Keranjang Terbang Seberangi Sungai"