Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Di Ende Soekarno Renungkan Pancasila, Simak 7 Fakta Penting Tentangnya!

Patung Soekarno dan Monumen pancasila di Ende/Kolase.


Hari ini bangsa Indonesia merayakan Hari Pancasila, sebuah peringatan akan lahirnya Pancasila, 76 tahun lalu.

Pancasila memiliki sejarah yang panjang dan penuh dinamika dalam seluruh tatanan kebangsaan.

Pancasila menjadi dasar negara tak tergoyahkan, terus dipertahankan meski menimbulkan pro-kontra, terutama dari golongan Islamis yang menginginkan Indonesia Syariah.

Percakapan mengenai Pancasila, antara sebagai falsafah dan ideologi kebangsaan terus berkembang di antara kalangan akademisi dan praktisi.

Tapi, tahukah Anda bahwa Pancasila lahir dari sebuah kota kecil di selatan Indoesia, tepatnya di kota Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur?

Berikut mimin paparkan fakta-fakta unik dan epik tentang Pancasila:



1. Direnungkan Soekarno di Ende

Gagasan mengenai lahirnya Pancasila, atau lima dasar negara, ditemukan Soekarno ketika menjalani masa pembuangan oleh pemerintah kolonial pada tahun 1934-1939.

Di Ende, Bung Karno bertemu dengan banyak orang dan banyak hal, yang kemudian mematangkan refleksi filosofisnya mengenai ideologi pembentukan negara, yaitu Pancasila.

Bung Karno merenungkan Pancasila di bawah pohon Sukun, sebelum akhirnya gagasan Pancasila disampaikan pada sidang BPUPKI pada 1 Juni 1945.

Pohon Sukun tersebut hingga kini masih hidup, tumbuh di Taman Renungan Soekarno, di Kota Ende, tempat patung Soekarno berdiri kokoh.

Salah satu kelompok yang berkontribusi terhadap gagasan penemuan ide Pancasila adalah misionaris Katolik.

Bung Karno diketahui banyak berdiskusi dan berteman dengan para misionaris asal Belanda di Ende.

Dari percakapan itulah Soekarno mengambil konsep-konsep dasar mengenai dasar negara yang kemudian dipaparkannya di sidang BPUPKI.

2. Dipaparkan di Sidang BPUPKI

Ketika pulang dari pembuangan di Ende, Bung Karno pun mematangkan gagasannya mengenai Pancasila.

Dalam pidato di hadapan anggota BPUPKI pada 29 Mei-1 Juni 1945, Bung Karno menyampaikan konsepnya mengenai dasar negara.

Saat itu, Jepang masih menjajah Indonesia tapi mereka menjanjikan akan memberikan hak kemerdekaan kepada Indonesia. Akhirnya, para tokoh terkemuka saat ini mempersiapkannya dengan membentuk BPUPKI.

Sidang BPUPKI saat itu dilaksanakan di Gedung Chuo Sangi atau yang dikenal dengan sebutan Gedung Pancasila. 

Semasa era kolonial Belanda, Gedung tersebut digunakan sebagai Gedung Volksraaf atau perwakilan rakyat. 

Sayangnya, sidang tersebut sempat tak menemukan titik terang. Hingga, Soekarno datang dengan membawa gagasannya pada 1 Juni 1945.

Gagasan Bung Karno mengenai dasar Indonesia yang dinamakan Pancasila. 
Dalam pidatonya, Bung Karno menyampaikan butir-butir pokok gagasan pembentukan negara.

Bung Karno mengemukakan lima konsep dari Pancasila. Lima konsep yang dikemukakan tersebut antara lain: konsep Kebangsaan, Internasionalisme Permusyawarakatan, Kesejahteraan dan Ketuhanan.

Akhirnya, konsep Pancasila Soekarno diterima secara aklamasi oleh seluruh anggota BPUPKI.

Selain Bung Karno, ada 2 tokoh lain yang juga mengusulkan dasar negara pada sidang BPUPKI, yaitu M. Yamin dan Soepomo. Namun usul Pancasila Bung Karno yang pada akhirnya diterima oleh BPUPKI.



3. Hasil Panitia Sembilan

Pancasila yang kita kenal sekarang juga merupakan andil dari Panitia Sembilan yang membahas lebih jauh Pancasila yang diusulkan Bung Karno.

Panitia Sembilan menyempurnakan kembali rumusan Pancasila melalui beberapa kali sidang.

Adapun panitia Sembilan beranggotakan Soekarno, Mohammad Hatta, Mr. AA Maramis, Abikoesno Tjokrosoejoso ,Abdul Kahar Muzakir, Agus Salim, Achmad Soebardjo, Wahid Hasjim, dan Mohammad Yamin.

Kemudian Panitia Sembilan melahirkan Piagam Jakarta pada 22 Juni 1945, yang menjadi asal-usul Pancasila.

Pancasila kemudian disahkan pada tanggal 18 Agustus 1945 bersamaan dengan penetapan Soekarano-Hatta sebagai Presiden dan Wakil Presiden pertama.

4. Perubahan Sila Pertama

Sebagai sebuah gagasan, Pancasila bukannya tanpa kontroversi. Salah satunya mengenai sila pertama.

Dalam rumusan awal Panitia Sembilan, bunyi sila pertama adalah:

"Ketuhanan dengan Kewajiban Menjalankan Syariat Islam....". 

Namun pada akhirnya diganti menjadi "Ketuhanan yang Maha Esa" karena permintaan wakil Indonesia Timur, salah satunya adalah AA Maramis.

Maramis bersikeras meminta Panitia Sembilan mengganti rumusan sila pertama dengan jaminan Indonesia Timur bergabung ke wilayah NKRI.

Jika tidak disetujui, maka Indonesia Timur membentuk negara sendiri.

5. Lambang Pancasila

Lambang Pancasila adalah hasil karya Sultan Hamid II dan telah mengalami 3 kali perubahan desain hingga menjadi lambang yang sekarang kita kenal.

Sementara, Burung Garuda dipilih menjadi lambang Pancasila karena sering muncul di berbagai dongeng zaman dulu sebagai lambang kebajikan, pengetahuan, kekuatan, keberanian, kesetiaan, dan disiplin.

Sebelum lambang Garuda versi Sultan Hamid II, sempat ada kandidat lambang lainnya berwujud matahari yang didesain oleh Moh. Yamin. Namun lambang ini ditolak karena penggunaan matahari dianggap bernuansa Jepang. 

6. Sempat Tidak Diperingati

Peringatan hari lahir Pancasila dimulai diadakan sejak 1964 oleh Soekarno.

Soekarno melihat beberapa orang mulai menyelewengkan Pancasila. 

Namun, Hari lahir Pancasila sempat tak diperingati akibat gonjang-ganjing politik pada 1965-1966. 

Soekarno terakhir memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Juni 1966. 

Sejak 1970, pemerintah Orde Baru berhenti merayakannya sebagai bagian dari De-Soekarnoisasi.

Soeharto sempat memperingati Hari Lahir Pancasila tahun 1967 dan 1968. Akan tetapi pada 1 Juni 1970 peringatan tersebut dilarang.

Mulai tahun 1970, Hari Pancasila diganti dengan hari Kesaktian Pancasila yang diperingati pada 1 Oktober untuk mengenang perjuangan 7 jenderal mempertahankan Pancasila dalam peristiwa G30S/PKI tahun 1965.

Padahal, kedua hari besar itu tidak memiliki hubungan sama sekali.

7. Kembali Diperingati Jokowi

Setelah terhenti puluhan tahun di masa Soeharto hingga pasca Reformasi, Presiden Jokowi berinisiatif menghidupkan kembali peringatan Hari Lahir Pancasila tahun 2016.

Presiden Joko Widodo menandatangani Keputusan Presiden (Keppres) No. 24 Tahun 2016 yang menetapkan 1 Juni 1945 sebagai Hari Lahir Pancasila.

Hal itu bisa dilakukan dengan alasan yang sangat politis, yaitu karena PDIP kembali memegang kekuasaan.*

Posting Komentar untuk "Di Ende Soekarno Renungkan Pancasila, Simak 7 Fakta Penting Tentangnya!"