Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Fakta-fakta Penting Meninggalnya Wabup Sangihe di Pesawat Lion Air, Nomor 3 Wajib Diselidiki

Wabup Sangihe Helmud Hontong/Ist.


Graha Budaya -- Fakta-fakta penting terungkap pasca meninggalnya Wakil Bupati Sangihe Helmud Hontong pada Rabu (9/6) lalu.

Helmud Hontong meninggal dunia saat terbang pulang dari Bali menuju Manado via Makassar menggunakan pesawat Lion Air JT-740.



Pesawat itu berangkat dari Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali pukul 15.08 WITA, dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin pukul 16.08 WITA.

Baru beberapa menit di atas pesawat, Helmud mengalami sesak napas lalu keluar darah dari mulut dan hidung sebelumnya akhirnya meninggal karena tak lagi tertolong.



Berikut kami paparkan fakta-fakta menegenai meninggalkan Wabup Sangihe Helmud yang dihimpun dari berbagai media.

1. Meninggal di Pesawat

Corporate Communications Strategic of Lion Air, Danang Mandala Prihantoro, mengatakan, pada pukul 15.40 WITA kru pesawat menerima laporanHelmud membutuhkan pertolongan medis.

Pimpinan awak kabin (senior flight attendant/SFA) bersama kru kabin lain akhirnya menghampiri Helmud guna mengetahui kondisi aktual penumpang.

SFA lantas segera melakukan pengumuman  apakah dalam penerbangan terdapat profesi dokter atau tenaga medis. Dan ternyata ada satu orang dokter.

Menurut prosedur kerja penanganan penumpang, awak kabin segera memberikan POB (tabung oksigen portabel) dengan tindakan melonggarkan pakaian yang mengikat, membersihkan wajah penumpang, menyandarkan kursi serta memasangkan masker oksigen.

Dalam situasi itu, pilot memutuskan mengarahkan penerbangan ke bandar udara terdekat, yaitu Bandara Hasanuddin.

Pilot juga menginformasikan kepada petugas lalu lintas udara dan petugas darat (ground operation control), dalam penerbangan terdapat satu penumpang yang membutuhkan penanganan medis.

Pukul 16.10 WITA, petugas layanan darat Lion Air di Bandara Hasanuddin menghubungi tim medis di bandar udara.

Pesawat berhasil mendarat di Bandara Hasanuddin pukul 16.17 WITA.

Ketika posisi pesawat sudah mendarat, tim medis bersama petugas Lion Air melakukan penanganan dan penjemputan dari pintu pesawat bagian belakang dilanjutkan pemeriksaan dan pertolongan.

Namun sebelum sempat ditolong, Helmud terlebih dahul meninggal dunia.

Setelah dinyatakan meninggal dunia, beredar foto surat keterangan dari dokter terkait meninggalnya Helmud.

Surat tersebut berkop Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Makassar bernaung di bawah Kementerian Kesehatan.

Adapun surat itu mengurai kronologis musibah menimpa Helmud Hontong.

Bunyi surat tersebut seperti berikut:

"Dari hasil pemeriksaan jam 16.22 WITA, ybs dinyatakan telah meninggal dunia di atas pesawat Lion Air JT 740 Rute DPS-MDC dalam penerbangan Denpasar ke Makassar tanggal 9 Juni 2021.

Sebelumnya penumpang dinyatakan henti napas dan jantung oleh dr Timothy (penumpang pesawat yang sama) dan dilakukan penanganan resuitasi jantung Paru (RJP), pemberian oksigen sejak pukul 15.24 WITA.

Menurut pendampimg (ajudan) sebelum ybs tidak sadar, ybs batuk dan mengeluarkan darah dari hidung dan mulut."

2. Foto Ramai Beredar di Medsos

Kemudian ramai beredar di media sosial foto Helmud Hontong yang telah meninggal dunia, antara lain foto ketika tubuh Helmud dibaringkan di kursi pesawat dengan bantuan alat pernafasan.

Selain itu, ada juga foto ketika berada di ambulans dalam keadaan tertutup pakaian.

3. Batalkan Izin Tambang Emas

Sebelum melakukan penerbangan, Helmud diketahui membatalkan proses perizinan tambang emas di wilayahnya.

Bupati Sangihe Jabes Gaghana membenarkan hal tersebut kepada media.

"Iya, Pak Wakil Bupati memang bikin surat (tolak tambang)," kata Jabes.

Dia menambahkan, Helmud Hontong semasa hidup menolak akan adanya aktivitas pertambangan emas di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

"Almarhum memang menolak izin tambang. Tapi saya belum melihat suratnya," katanya.

Posting Komentar untuk "Fakta-fakta Penting Meninggalnya Wabup Sangihe di Pesawat Lion Air, Nomor 3 Wajib Diselidiki"