Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Ini Keobohongan OPM yang Membuat Panglima Tingginya "Bertobat"

Anggota KKB Kabupaten Yapen menyerahkan diri dan berikrar kembali ke NKRI/Ist.

Graha Budaya -- Gerakan separatis di tanah Papua yang dipelopori oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM) telah membuat persatuan dan kesatuan NKRI terguncang.

OPM melakukan serangan terhadap warga sipil dan juga militer (TNI-Polri) untuk membebaskan tanah Papua dari intervensi Indonesia yang dianggapnya penjajah.

Aksi kekerasan dan pembunuhan yang dilakukan OPM atau yang kemudian diberi Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) oleh pemerintah telah meresahkan warga.

Berbagai asumsi diungkapkan sejumlah pakar militer dan HAM mengenai kondisi di Papua, tapi sebetulnya pendapat mereka belum menyentuh akar permasalahan, gerakan KKB makin menjadi-jadi.

Lalu, apa akar masalahnya?



Seorang mantan panglima tinggi OPM kemudian mengungkapkan kebohongan yang dipegang gerakan tersebut.

Kodab III Thitus Murib Kwalik, nama mantan panglima OPM, menyebut bahwa OPM hanya diperalat sekelompok elit untuk memecah-belah NKRI.

"Kita ditipu, para politikus memanfaatkan kita berjuang di hutan. Kami akan kembali ke NKRI dan seluruh senjata akan kami serahkan ke TNI-Polri," katanya dalam sebuah video, melansir Tribun, Senin (7/6).

Merasa tertipu oleh para seniornya, Thitus pun mengajak teman-temannya di KKB atau OPM untuk kembali ke NKRI dan jangan menjadi alat para elit politik.

"Mari kawan-kawan yang ada di luar negeri dan di dalam negeri, itulah tanahmu itulah bangsamu, jadi jangan mau dimanfaatkan."

"Saya sampaikan, kita kembali ke NKRI karena selama ini kita hanya ditipu oleh pendahulu-pendahulu OPM," katanya.

Pekan lalu, Thitus Murib juga mengajak semua anak buahnya dari KKB untuk kembali hidup damai dan mengakhiri aksinya dengan menerima NKRI.

Thitus mengaku bahwa OPM tak sanggup lagi hidup di hutan dan kelaparan karena terus dikejar oleh satuan TNI-Polri.

Akhirnya, Thitus dan anak buahnya menyerahkan diri dan melepaskan semua perlengkapan senjata api yang dimiliki.

"Kita mau melepaskan diri, sudara kita banyak yang mati di hutan, kita kembali ke NKRI untuk hidup damai," tuturnya.

Sebelumnya ada 3 anggota KKB Papua yang juga menyerahkan diri ke NKRI di Kabupaten Puncak, Provinsi Papua. Mereka adalah YAW (34), MM (17) dan OM (41).

Ketiganya adalah anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen. Mereka menyatakan kesetiaannya, dan ingin kembali ke NKRI.

"Benar tiga orang tersebut, menyerahkan diri, dan merupakan anggota kelompok teroris Lekagak Telengen," ujar Kepala Penerangan Kogabwihan III Kolonel Czi IGN Suristiawa 16 Mei lalu.*

Posting Komentar untuk "Ini Keobohongan OPM yang Membuat Panglima Tingginya "Bertobat""