Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Jadi Tukang Jambret Ponsel, Oknum Polisi di Kupang Dipecat

Ilustrasi aksi jambret.

Graha Budaya -- Jadi tukang jambret ponsel, seorang oknum polisi yang bertugas di Direktorat Polairud Baharkam Polri NTT dipecat dengan tidak hormat.

Bharatu HSR (29), nama oknum polisi, terlibat dalam beberapa aksi pencurian ponsel di beberapa lokasi di Kota Kupang.

Tidak hanya itu, HSR juga pernah tersandung kasus narkotika dan juga disersi. 

Dalam kasus narkoba, dia pernah menjalani masa rehabilitasi.



Dalam kasus pencurian ponsel, HSR ditangkap Tim Buser Polres Kupang Kota dan Polsek Oebobo di rumah pacarnya di Jalan Oelon II, Kelurahan Sikumana, Kecamatan Maulafa, Kota Kupang.

Penangkapan terhadap HSR terjadi pada Selasa (8/6) berdasarkan laporan Polisi Nomor LP/B/324/V/2021/SPKT Polres Kupang Kota.

Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Rishian Krisna Budhaswanto kepada Kompas.com menerangkan, HSR sudah dipecat dari kesatuannya secara tidak hormat pada 24 Maret 2021. 

"Dia (HSR) merupakan pecatan anggota Polairud Baharkam Polri berpangkat Bharatu. Putusan sidang sudah keluar yaitu PTDH (Pemberhentian tidak dengan hormat) alias dipecat," kata Krisna, Rabu (9/6).



Adapun kasus pencurian yang dilakukan HSR terjadi di beberapa lokasi.

Pertama, di Kelurahan Kayu Putih, Kecamatan Oebobo, tepatnya di belakang gedung keuangan negara Kupang.

Dalam aksinya itu, ia menjambret ponsel merek Xiomi Redmi.

Kemudian di Kelurahan Fatululi, Kecamatan Oebobo, menjambet dua unit ponsel Xiomi Resmi di belakang bengkel Ferari.

Di Kelurahan Oesapa tepatnya lampu merah Oesapa, Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang, ia menjambret ponsel Vivo Y12.

Selain itu, masih ada beberapa lokasi yang menjadi sasaran pelaku.

Saat ini pelaku sudah ditahan di sel tahanan sementara Polres Kupang.*

Jangan lupa intip channel kami ya teman-teman, Kanawa TV.

Posting Komentar untuk "Jadi Tukang Jambret Ponsel, Oknum Polisi di Kupang Dipecat"