Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Maumere Berduka, Jenazah 4 Korban Keracunan Ikan Buntal Hari Ini Dimakamkan

Misa arwah untuk 4 korban keracunan ikan buntal di Maumere/FB.


Maumere hari ini berduka. Jenazah keempat warga Kampung Wairita, Dusun Daranatar, Desa Hoder, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, NTT yang meninggal akibat keracunan ikan buntal rencananya akan dimakamkan. Air mata tak bisa lagi terbendung.

Sebuah sumber tidak menyebutkan dimana tempat pemakaman keempat korban, tetapi hanya menyebutkan bahwa pada pagi tadi telah berlangsung misa arwah menjelang prosesi pemakaman.

Misa arwah untuk keselamatan perjalanan menuju keabadian dilaksanakan di Kapela Stasi Wairita, dipimpin oleh seorang imam Katolik.

"Misa arwah melepas kepergian keempat  korban yang keracunan ikan buntal, di Gereja Stasi Wairita," ujar sumber tersebut dalam sebuah unggahan di media sosial.



Kepergiaan keempat warga Wairita ini memang tidak disangka-sangka. Mereka pergi begitu cepat sebelum mendapat pertolongan medis.

Racun ikan buntal yang mereka makan pada Minggu (27/6) siang sangat mematikan sehingga nyawa mereka tak lagi tertolong. 

Mereka pun meninggal pada Minggu malam di RSUD TC Hillers Maumere. 

Sementara, sekitar 7 orang warga Wairita yang juga bersama-sama mengalami keracunan ikan buntal sedang dirawat. Seorang warga dinyatakan sembuh.

Adapun, keempat korban diketahui bernama Bernadus Simon (40), Sirilus Andria (20), Anselmus Labas Lodan (39) dan Frebriyanti Marlina Afia (14).

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian yang menimpa keempat korban dan 8 warga tersebut bermula ketika mereka duduk makan-makan di tempat penyulingan arak, atau moke dalam bahasa setempat.

Tempat penyulingan tersebut merupakan milik salah satu korban bernama Simon.

Ada sekitar 20 orang warga yang duduk berkumpul di tempat penyulingan yang letaknya persis di samping rumah Simon.

Salah satu anggota keluarga bernama Maria Sepe menjelaskan bahwa seorang warga bernama Klementinus Oskar pada Sabtu (26/6) malam pergi melaut. Oskar sendiri adalah tetangga Simon.

Dari hasil melaut itu, Oskar mendapatkan banyak ikan, termasuk seekor ikan buntal. Ikan yang berhasil ditangkap ini kemudian dibersihkan dan dimasukkan ke dalam kulkas.

Pada Minggu (27/6) pagi tadi sekitar 20 orang duduk berkumpul di rumah Bernadus Simon. Mereka bercengkrama sambil menenggak minuman tradisional moke.

Sudah menjadi kebiasaan orang Maumere ketika duduk berkumpul banyak orang maka wajib menenggak minuman keras. Apalagi ketika itu mereka persis berkumpul di tempat penyulingan moke milik salah satu korban.

Mereka cukup lama duduk di tempat tersebut, menghabiskan waktu akhir pekan bersama.

Kira-kira pukul jam 14.00 WITA, karena kekurangan suplemen, didatangkanlah ikan buntal yang sudah dimasak.

Sekitar 2 jam kemudian, mulai muncul reaksi pada salah seorang warga.

Setelah melihat kejadian itu, beberapa orang di situ mulai merasakan hal yang sama. Bahkan, ada yang muntah-muntah. Mereka pun panik.

Melihat kondisi yang semakin parah, akhirnya warga yang lain berinisiatif membawa mereka ke IGD RSUD TC Hillers Maumere.

Setelah tiba di rumah sakit, 4 orang tidak bisa tertolong lagi. Mereka pun meninggal dan jenazahnya langsung dibawa ke kamar jenazah.

Sedangkan 7 orang sedang dirawat intensif di IGD dan 1 orang lainnya dinyatakan sembuh dan diperbolehkan pulang.

Dinas Kesehatan Sikka bersama Kapolsek Waigete kini sedang melakukan penyelidikan di tempat kejadian untuk mendapatkan sampel muntahan ikan buntal untuk mengungkap fakta mengenai tragedi tersebut.*

Selamat jalan Saudara/i. RIP.

4 komentar untuk "Maumere Berduka, Jenazah 4 Korban Keracunan Ikan Buntal Hari Ini Dimakamkan"

  1. Tolong di cari tau orang yang mengedar ikannya

    BalasHapus
  2. Sebaiknya penyidikan diusut tuntas, bisa saja hal2 lain antara ikan beracun, atau ikan diracuni dan dimakan, ini dugaan saja. 🙏

    BalasHapus