Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Neta S Pane Meninggal karena Covid-19, Ini Profil dan Kiprahnya sebagai Pengamat Kepolisian

Neta S Pane/Bisnis.


Graha Budaya -- Kabar duka kembali melanda tanah air. Setelah kepergiaan Markis Kido, kini Indonesia berduka karena kehilangan sosok yang amat tekun dan jujur dalam dunia jurnalisme, yaitu Neta S Pane.

Neta yang juga merupakan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) dikabarkan meninggal dunia di RS Mitra Keluarga, Bekasi Barat, Rabu (16/6) pukul 10.40 WIB.



Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Strategi Kepolisian Indonesia Edi Hasibuan mengatakan Neta S Pane meninggal karena terpapar virus corona atau Covid-19.

Sejak 5 Juni, Neta dirawat di rumah sakit setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

"Betul, tadi sekitar pukul 10.40 WIB di RS Mitra Bekasi Barat," terang Edi kepada wartawan, Rabu (16/6) siang.

Neta menjabat Ketua Presidum IPW sejak 2004 dan merupakan pengamat kepolisian yang kritis dan banyak memberi masukan dalam memajukan Polri yang semakin baik.

Kepergiannya meninggalkan duka dan kehilangan di tubuh kepolisian. Neta meninggal di usia yang ke-57 tahun.


Profil dan Kiprah Neta S Pane

Neta merupakan memulai kariernya sebagai seorang reporter di SKH Merdeka di Jakarta pada tahun 1984.

Aktivis kelahiran Medan, 18 Agustus 1964 ini
kemudian naik jabatan menjadi Redaktur Pelaksana (Redpel) pada 1991.

Puluhan tahun kemudian, ia menjadi Wakil Pimpinan Redaksi Surat Kabar Jakarta tahun 2002-2004.

Neta memang dilahirkan dari keluarga wartawan hingga tidak asing bagi dunia jurnalistik ketika berkarya.

Di luar media, Neta aktif sebagai aktivis hingga menjabat Ketua Presidium IPW.

IPW sendiri adalah lembaga swadaya masyarakat yang mengawasi kinerja kepolisian. Anggota lembaga ini terdiri dari pengamat, wartawan, pakar, hingga akademisi yang peduli masalah kepolisian. 

Neta kerap mengkritisi berbagai kasus kepolisian sejak dulu hingga sekarang.

Ketika terjadi penyerangan terduga teroris ke Mabes Polri pada April lalu, Neta menuding Korps Bhayangkara di bawah kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo sangat lemah karena tidak bisa menutup cela serangan di dalam markas kepolisian.

Neta juga mengkritik kasus rekening gendut sejumlah pejabat kepolisian yang diduga menerima suap dari Gayus Tambunan.

Selain berkarir menjadi aktivis di IPW, Neta juga produktif dalam menulis seperti buku, karya ilmah, dan sastra.

Selain itu, ia juga menjadi dosen tidak tetap di Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK), Universitas Muhammadiyah, dan sejumlah kampus lainnya di Jakarta.*

Posting Komentar untuk "Neta S Pane Meninggal karena Covid-19, Ini Profil dan Kiprahnya sebagai Pengamat Kepolisian"