Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pemda Ende Gaya Lambat, Pemprov NTT Desak Vulkanolog Kaji Surutnya Air Danau Kelimutu

Danau Kelimutu di Kabupaten Ende/Ist.


Graha Budaya -- Penyusutan air Danau Kelimutu di Ende, NTT, mengkhawatirkan banyak pihak, terutama pemerintah Kabupaen Ende dan masyarakat setempat, termasuk juga Pemprov NTT.

Sampai saat ini, penyusutan air di Tiwu Ata Mbupu, salah satu kawah dari tiga kawah di Danau Kelimutu, telah mencapai 5 meter.

Beberapa video yang beredar memperlihatkan permukaan air telah menyusut sangat dalam bahkan telah mencapai dasar danau, dimana sudah terlihat dasar danau tersebut.

Diduga bahwa penyusutan air danau disebabkan oleh pemboran geotermal di Mutbasa, Desa Sokoria, Ndona Timur.

Ada kekhawatian bahwa permukaan air akan terus menurun dan segera mengering. Hal itu bisa menciptakan dampak yang lebih luas terhadap perekonomian warga.



Upaya Pemkab Ende untuk mendalami ancaman bencana tersebut sejauh ini belum ada kemajuan. Begitu pula dengan DPRD Ende.

Beberapa waktu lalu, kedua lembaga berjanji memanggil pihak-pihak terkait untuk menjelaskan secara ilmiah penyusutan air, tapi belum ada hasil.

Karena itu, dengan lambannya langkah Pemkab Ende dan DPRD Ende dalam merespon penyusutan air danau, Pemprov NTT pun turun tangan dan mendesak agar pihak yang memiliki kewenangan segera melakukan kajian ilmiah.

"Kami berharap adanya kajian ilmiah untuk melakukan penelitian penyebab hingga turunnya permukaan air danau Kelimutu yang mencapai lima meter itu," ujar Kepala Biro Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda NTT, Marius Ardu Jelamu, Rabu (9/6).

Marius mengatakan, berdasarkan data yang diterima Pemprov NTTtelah terjadi penurunan permukaan air hingga 5 meter.



Ia mengatakan saat ini memang sedang dilakukan kegiatan pengeboran untuk proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi di Sokoria, namun belum dipastikan apakah penurunan air merupakan dampak dari kegiatan pengeboran tersebut.

Menurut dia, apabila akibat curah hujan yang rendah tentu berdampak pada tiga danau namun penurunan air hanya terjadi pada satu danau, sehingga dibutuhkan adanya penelitian yang lebih mendalam.


Marius berharap adanya intervensi dari Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan karena kawasan Danau Kelimutu merupakan salah satu destinasi wisata unggulan yang perlu dijaga kelestarianya.

"Penelitian dari para ahli itu sangat penting untuk memberikan rasa aman bagi wisatawan yang datang berkunjung ke daerah itu," tutupnya.* (Antara)

Posting Komentar untuk "Pemda Ende Gaya Lambat, Pemprov NTT Desak Vulkanolog Kaji Surutnya Air Danau Kelimutu"