Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pertama Kali di Ngada, Bocah 10 Tahun Cabuli Anak Bawah Umur



Graha Budaya -- Pertama kali terjadi di Kabupaten Ngada, Provinsi NTT, seorang bocah 10 tahun mencabuli anak perempuan bawah umur yang berusia 4 tahun lebih muda darinya.

Kejadian tersebut baru terungkap pada 19 Mei 2021 setelah keluarga korban melaporkannya kepada Polres Ngada.

Kasat Reskrim Polres Ngada Iptu I Ketut Rai Artika melalui Kanit PPA Aipda Maria Roslin Djawa kepada Pos Kupang mengatakan bahwa pelaku pencabulan merupakan siswa Kelas 4 Sekolah Dasar (SD) berinisial V.

Kejadian tersebut terjadi di Desa Wogowela, Kecamatan Golewa Selatan, Ngada pada 12 Mei 2021.



Maria menuturkan bahwa peristiwa pencabulan terhadap anak bawah umur berinisial M (6) tersebut terjadi disebabkan pelaku menonton sebuah film porno.

"Dari hasil penyelidikan kami mereka melakukan ini karena sebelumnya mereka menonton video porno yang dikasih nonton oleh anak SMP," ungkapnya, Selasa (8/6).

Maria menjelaskan, dari pengakuan dari siswa SMP tersebut, video porno itu didapat dari salah salah seorang tukang yang bekerja di Puskesmas Boba, Golewa Selatan.

Karena pelaku masih berusia bawah umur, Polres Ngada tidak bisa menahan pelaku.


Kronologi Kejadian

Kepada wartawan, Maria menjelaskan bahwa kejadian bermula ketika korban diajak oleh pelaku dan kakak kandungnya yang berinisial D (8) serta satu saksi lain berinisial F (12) mencari serbuk kayu.

Mereka mencari serbuk kayu di sekitar belakang rumah warga bernama Sabina, di belakang Kampung Keli, Desa Wogowela.

Setelah mencari serbuk kayu, pelaku dan F mengajak korban agak menjauh dari tempat mereka mencari serbuk kayu.

Di sana, pelaku melancarkan aksinya dengan menelanjangi pakaian korban.

Setelah melakukan aksinya, F juga berniat mencabuli korban. Namun aksinya segera dicegat oleh kakak korban.

Sang kakak pun memakai kembali pakaian korban dan mereka pun pulang.

Setibanya di rumah, kakak korban menceritakan kejadian itu kepada neneknya dan orangtuanya.

Lantas, ibu korban didampingi kakek dan neneknya melaporkan kasus tersebut ke Polres Ngada pada 19 Mei 2021. Polres Ngada pun memanggil pelaku dan korban untuk diminta keterangan.

Namun karena pelaku dan korban sama-sama merupakan anak bawah umur, sesuai ketentuan hukum di Indonesia, Polres Ngada tidak bisa menahannya.*

Jangan lupa dukung kami dengan subscribe channel kami: Kanawa TV

Posting Komentar untuk "Pertama Kali di Ngada, Bocah 10 Tahun Cabuli Anak Bawah Umur"