Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Polisi Razia Klub Malam di Maumere, Temukan 17 Gadis Bawah Umur

Prostitusi anak bawah umur/Ist.


Graha Budaya -- Tim Ditreskrimum Polda NTT melakukan razi terhadap sejumlah klub malam di Maumere, Kabupaten Sikka, dan menemukan 17 anak di bawah umur yang dipekerjakan di sejumlah tempat hiburan malam.

Razia dilakukan pada Selasa (15/6) malam terhadap empat klub malam di Maumere, yaitu klub malam L, S, B dan SH.

Dari empat lokasi itu, terdapat 25 pekerja tempat hiburan malam, dengan 17 orang diantaranya merupakan anak bawah umur yang berusia 14-17 tahun.


Bongkar Bisnis Lendir di Maumere

Kabid Humas Polda NTT Kombes Rishian K Budhiaswanto kepada wartawan di Kupang mengatakan, temuan itu membongkar bisnis lendir yang marak terjadi di Maumere dengan melibatkan anak-anak.

Selama ini razia sering dilancarkan di tempat-tempat hiburan malam dan pada Selasa malam menyasar 4 klub malam berdasarkan laporan dari warga setempat.

"Dari jumlah itulah pada awalnya 16 orang terkonfirmasi di bawah umur, tetapi setelah diselidiki ternyata ada 17 orang," ujarnya.

Rishian menegaskan, pemilik tempat-tempat hiburan malam itu dipastikan diperiksa dan mempekerjakan anak di bawah umur, merupakan eksploitasi terhadap anak.



17 Gadis dari Jawa Barat

Dia menuturkan, berdasarkan penyelidikan ditemukan bahwa anak-anak gadis tersebut berasal dari wilayah di Jawa Barat.

Selain melayani pria hidung belang di Maumere, dua di antara 17 gadis bahwa umur itu dalam kondisi hamil.

Kini, belasan anak-anak gadis tersebut dititipkan di lembaga perlindungan anak dan perempuan di Maumere.

Rencananya, mereka akan dipulangkan ke daerah asalnya di Jawa Barat. Untuk para pemilik tempat hiburan malam , akan dipanggil dan dimintai keterangan.*

Posting Komentar untuk "Polisi Razia Klub Malam di Maumere, Temukan 17 Gadis Bawah Umur"